Antusiasme Tinggi, Festival Kuliner Pecinan Glodok Diserbu Ribuan Warga Jakarta Barat

Ribuan warga menyerbu Festival Kuliner Pecinan Glodok yang digelar Pemerintah Kota Jakarta Barat, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap UMKM dan budaya lokal di ibu kota.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Antusiasme Tinggi, Festival Kuliner Pecinan Glodok Diserbu Ribuan Warga Jakarta Barat
Ribuan warga menyerbu Festival Kuliner Pecinan Glodok yang digelar Pemerintah Kota Jakarta Barat, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap UMKM dan budaya lokal di ibu kota. (AntaraNews)

Jakarta Barat kembali menjadi pusat perhatian dengan diselenggarakannya festival kuliner malam di kawasan Pecinan Glodok, Tamansari. Acara yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakarta Barat) ini berhasil menarik ribuan masyarakat pada Sabtu malam, 21 Juni.

Sejak sore hingga menjelang tengah malam, area festival dipadati pengunjung yang antusias mencicipi beragam hidangan dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Selain sajian kuliner, kemeriahan acara juga didukung oleh penampilan seni budaya dari Abang None Jakarta Barat serta grup-grup musik lokal, menambah semarak suasana di salah satu pusat wisata ibu kota tersebut.

Festival ini tidak hanya menjadi ajang rekreasi, tetapi juga wadah penting untuk mendukung keberlanjutan UMKM lokal. Pemkot Jakarta Barat berkomitmen untuk terus mengangkat potensi ekonomi rakyat melalui kegiatan-kegiatan serupa, menjadikan Pecinan Glodok sebagai destinasi yang semakin dikenal luas.

Dukungan Pemkot Jakarta Barat untuk UMKM Lokal

Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menegaskan bahwa UMKM merupakan salah satu pilar utama perekonomian rakyat yang harus terus didukung dan dipastikan keberlanjutannya. Menurutnya, bazar UMKM seperti yang diadakan di Pecinan Glodok adalah salah satu bentuk nyata dukungan tersebut.

“Kita ingin menghidupkan bagaimana UMKM ini sebagai eksistensi dari soko guru perekonomian. Kita angkat dan kita tingkatkan mereka agar naik kelas. Tentu nanti dengan pembinaan selanjutnya,” kata Iin di lokasi, Sabtu malam.

Iin juga menambahkan bahwa kegiatan bazar UMKM di kawasan Pecinan Glodok akan terus berlanjut, mengingat tingginya antusiasme masyarakat. “Kegiatan ini tidak hanya berhenti di malam ini. Kami akan sustainable goals-nya adalah akan mengangkat kearifan lokal, baik dari sisi budaya, sisi UMKM, dan sisi yang lainnya,” ujarnya, menunjukkan komitmen jangka panjang Pemkot Jakarta Barat.

Lebih lanjut, Pemkot Jakarta Barat berencana untuk meramaikan kawasan Pecinan Glodok dengan berbagai kegiatan lain di luar bazar UMKM. Tujuannya adalah agar kawasan ini semakin dikenal sebagai pusat atraksi dan aktivasi warga, termasuk bagi anak-anak, remaja, atau kelompok seni budaya yang memiliki talenta untuk tampil.

Antusiasme Warga dan Daya Tarik Wisata Kuliner

Antusiasme masyarakat terhadap Festival Kuliner Pecinan Glodok sangat terasa, seperti yang diungkapkan oleh Yuyun, seorang warga Kelurahan Keagungan Tamansari. Menurutnya, kegiatan bazar ini memberikan dampak positif langsung bagi para pelaku UMKM yang berpartisipasi.

“Di sini kan pedagang UMKM jadi bisa berjualan, dagangan mereka jadi pada laku,” kata Yuyun. Ia mengaku hampir setiap minggu mengunjungi Pecinan Glodok bersama keluarganya untuk wisata kuliner, dengan soto Bang Kumis sebagai salah satu makanan favoritnya.

Keberagaman kuliner yang ditawarkan juga menjadi daya tarik utama bagi pengunjung. Yuyun menuturkan bahwa anak-anaknya sangat senang diajak ke festival ini karena banyak pilihan jajanan. “Di sini juga banyak makanan lain, jadi ngajak anak-anak juga pada senang. Tadi udah nyobain gudeg, sama anak-anak ini pada jajan,” imbuhnya.

Peluang Promosi dan Peningkatan Brand UMKM

Bagi para pelaku UMKM, festival kuliner malam ini menjadi ajang yang sangat menguntungkan untuk mempromosikan produk mereka. Febi, salah satu pelaku UMKM yang menjual dimsum, menyambut baik inisiatif Pemkot Jakarta Barat ini.

Febi menjelaskan bahwa festival ini memberikan kesempatan besar untuk memperkenalkan brand dimsum mentainya yang baru berjalan sekitar satu tahun. “Menurut aku menguntungkan UMKM untuk lebih mengeksplor brand-nya keluar. Jadi, masyarakat juga tahu kalau ada brand ini dan kita jualan di sini. Jadi kayak masyarakat mencicipi cita rasa dari kita sih,” jelasnya.

Partisipasi dalam festival semacam ini tidak hanya meningkatkan penjualan sesaat, tetapi juga membantu membangun kesadaran merek dan menjangkau pelanggan baru. Ini sejalan dengan visi Pemkot Jakarta Barat untuk membantu UMKM naik kelas dan memperluas jangkauan pasar mereka.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi