Banjir masih melanda sejumlah wilayah di Ibu Kota Jakarta pada Minggu malam. Sedikitnya 37 rukun tetangga (RT) dan 12 ruas jalan dilaporkan terendam. Kondisi ini terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya.
Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menunjukkan penyebaran genangan di beberapa kota administrasi. Mohamad Yohan, Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta, menyampaikan informasi ini pada Minggu. Pemantauan terus dilakukan untuk memastikan penanganan yang cepat dan tepat.
Ketinggian air bervariasi di setiap lokasi terdampak, mulai dari 10 sentimeter hingga 80 sentimeter. Selain genangan, beberapa warga juga dilaporkan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Pihak berwenang telah mengerahkan personel untuk membantu warga dan menanggulangi dampak banjir Jakarta.
Advertisement
Advertisement
Sebaran Wilayah Terdampak Banjir Jakarta
Data BPBD DKI Jakarta hingga Minggu pukul 20.00 WIB merinci wilayah yang paling terdampak banjir. Jakarta Barat menjadi area dengan jumlah RT terendam terbanyak, mencapai 19 RT. Ketinggian air di sana berkisar antara 10 hingga 50 sentimeter.
Sementara itu, Jakarta Timur mencatat 11 RT yang terendam banjir, dengan ketinggian air yang lebih signifikan, yaitu 60 hingga 80 sentimeter. Jakarta Utara juga tidak luput dari dampak banjir, dengan empat RT terendam setinggi 25-30 sentimeter. Di Jakarta Selatan, tiga RT terdampak dengan ketinggian air sekitar 30 sentimeter.
Beberapa kelurahan di Jakarta Barat yang mengalami genangan tinggi antara lain Kedaung Kali Angke dengan delapan RT (20-50 cm), Rawa Buaya tiga RT (10 cm), Jelambar satu RT (20 cm), Kamal empat RT (25-30 cm), dan Tegal Alur tiga RT (25-30 cm). Di Jakarta Timur, Kelurahan Rawa Terate dua RT (65 cm), Cawang lima RT (80 cm), dan Bidara Cina empat RT (60-80 cm) menjadi fokus perhatian.
Advertisement
Untuk wilayah Jakarta Utara, Kelurahan Pademangan Barat satu RT (30 cm), Tanjung Priok satu RT (25 cm), dan Kapuk Muara dua RT (30 cm) juga terdampak. Di Jakarta Selatan, tiga RT di Kelurahan Cipete Utara terendam 20 cm karena luapan Kali Krukut, seperti yang disampaikan Yohan.
Advertisement
Ruas Jalan Terendam Banjir di Ibu Kota
Selain permukiman warga, banjir Jakarta juga menggenangi sejumlah ruas jalan utama. Tercatat ada 12 ruas jalan terendam banjir, khususnya di wilayah Jakarta Utara. Ketinggian air di jalan-jalan ini bervariasi, mulai dari 10 hingga 50 sentimeter.
Genangan di ruas jalan ini tentu saja mengganggu aktivitas lalu lintas dan mobilitas warga. Pengendara diimbau untuk berhati-hati atau mencari jalur alternatif demi keamanan. Pihak terkait terus berupaya melakukan penanganan agar jalan dapat segera dilalui.
Advertisement
Warga Terdampak dan Upaya Evakuasi
Dampak banjir Jakarta juga menyebabkan beberapa keluarga harus mengungsi dari rumah mereka. Di Jakarta Barat, Kelurahan Tegal Alur mencatat 12 KK atau 29 jiwa pengungsi. Sementara itu, di Kelurahan Kamal terdapat 5 KK atau 22 jiwa yang harus dievakuasi.
Di Jakarta Timur, Kelurahan Rawa Terate menjadi lokasi pengungsian bagi 35 KK atau 105 jiwa. BPBD DKI Jakarta bersama instansi terkait telah menyiapkan posko pengungsian. Mereka juga memastikan ketersediaan kebutuhan dasar bagi para penyintas banjir.
Advertisement
Respons Cepat BPBD DKI dan Imbauan Kewaspadaan
BPBD DKI Jakarta telah mengambil langkah cepat dalam merespons situasi banjir Jakarta ini. Personel telah dikerahkan untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah terdampak. Koordinasi intensif juga dilakukan dengan Dinas Sumber Daya Air (Dinas SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Dinas Gulkarmat).
Upaya penyedotan genangan air dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik terus dilakukan. Kerja sama dengan lurah dan camat setempat sangat penting dalam penanganan ini. BPBD juga menyiapkan kebutuhan dasar bagi para penyintas di lokasi pengungsian.
"Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan," kata Mohamad Yohan. Ia juga menambahkan bahwa dalam keadaan darurat, masyarakat dapat segera menghubungi nomor telepon 112. Imbauan ini penting untuk keselamatan dan penanganan cepat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews