Banjir Rendam 9 RW di Ciracas Jakarta Timur Akibat Kali Cipinang Meluap
Hujan deras picu Kali Cipinang meluap, merendam sembilan RW di Ciracas Jakarta Timur. Puluhan warga, termasuk kelompok rentan, dievakuasi. Simak selengkapnya dampak dan penanganan banjir ini.
Banjir melanda sembilan rukun warga (RW) di Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, sejak Sabtu (21/3) sore, setelah Kali Cipinang meluap. Peristiwa ini terjadi menyusul hujan dengan intensitas cukup tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dari pukul 17.00 hingga 19.00 WIB. Akibatnya, genangan air merendam permukiman warga, bahkan hingga ketinggian 1,7 meter di beberapa titik.
Camat Ciracas, Panangaran Ritonga, menjelaskan bahwa volume air dari hulu di kawasan Cimanggis, Depok, cukup besar sehingga menyebabkan Kali Cipinang tak mampu menampung debit air. Kondisi ini membuat air meluap sekitar pukul 18.30 WIB dan belum surut hingga lebih dari tiga jam kemudian. Biasanya, genangan di wilayah tersebut dapat surut dalam waktu kurang lebih dua jam, namun kali ini banjir bertahan lebih lama.
Petugas dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur segera bertindak untuk mengevakuasi warga terdampak. Fokus utama evakuasi adalah kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, dan warga yang sakit. Sebanyak 47 jiwa berhasil diselamatkan dalam operasi ini, menunjukkan respons cepat terhadap situasi darurat.
Dampak Banjir dan Wilayah Terdampak di Ciracas
Banjir yang disebabkan oleh luapan Kali Cipinang ini berdampak signifikan pada empat kelurahan di Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Keempat kelurahan tersebut adalah Cibubur, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, dan Rambutan, yang memang dilintasi oleh aliran Kali Cipinang. Genangan air tersebar di sembilan RW yang berada di bantaran kali, menunjukkan kerentanan area tersebut terhadap luapan sungai.
Di Kelurahan Cibubur, genangan terjadi di RW 05 dan RW 06. Sementara itu, di Kelurahan Kelapa Dua Wetan, banjir merendam RW 02, RW 09, dan RW 11. Kelurahan Ciracas juga terdampak di RW 04 dan RW 05, sedangkan di Kelurahan Rambutan, banjir melanda RW 01 dan RW 03. Pola sebaran ini mengindikasikan bahwa masalah kapasitas kali dan tingginya debit air kiriman menjadi faktor utama penyebab banjir.
Ketinggian banjir bervariasi, dengan laporan mencapai sekitar 1,7 meter di Jalan H. Mardah RT 06/RW 03, Kelurahan Cibubur. Kondisi ini sangat membahayakan keselamatan warga, terutama kelompok rentan. Selain itu, di Jalan H. Syarif RT 08 RW 10, Kelurahan Cibubur, ketinggian air mencapai sekitar 105 sentimeter, memaksa evakuasi enam warga lainnya.
Upaya Evakuasi dan Peringatan Dini
Menanggapi situasi darurat ini, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur mengerahkan personel dan peralatan untuk mengevakuasi warga. Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur, Muchtar Zakaria, menegaskan prioritas penyelamatan pada kelompok paling berisiko, termasuk balita, lansia, ibu hamil, dan warga sakit. Sebanyak 47 jiwa berhasil dievakuasi dari area terdampak, termasuk enam balita, enam lansia, satu ibu hamil, dan dua warga sakit.
Dalam operasi penyelamatan di Cibubur, petugas mengerahkan satu unit light rescue dengan empat personel, serta dua unit rescue, satu unit pompa kebakaran, dan unit selang dengan dukungan 10 personel. Proses evakuasi berlangsung hingga malam hari dan berjalan lancar tanpa adanya korban jiwa. Meskipun air mulai berangsur surut, warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih berpotensi terjadi.
Pihak Kecamatan Ciracas bersama unsur terkait terus memantau kondisi di lapangan, khususnya di wilayah bantaran Kali Cipinang. Warga yang tinggal di daerah rawan diminta untuk segera melaporkan peningkatan debit air atau kondisi darurat lainnya agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat. Kewaspadaan kolektif dan respons cepat menjadi kunci dalam menghadapi ancaman banjir di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews