Banjir Jakarta Timur Meluas: Kali Ciliwung Rendam Puluhan RT hingga Tiga Meter
Banjir Jakarta Timur akibat luapan Kali Ciliwung meluas, merendam 38 RT di dua kecamatan dengan ketinggian air mencapai tiga meter, berdampak pada ribuan jiwa dan mengganggu aktivitas warga.
Jakarta Timur kembali dilanda banjir parah setelah luapan Kali Ciliwung yang dipicu hujan lokal merendam 38 Rukun Tetangga (RT) pada Jumat pagi. Ketinggian air di beberapa titik bahkan mencapai tiga meter lebih, menyebabkan gangguan signifikan bagi masyarakat setempat. Kejadian ini merupakan dampak dari curah hujan yang mengguyur Jakarta sejak Kamis malam hingga Jumat pagi.
Kepala Satuan Tugas Koordinator Wilayah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Timur, Ali Kojim, mengonfirmasi bahwa penyebab utama banjir adalah luapan Kali Ciliwung yang diperparah oleh intensitas hujan lokal. Banjir meluas di dua kecamatan, lima kelurahan, dan 13 Rukun Warga (RW), berdampak pada 581 kepala keluarga atau sekitar 1.830 jiwa. Data ini menunjukkan skala dampak yang cukup besar terhadap warga Jakarta Timur.
Hingga pukul 06.00 WIB, wilayah terdampak terus bertambah, dengan Kecamatan Kramat Jati dan Jatinegara menjadi area yang paling parah. Petugas BPBD Jakarta Timur terus melakukan pemantauan intensif serta menyiagakan personel di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan air susulan. Situasi ini memerlukan koordinasi lintas instansi guna penanganan lebih lanjut.
Dampak Luapan Ciliwung di Kramat Jati
Kecamatan Kramat Jati menjadi salah satu wilayah yang paling parah terdampak banjir akibat luapan Kali Ciliwung. Di Kelurahan Cililitan, genangan air merendam kawasan Jalan Musholla Al Hikmah, RW 07 RT 06, serta Jalan Seruni, RT 004 RW 06. Ketinggian air di kedua lokasi tersebut tercatat mencapai 200 sentimeter dan bertahan sejak pukul 03.00 hingga 06.00 WIB.
Kondisi paling ekstrem terjadi di Kelurahan Cawang, khususnya di kawasan Jalan Taman Harapan, RW 03. Air mulai naik sejak dini hari, meningkat dari 210 sentimeter pada pukul 01.00 WIB menjadi 350 sentimeter pada pukul 05.00 hingga 06.00 WIB. Luapan air setinggi tiga meter juga terjadi di Jalan Raya Kalibata Gang Haji Maliki, RW 05, yang terendam hingga 350 sentimeter pada pagi hari.
Selain itu, banjir turut menggenangi Jalan Raya Kalibata, RT 010 dan RT 012 RW 05, dengan ketinggian air yang naik bertahap dari 20 sentimeter hingga 150 sentimeter pada pukul 06.00 WIB. Genangan serupa juga terjadi di Jalan Tanjung Sanyang, RW 08. Kondisi ini menyebabkan terhambatnya akses dan aktivitas warga di sekitar lokasi.
Di Kelurahan Balekambang, banjir merendam Jalan Balai Rakyat, RT 005 RW 05. Ketinggian air di sana tercatat fluktuatif, dari 100 sentimeter pada tengah malam, meningkat menjadi 165 sentimeter pada pukul 05.00 WIB, kemudian sedikit surut menjadi 155 sentimeter pada pagi hari. Fluktuasi ini menunjukkan dinamika debit air Kali Ciliwung yang masih tinggi.
Sebaran Banjir di Jatinegara
Selain Kramat Jati, BPBD Jakarta Timur juga mencatat bahwa banjir akibat luapan Kali Ciliwung meluas ke Kecamatan Jatinegara. Kelurahan Kampung Melayu dan Bidara Cina menjadi area yang terdampak cukup parah. Genangan di Kelurahan Kampung Melayu terjadi di Jalan Kebon Pala II, RW 04 dan RW 05.
Di RW 04 Kelurahan Kampung Melayu, ketinggian air meningkat dari 90 sentimeter pada dini hari menjadi 150 sentimeter pada pukul 06.00 WIB. Sementara itu, di RW 05, air terus naik dan mencapai 185 sentimeter pada pagi hari. Kondisi ini menunjukkan peningkatan signifikan debit air yang masuk ke permukiman warga.
Banjir juga terjadi di kawasan Jalan Tanah Rendah, RW 07, yang mencakup delapan RT. Di lokasi ini, ketinggian air relatif lebih rendah, yaitu berkisar 60 hingga 70 sentimeter, namun tetap mengganggu aktivitas warga. Genangan air setinggi ini sudah cukup untuk melumpuhkan mobilitas kendaraan kecil dan menghambat kegiatan sehari-hari.
Di Kelurahan Bidara Cina, banjir menggenangi kawasan Jalan Baiduri Bulan, RW 03 dan RW 11. Ketinggian air meningkat bertahap, mulai dari 60 sentimeter pada pukul 01.00 WIB hingga mencapai 170 sentimeter pada pukul 06.00 WIB. Sementara di Jalan Tanjung Lengkong, Gang Macan, RW 07, genangan air naik signifikan hingga 200 sentimeter dan bertahan sampai pagi hari.
Respons dan Antisipasi BPBD Jakarta Timur
Ali Kojim dari BPBD Jakarta Timur menyatakan, "Banjir merendam 38 RT di dua kecamatan, dengan ketinggian air di sejumlah titik mencapai hingga tiga meter lebih. Penyebab banjir di seluruh lokasi adalah luapan Kali Ciliwung yang diperparah hujan lokal." Pernyataan ini menegaskan kembali penyebab dan skala bencana yang terjadi di wilayah tersebut.
BPBD Jakarta Timur terus melakukan pemantauan intensif di seluruh wilayah terdampak. Petugas turut disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan air susulan. Hal ini penting mengingat kondisi aliran Kali Ciliwung masih berpotensi berubah seiring curah hujan di wilayah hulu dan lokal.
Upaya penanganan dan koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk meminimalkan dampak banjir. Pihak berwenang berupaya memastikan bantuan dan evakuasi dapat berjalan lancar jika diperlukan. Kesiapsiagaan menjadi kunci dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti ini.
Hingga Jumat pagi, sejumlah wilayah di Jakarta Timur masih tergenang banjir dengan ketinggian bervariasi. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas BPBD serta pemerintah daerah. Informasi terkini akan terus disosialisasikan kepada warga terdampak.
Sumber: AntaraNews