Banjir Jakarta Meluas: 63 RT dan 23 Ruas Jalan Terendam Hingga Senin Malam
Banjir Jakarta terus meluas hingga Senin malam, merendam 63 RT dan 23 ruas jalan dengan ketinggian air bervariasi. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap dampak cuaca ekstrem.
Banjir di Jakarta terus mengalami perluasan dampak hingga Senin malam pukul 21.00 WIB. Data terbaru menunjukkan bahwa sebanyak 63 Rukun Tetangga (RT) dan 23 ruas jalan di berbagai wilayah ibu kota masih terendam genangan air. Situasi ini menjadi perhatian serius bagi warga dan pihak berwenang.
Mohamad Yohan, Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, mengonfirmasi data terkini tersebut. Menurutnya, ketinggian air bervariasi mulai dari 20 sentimeter hingga mencapai 1 meter di beberapa lokasi terdampak. Kondisi ini memerlukan respons cepat dan koordinasi antarpihak terkait.
Genangan air tertinggi dilaporkan berada di wilayah Pejaten Timur, Jakarta Selatan, serta Kampung Melayu, Jakarta Timur. Penyebab utama banjir ini adalah curah hujan deras yang melanda DKI Jakarta dan sekitarnya, ditambah dengan meluapnya sejumlah sungai, termasuk Sungai Ciliwung yang berdampak pada ratusan rumah warga di bantaran sungai.
Sebaran Dampak Banjir Jakarta di Berbagai Wilayah
Dampak Banjir Jakarta terasa di beberapa kota administrasi, dengan jumlah RT yang terendam bervariasi. Di Jakarta Barat, tercatat 12 RT terdampak, meliputi Kelurahan Kedaung Kali Angke dengan ketinggian air 70 cm di 3 RT, Kelurahan Rawa Buaya dengan 50 cm di 3 RT, Kelurahan Kamal dengan 40 cm di 4 RT, dan Kelurahan Tegal Alur dengan 75 cm di 2 RT.
Sementara itu, Jakarta Selatan menjadi salah satu wilayah dengan dampak signifikan, dengan 19 RT terendam. Beberapa kelurahan yang terdampak antara lain Kelurahan Cilandak Barat (1 RT, 40 cm), Kelurahan Pondok Labu (2 RT, 80 cm), Kelurahan Cipete Utara (3 RT, 30 cm), dan Kelurahan Pela Mampang (9 RT, 50 cm). Ketinggian air mencapai 100 cm di 1 RT Kelurahan Pejaten Timur dan 95 cm di 3 RT Kelurahan Cilandak Timur.
Jakarta Timur juga tidak luput dari dampak Banjir Jakarta, dengan 18 RT terendam. Kelurahan Rawa Terate (1 RT, 35 cm), Kelurahan Bidara Cina (5 RT, 80-85 cm), Kelurahan Kampung Melayu (4 RT, 100 cm), Kelurahan Cawang (5 RT, 80 cm), dan Kelurahan Cililitan (3 RT, 70 cm) menjadi titik-titik terdampak. Luapan Sungai Ciliwung menjadi penyebab utama di wilayah ini.
Di Jakarta Utara, 14 RT dilaporkan terendam banjir. Kelurahan Tanjung Priok (2 RT, 20 cm), Kelurahan Lagoa (2 RT, 10-15 cm), Kelurahan Kebon Bawang (5 RT, 50-60 cm), Kelurahan Sukapura (1 RT, 50 cm), Kelurahan Semper Barat (1 RT, 60 cm), dan Kelurahan Warakas (2 RT, 35 cm) adalah beberapa area yang terdampak. Ketinggian air di wilayah ini cenderung lebih rendah dibandingkan wilayah lain.
Ruas Jalan Terendam dan Penyebab Utama Banjir
Selain permukiman warga, 23 ruas jalan di Jakarta juga dilaporkan tergenang air, mengganggu aktivitas lalu lintas dan mobilitas warga. Ruas jalan yang terdampak tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Jakarta Utara hingga Jakarta Barat. Beberapa di antaranya adalah Jl. Walang Baru VII A, Jl. Pegangsaan Dua, Jl. Hybrida, Jl. Arteri, Jl. Agung Karya VI, Jl. Jampea, dan Jl. Muara Baru.
Daftar ruas jalan lainnya meliputi Jl. Swasembada Raya, Jl. Mahoni, Jl. Kampung Bahari, Jl. Gunung Sahari, Jl. RE Martadinata, Jl. Sungai Brantas Raya, Jl. Syech Nawawi Al Bantani, Jl. Komp. Dewa Ruci, Jl. Lkr. Luar Barat, Jl. Ruko Mutiara Palem Raya, Jl. Kamal Raya, dan Jl. Pol Ppd. Genangan di ruas jalan ini menambah kompleksitas penanganan banjir di ibu kota.
Penyebab utama meluasnya Banjir Jakarta ini adalah kombinasi dari curah hujan yang sangat tinggi dan intensitasnya yang lama di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Selain itu, luapan debit air dari sejumlah sungai besar, khususnya Sungai Ciliwung, turut memperparah kondisi genangan. Fenomena ini sering terjadi saat musim penghujan tiba, menuntut kesiapsiagaan dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah.
Sumber: AntaraNews