Pemkot Jaksel Gelar Kerja Bakti Skala Besar: Pengerukan Kali Pesanggrahan Jakarta Selatan Dimulai untuk Atasi Banjir

Pemerintah Kota Jakarta Selatan memulai pengerukan Kali Pesanggrahan secara besar-besaran, sebuah upaya strategis untuk menormalisasi bantaran kali dan mengurangi risiko banjir di wilayah tersebut.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkot Jaksel Gelar Kerja Bakti Skala Besar: Pengerukan Kali Pesanggrahan Jakarta Selatan Dimulai untuk Atasi Banjir
Pemerintah Kota Jakarta Selatan memulai pengerukan Kali Pesanggrahan secara besar-besaran, sebuah upaya strategis untuk menormalisasi bantaran kali dan mengurangi risiko banjir di wilayah tersebut. (AntaraNews)

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan telah melancarkan kerja bakti skala besar di Kali Pesanggrahan. Kegiatan ini berfokus pada normalisasi bantaran kali di perbatasan Kecamatan Kebayoran Lama dan Pesanggrahan. Upaya ini merupakan langkah proaktif untuk meminimalisir risiko banjir yang kerap melanda kawasan tersebut.

Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar menyatakan bahwa fokus utama adalah normalisasi bantaran kali yang mengalami pendangkalan dan perubahan struktur. Kondisi ini menyebabkan aliran air mengikis sisi tanggul dan berpotensi merusak struktur. Kerja bakti ini menjadi yang pertama kali dilakukan se-DKI Jakarta setelah Lebaran 2026.

Pengerukan lumpur masif ini dijadwalkan berlangsung mulai Minggu (05/4) hingga akhir tahun. Targetnya adalah mengangkat sekitar 36.174 meter kubik lumpur sepanjang 1.244 meter. Diharapkan, kegiatan ini dapat secara signifikan mengurangi genangan air di area bantaran Kali Pesanggrahan.

Upaya Normalisasi dan Target Pengerukan Kali Pesanggrahan Jakarta Selatan

Kondisi Kali Pesanggrahan yang mengalami pendangkalan dan perubahan struktur telah menjadi perhatian serius Pemkot Jakarta Selatan. Bantaran kali yang semula sudah tinggi dan menjadi daratan, menyebabkan air menggerus ke sisi kanan, sehingga berisiko merusak tanggul. Oleh karena itu, kegiatan pengerukan ini menjadi krusial untuk mengembalikan fungsi alami kali.

Wali Kota Muhammad Anwar menegaskan pentingnya normalisasi ini untuk mencegah dampak lebih buruk di masa mendatang. "Mudah-mudahan, dengan kegiatan kerja bakti ini, genangan air di wilayah bantaran Kali Pesanggrahan dapat berkurang," ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan optimisme terhadap hasil pengerukan yang dilakukan.

Pengerukan lumpur yang ditargetkan mencapai 36.174 meter kubik akan dilakukan secara bertahap. Area pengerukan mencakup panjang 1.244 meter, memastikan penanganan menyeluruh terhadap titik-titik kritis pendangkalan. Ini adalah komitmen jangka panjang untuk menjaga kelancaran aliran air dan mencegah banjir.

Pengerahan Personel dan Dampak Positif bagi Warga

Untuk menyukseskan kerja bakti skala besar ini, Pemkot Jakarta Selatan mengerahkan sekitar 600 personel gabungan. Selain itu, lima unit alat berat juga diturunkan untuk mempercepat proses pengerukan lumpur. Pengerahan sumber daya besar ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani masalah banjir.

Kegiatan ini diharapkan mampu mengurangi genangan, khususnya di kawasan IKPN yang seringkali terdampak banjir parah. Wali Kota Anwar optimis bahwa jika lumpur berhasil diangkat dan aliran air dinormalisasi, wilayah IKPN tidak akan lagi mengalami banjir yang parah. Ini akan membawa dampak positif bagi ribuan warga.

Komitmen Pemkot Jakarta Selatan tidak berhenti pada satu kegiatan ini saja. Pemerintah kota berencana melanjutkan kegiatan serupa secara rutin setiap pekan. Langkah ini menunjukkan pendekatan berkelanjutan dalam menjaga kebersihan dan kelancaran aliran air di seluruh wilayah Jakarta Selatan.

Rincian Teknis Pengerukan dan Aksi Konservasi Lingkungan

Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan, Santo, menjelaskan lebih lanjut mengenai detail teknis pengerukan. Pengerukan di segmen Kelurahan Ulujami mencakup panjang 1.444 meter, dengan volume lumpur yang sama, yaitu sekitar 36.174 meter kubik. Ini menunjukkan cakupan area yang luas dan terencana.

Lumpur hasil pengerukan tidak akan langsung dibuang, melainkan ditransitkan ke beberapa titik terlebih dahulu. Setelah itu, lumpur akan dibuang ke Ancol, memastikan penanganan limbah yang terkoordinasi dan tidak menimbulkan masalah baru. Proses ini direncanakan dengan matang untuk efisiensi.

Selain pengerukan, Wali Kota Anwar bersama jajarannya juga melakukan aksi pelepasan ikan tawes di Kali Pesanggrahan. Pelepasan ribuan bibit ikan ini merupakan bagian dari upaya konservasi perairan yang umum dilakukan, melibatkan pemerintah, TNI/Polri, dan warga. Tujuannya adalah menjaga kelestarian ekosistem, meningkatkan populasi ikan lokal, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi