Banjir Jakarta Timur Meluas, 41 RT Terendam dengan Ketinggian Air Capai 3,5 Meter
BPBD DKI Jakarta mencatat 41 RT di Jakarta Timur terdampak banjir akibat curah hujan tinggi dan luapan Ciliwung, dengan ketinggian air hingga 3,5 meter. Ini data terkini Banjir Jakarta Timur.
Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di DKI Jakarta pada Jumat (30/1), dengan Jakarta Timur mencatat jumlah rukun tetangga (RT) terdampak paling banyak. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan total 53 RT dan tiga ruas jalan tergenang air akibat intensitas hujan tinggi dan luapan sungai.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menjelaskan bahwa Jakarta Timur menjadi fokus utama dengan 41 RT terendam, di mana ketinggian air bervariasi antara 70 sentimeter hingga 3,5 meter. Kondisi ini diperparah oleh luapan Sungai Ciliwung yang signifikan.
Selain Jakarta Timur, wilayah Jakarta Selatan juga mengalami dampak serius dengan sembilan RT tergenang, bahkan beberapa titik mencapai ketinggian air 2,5 meter. Sementara itu, kondisi di Jakarta Barat dan Jakarta Utara menunjukkan tanda-tanda perbaikan, dengan jumlah RT terdampak yang lebih sedikit dan ketinggian air yang mulai surut.
Jakarta Timur dan Selatan Alami Dampak Banjir Terparah
Data BPBD DKI Jakarta menunjukkan bahwa Jakarta Timur menjadi episentrum dampak banjir kali ini, dengan 41 RT yang tersebar di beberapa kelurahan mengalami genangan air cukup tinggi. Kelurahan Kampung Melayu menjadi salah satu yang paling parah, dengan 20 RT terendam, diikuti oleh Kelurahan Cawang dengan 9 RT.
Ketinggian air di Jakarta Timur sangat bervariasi, mulai dari 70 cm hingga mencapai 3,5 meter di beberapa lokasi. Kondisi ini menimbulkan tantangan besar bagi warga dan upaya penanganan bencana.
Tidak hanya Jakarta Timur, Jakarta Selatan juga menghadapi situasi yang cukup serius. Sembilan RT di wilayah ini terendam banjir, dengan ketinggian air yang tercatat antara 30 cm hingga 2,5 meter. Kelurahan Pejaten Timur menjadi yang paling terdampak di Jakarta Selatan dengan empat RT tergenang.
Kondisi Banjir di Jakarta Barat dan Utara Mulai Membaik
Berbeda dengan Jakarta Timur dan Selatan, situasi banjir di Jakarta Barat dan Jakarta Utara menunjukkan perbaikan. Di Jakarta Barat, hanya satu RT di Kelurahan Kedaung Kali Angke yang masih terdampak dengan ketinggian air sekitar 30 cm, menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah sudah berangsur surut.
Demikian pula di Jakarta Utara, hanya tersisa dua RT di Kelurahan Kapuk Muara yang masih terendam, dengan ketinggian air yang relatif rendah, yakni 30 cm. Ini menandakan efektivitas upaya penanganan dan drainase di kedua wilayah tersebut.
Meskipun demikian, BPBD DKI Jakarta tetap mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi genangan susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu. Koordinasi terus dilakukan untuk memastikan penanganan yang cepat dan tepat.
Penyebab Utama Banjir dan Ruas Jalan Terdampak
Mohamad Yohan menjelaskan bahwa penyebab utama banjir yang melanda Jakarta secara umum adalah kombinasi dari curah hujan berintensitas tinggi dan luapan sejumlah sungai. Khususnya di Jakarta Timur, luapan Sungai Ciliwung menjadi faktor signifikan yang memperparah kondisi genangan.
Selain RT yang terendam, BPBD DKI Jakarta juga mencatat adanya tiga ruas jalan yang ikut tergenang. Ruas jalan ini meliputi Jalan Rawa Indah Dua di Kelurahan Pegangsaan Dua, Jakarta Utara dengan ketinggian air 15 cm, Jalan Pulo Raya IV di Kelurahan Petogogan, Jakarta Selatan dengan ketinggian air 35 cm, serta Gang Langgar di Kelurahan Rawajati, Jakarta Selatan dengan ketinggian air mencapai 180 cm.
Berikut adalah rincian data RT dan ruas jalan yang tergenang hingga Jumat siang:
Ruas jalan yang tergenang:
Sumber: AntaraNews