Fakta Unik: Ribuan Buruh PHK di Jabar Terima Bantuan Kapolri Lewat KSPSI, Apa Saja Isinya?
Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menyalurkan bantuan Kapolri untuk buruh PHK di Jawa Barat. Ribuan pekerja terdampak di Bandung dan Garut menerima sembako, akankah ini jadi harapan baru?
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, pada Kamis, 18 September, secara langsung menyerahkan bantuan sembako. Bantuan ini berasal dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan ditujukan bagi ribuan buruh yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) di wilayah Jawa Barat. Inisiatif ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap kondisi sulit yang dihadapi para pekerja.
Penyerahan bantuan ini dimulai dari Kantor DPD KSPSI Kota Bandung, kemudian dilanjutkan ke Garut. Aksi solidaritas ini menyasar buruh dari PT Masterindo Bandung dan PT Danbi International Garut yang kini menghadapi tantangan ekonomi akibat kehilangan pekerjaan. Kehadiran bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban hidup mereka.
Andi Gani Nena Wea didampingi oleh sejumlah pejabat, termasuk Ketua DPD KSPSI Jawa Barat Roy Jinto Ferianto dan perwakilan kepolisian setempat. Mereka bersama-sama memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran. Bantuan ini menegaskan komitmen untuk tidak membiarkan buruh berjuang sendirian di masa-masa sulit.
Solidaritas di Bandung: Bantuan Kapolri untuk Buruh PHK PT Masterindo
Penyerahan bantuan sembako dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dimulai di Kantor DPD KSPSI Kota Bandung. Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menyerahkan bantuan kepada 700 buruh PT Masterindo Bandung yang baru saja terkena PHK. Kegiatan ini menunjukkan respon cepat terhadap krisis yang dialami para pekerja.
Andi Gani didampingi oleh Ketua DPD KSPSI Jawa Barat Roy Jinto Ferianto dan Direktur Ditreskrimsus Polda Jabar Kombes Pol. Wirdhanto Hadicaksono. Kehadiran para tokoh ini menegaskan dukungan penuh dari berbagai pihak. "Kami menyampaikan terima kasih kepada Kapolri atas kepedulian kepada para buruh yang sedang menghadapi situasi sulit akibat PHK," kata Andi Gani.
Bantuan ini sangat berarti bagi mereka untuk tetap bertahan di tengah kondisi ekonomi yang tidak mudah. KSPSI berkomitmen untuk terus mendampingi pekerja terdampak, baik melalui advokasi maupun penjembatanan bantuan sosial. "Kami tidak akan membiarkan buruh berjuang sendirian," tegas Andi Gani, menekankan pentingnya solidaritas dan kebersamaan.
Selain menyerahkan bantuan, Andi Gani juga memberikan semangat kepada buruh agar tetap memiliki harapan. Ia bahkan mendorong buruh terdampak PHK di PT Masterindo untuk mengikuti program penyaluran kerja kembali. Program ini tersedia di Cirebon dan Brebes, menawarkan peluang baru bagi mereka yang kehilangan pekerjaan.
Dukungan Berlanjut di Garut: Ribuan Buruh PT Danbi International Menerima Bantuan
Setelah dari Bandung, rombongan Andi Gani melanjutkan perjalanan ke Garut untuk menyalurkan bantuan serupa. Sebanyak 1.500 buruh terdampak PHK dari PT Danbi International menjadi penerima selanjutnya. Acara pembagian sembako ini dilaksanakan di Gedung Putra Siliwangi Garut, menjangkau lebih banyak pekerja yang membutuhkan.
Di Garut, Andi Gani didampingi oleh Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto, Ketua DPC KSPSI Garut Andri, serta Ketua DPD KSPSI Jawa Barat Roy Jinto Ferianto. Kolaborasi antara serikat pekerja dan kepolisian ini memperkuat dampak positif bantuan. Mereka bersama-sama menyerahkan bantuan sembako kepada buruh PT Danbi International, menunjukkan sinergi yang kuat.
Andi Gani memuji semangat luar biasa para buruh PT Danbi International yang terus memperjuangkan hak-haknya. Ia juga mengajak mereka untuk mengikuti program penyaluran kerja kembali ke Cirebon dan Brebes. "Ada perusahaan sepatu yang membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar," jelasnya, membuka peluang kerja baru.
Ketua DPD KSPSI Jawa Barat, Roy Jinto Ferianto, turut menyampaikan apresiasi atas dukungan Kapolri. "Terima kasih atas perhatian luar biasa Kapolri yang selalu memperhatikan permasalahan buruh," ucapnya. Ia menambahkan bahwa ini menjadi bukti nyata hadirnya negara di tengah kesulitan yang dialami para pekerja.
Sumber: AntaraNews