Ratusan Warga Bidara Cina Mengungsi Akibat Banjir, Ketinggian Air Capai 1,8 Meter

Banjir Bidara Cina di Jatinegara memaksa ratusan warga mengungsi ke beberapa lokasi aman. Simak detail dampak dan upaya penanganan yang dilakukan pemerintah setempat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ratusan Warga Bidara Cina Mengungsi Akibat Banjir, Ketinggian Air Capai 1,8 Meter
Banjir Bidara Cina di Jatinegara memaksa ratusan warga mengungsi ke beberapa lokasi aman. Simak detail dampak dan upaya penanganan yang dilakukan pemerintah setempat. (AntaraNews)

Ratusan warga di Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, terpaksa mengungsi akibat banjir yang melanda wilayah mereka. Ketinggian air yang terus meningkat menjadi pemicu utama evakuasi massal ini.

Pengungsian telah dimulai sejak Jumat (23/1) malam, dengan jajaran kelurahan dan Pemerintah Kota Jakarta Timur sigap menyiapkan tiga lokasi pengungsian. Lurah Bidara Cina, Suhartono, memastikan koordinasi terus dilakukan untuk keselamatan warga.

Banjir ini dipicu oleh tingginya debit air kiriman dan meluapnya Kali Ciliwung, yang berdampak signifikan pada RW 7 dan RW 11. Pihak berwenang mengimbau seluruh warga, terutama kelompok rentan, untuk segera menuju lokasi yang lebih aman.

Pengungsian warga Bidara Cina difokuskan di tiga titik utama yang telah disiapkan oleh pemerintah setempat. Lokasi tersebut meliputi GOR Otista, Gedung SKKT Kelurahan Bidara Cina, serta RPTRA Permata Intan. Selain ketiga lokasi tersebut, sebagian warga juga memilih mengungsi secara mandiri ke Masjid Jami Al Abror yang berada tidak jauh dari area terdampak.

Data sementara menunjukkan bahwa banjir ini telah memengaruhi 510 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 1.356 jiwa di wilayah RW 7 dan RW 11. Dari jumlah tersebut, tercatat 50 KK dengan total 162 jiwa telah berhasil dievakuasi ke tempat pengungsian yang lebih aman.

Pantauan di lapangan pada pukul 10.00 WIB menunjukkan bahwa ketinggian air tertinggi mencapai 180 sentimeter di kawasan Gang Macan. Kondisi ini mencerminkan seriusnya dampak banjir yang mengharuskan warga untuk tetap waspada dan mengikuti arahan evakuasi.

Tingginya debit air kiriman menjadi penyebab utama meluasnya genangan di Bidara Cina, Jatinegara. Status Siaga 3 masih diberlakukan di Katulampa, Manggarai, dan Depok, mengindikasikan potensi peningkatan volume air yang signifikan. Kondisi ini diperparah dengan meluapnya Kali Ciliwung, yang merupakan jalur utama aliran air di wilayah tersebut.

Pemerintah melalui jajaran kelurahan, bersama dengan TNI dan Polri, terus-menerus mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan. Hujan deras yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Kamis (22/1) sebelumnya telah menyebabkan genangan di beberapa titik lain, menambah urgensi peringatan ini.

Aparat juga secara khusus meminta kelompok rentan, seperti lanjut usia (lansia) dan balita, untuk segera mengungsi demi menghindari risiko keselamatan. BPBD mencatat saat ini terdapat 81 RT dan 15 ruas jalan di DKI Jakarta yang masih tergenang.

Bantuan kemanusiaan mulai disalurkan kepada warga terdampak banjir di Bidara Cina guna meringankan beban mereka. Palang Merah Indonesia (PMI) telah memberikan bantuan awal yang sangat dibutuhkan oleh para pengungsi.

Sementara itu, Suku Dinas Sosial Jakarta Timur sedang dalam proses pendistribusian bantuan lanjutan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. Koordinasi antarlembaga terus dilakukan untuk menjamin bantuan sampai ke tangan yang membutuhkan secara efektif.

Kapolsek Jatinegara Kompol Samsono mengimbau seluruh warga untuk tetap bersiaga di posko atau lokasi pengungsian yang telah disediakan. Menurutnya, berada di lokasi pengungsian adalah pilihan terbaik untuk menjaga keamanan dan keselamatan diri serta keluarga selama masa banjir.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi