Banjir Jakarta Rendam Lima RT dan Tiga Ruas Jalan, Warga Diminta Waspada
Curah hujan tinggi menyebabkan Banjir Jakarta merendam lima RT dan tiga ruas jalan. BPBD DKI Jakarta mengimbau warga tetap waspada dan menghubungi layanan darurat 112 jika diperlukan.
Banjir Jakarta kembali melanda sejumlah wilayah Ibu Kota pada Minggu pagi, 18 Januari, pukul 06.00 WIB. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, setidaknya lima rukun tetangga (RT) dan tiga ruas jalan terendam air. Peristiwa ini merupakan dampak langsung dari curah hujan tinggi yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu sore, 17 Januari.
Mohamad Yohan, Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta, mengonfirmasi data tersebut. Pihaknya terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Kesiapsiagaan menjadi kunci menghadapi potensi banjir lanjutan di tengah musim penghujan.
Masyarakat diimbau untuk tidak panik namun tetap siaga, terutama bagi yang tinggal di daerah rawan banjir. Apabila terjadi situasi darurat, warga dapat segera menghubungi layanan Jakarta Siaga 112 yang beroperasi selama 24 jam penuh dan bebas biaya untuk mendapatkan bantuan. Layanan ini siap merespons laporan masyarakat terkait bencana.
Dampak Banjir Jakarta di Berbagai Wilayah Ibu Kota
Dampak Banjir Jakarta tersebar di beberapa wilayah administrasi. Di Jakarta Utara, satu RT di Kelurahan Ancol mengalami genangan air dengan ketinggian sekitar 25 sentimeter. Sementara itu, kondisi lebih parah terjadi di Jakarta Barat, di mana tiga RT di Kelurahan Kedaung Kali Angke terendam hingga ketinggian air mencapai 60 sentimeter.
Tidak hanya itu, Jakarta Timur juga turut terdampak. Satu RT di Kelurahan Rawa Terate dilaporkan terendam dengan tinggi air sekitar 40 sentimeter. Genangan air ini menyebabkan aktivitas warga di permukiman tersebut sedikit terhambat, meskipun sebagian besar masih dapat beraktivitas dengan hati-hati.
Selain permukiman, tiga ruas jalan utama di Jakarta Barat juga tidak luput dari genangan. Jalan Perumahan Green Garden di Kedoya Utara, Jalan Pangeran Tubagus Angke di Wijaya Kusuma, serta Jalan Pangeran Tubagus Angke Raya di Jelambar Baru, semuanya terendam air setinggi sekitar 20 sentimeter. Kondisi ini tentunya mempengaruhi kelancaran arus lalu lintas di area tersebut.
TPU Pondok Kelapa Tergenang, Petugas Sigap Atasi Banjir
Banjir Jakarta juga merambah ke area pemakaman. Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Kelapa di Duren Sawit, Jakarta Timur, dilaporkan tergenang air akibat hujan deras yang terjadi sejak Sabtu. Muhadi, petugas keamanan TPU Pondok Kelapa, menjelaskan bahwa genangan air mencapai sekitar 30 sentimeter di beberapa petak makam yang berada di dataran rendah.
Muhadi menambahkan, "Akibat curah hujan terlalu tinggi dari kemarin sore. Jadi, ada beberapa makam yang tergenang air, sisa bagian atasnya (batu nisan) aja." Genangan ini fokus pada bagian belakang area pemakaman, sementara makam di dataran tinggi tidak terdampak. Situasi ini sempat menimbulkan kekhawatiran bagi keluarga yang memiliki kerabat dimakamkan di sana.
Namun, genangan air di TPU Pondok Kelapa tidak berlangsung lama. Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) TPU Pondok Kelapa segera bertindak membersihkan saluran air di sekitar lokasi. Berkat upaya cepat ini, air berangsur surut setelah hujan mereda dan selokan kembali berfungsi normal, sehingga kondisi TPU telah kembali normal.
Sumber: AntaraNews