46 Rukun Tetangga (RT) di Jakarta Timur banjir akibat hujan deras pada Sabtu (21/3) kemarin. Ratusan warga terdampak terpaksa mengungsi.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan, banjir akibat sejumlah kali meluap mulai Sabtu (21/3) sore.
"Penyebab curah hujan tinggi, luapan Kali Cipinang, luapan Kali Cilangkap, dan luapan Kali Sunter," ujar Isnawa dalam keterangan, Minggu (22/3).
Advertisement
BPBD memperbaharui data hingga Minggu (22/3) pukul 10.00 WIB, terdapat 46 RT terdampak, tersebar di 10 kelurahan di Jakarta Timur. Wilayah paling banyak tergenang berada di Kelurahan Ciracas dengan 16 RT, disusul Cibubur dan Cipinang Melayu masing-masing 6 RT.
"BPBD mencatat saat ini terdapat 46 RT," ujar dia.
Advertisement
Isnawa menerangkan, ketinggian air bermacam-macam antara 30 hingga 80 sentimeter. Akibat banjir ini, sebanyak 201 kepala keluarga atau 696 jiwa mengungsi di sejumlah titik.
Lokasi pengungsian berada di musala, masjid, kantor kelurahan hingga area pabrik di Ciracas dan sekitarnya. Meski demikian, sejumlah wilayah dilaporkan sudah mulai surut, seperti Rawajati, Kebon Baru, hingga Jagakarsa.
BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memantau genangan sekaligus berkoordinasi dengan dinas terkait guna mempercepat penanganan.
“Melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas,” ucap Isnawa.
BPBD menargetkan genangan dapat segera surut dalam waktu cepat. Warga pun diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Dalam kondisi darurat, masyarakat diminta segera menghubungi layanan 112 yang beroperasi selama 24 jam.