Jakarta, 27/3 (ANTARA) - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan disesuaikan dengan jumlah hari kehadiran siswa di sekolah. Penyaluran MBG akan berhenti saat libur sekolah, memastikan efektivitas program.
Pernyataan ini disampaikan Dadan sebagai respons terhadap usulan efisiensi Program MBG yang mencuat, yakni dengan mengurangi jumlah pemberian makanan menjadi lima hari dalam sepekan. Langkah ini dinilai berpotensi menghemat anggaran negara hingga Rp40 triliun per tahun.
Menurut Dadan, mayoritas sekolah di Indonesia menerapkan lima hari sekolah, sehingga siswa akan menerima MBG selama lima hari. Namun, bagi sekolah yang beroperasi enam hari, MBG tetap akan diberikan selama enam hari.
Advertisement
Advertisement
Fleksibilitas Penyaluran Makan Bergizi Gratis di Sekolah
Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan bahwa penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa akan mengikuti jadwal kehadiran mereka di sekolah. Ini berarti, jika sekolah beroperasi lima hari dalam seminggu, siswa akan mendapatkan MBG selama lima hari.
Demikian pula, bagi sekolah yang memiliki enam hari kegiatan belajar mengajar, MBG akan disalurkan selama enam hari. Data menunjukkan bahwa sebagian besar sekolah di Indonesia menerapkan sistem lima hari sekolah.
Sistem penyaluran ini dirancang untuk memastikan bahwa bantuan gizi tepat sasaran dan hanya diberikan saat siswa aktif berada di lingkungan pendidikan. Apabila masa libur tiba, penyaluran MBG akan dihentikan sementara.
Advertisement
Advertisement
Upaya Efisiensi Anggaran Program MBG
Menteri Keuangan (Kemenkeu) RI Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya mengungkapkan bahwa efisiensi Program MBG berpotensi menghemat anggaran negara secara signifikan. Efisiensi ini diperkirakan mencapai Rp40 triliun per tahun.
Efisiensi tersebut direncanakan melalui pengurangan jumlah hari operasional pemberian MBG. Usulan yang diajukan adalah mengubah pemberian MBG dari enam hari dalam seminggu menjadi lima hari.
Langkah ini menunjukkan komitmen BGN dalam melakukan efisiensi anggaran di tengah dinamika ekonomi global yang bergejolak akibat konflik geopolitik. Penyesuaian ini diharapkan tidak mengurangi esensi program dalam memenuhi kebutuhan gizi.
Advertisement
Advertisement
Fokus Peningkatan Kualitas dan Mekanisme Penyaluran
Pada tahun 2026, BGN akan memprioritaskan peningkatan kualitas Program MBG, sesuai dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto. Fokus ini menjadi salah satu upaya penting untuk menjaga efektivitas program secara keseluruhan.
Mekanisme penyaluran MBG akan berupa makanan segar siap santap yang dikirimkan langsung ke lokasi penerima manfaat. Basis data penerima telah didata dengan cermat untuk memastikan distribusi yang tepat.
Untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, MBG akan disalurkan melalui posyandu atau langsung ke rumah. Sementara itu, siswa akan menerima MBG di sekolah masing-masing, dan santri serta anak sekolah keagamaan lainnya akan menerimanya di tempat mereka mondok.
Advertisement
Sumber: AntaraNews