Banjir Jakarta Rendam 39 RT dan 13 Ruas Jalan, BPBD DKI Imbau Warga Waspada
Hujan deras memicu Banjir Jakarta, merendam puluhan RT dan belasan ruas jalan di Jakarta Barat dan Selatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk penanganan dan mengimbau warga waspada.
Banjir melanda sejumlah wilayah di Jakarta pada Minggu (8/3) akibat intensitas hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak Sabtu hingga Minggu. Fenomena ini menyebabkan genangan air di berbagai titik, mengganggu aktivitas warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa sebanyak 39 Rukun Tetangga (RT) dan 13 ruas jalan terdampak banjir. Wilayah yang paling parah terendam berada di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan, dengan ketinggian air yang bervariasi.
Mohamad Yohan, Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, menyatakan bahwa ketinggian air berkisar antara 20 sentimeter hingga tertinggi mencapai 1,5 meter di beberapa lokasi. BPBD DKI Jakarta telah mengambil langkah-langkah penanganan guna mengurangi dampak bencana ini.
Sebaran Wilayah Terdampak Banjir Jakarta
Data terkini dari BPBD DKI Jakarta menunjukkan bahwa genangan air akibat banjir Jakarta tersebar di dua wilayah administratif utama. Jakarta Barat mencatat 19 RT terendam, sementara Jakarta Selatan mengalami dampak di 20 RT.
Di Jakarta Barat, beberapa kelurahan yang terdampak meliputi Kedaung Kali Angke (4 RT dengan ketinggian 60-70 cm), Kedoya Selatan (4 RT, 30 cm), Kedoya Utara (4 RT, 20 cm), Sukabumi Selatan (2 RT, 120 cm), Joglo (1 RT, 65 cm), Kembangan Selatan (2 RT, 50 cm), dan Kembangan Utara (2 RT, 60 cm).
Sementara itu, di Jakarta Selatan, genangan melanda Kelurahan Cilandak Barat (1 RT, 120 cm), Cipete Utara (3 RT, 100 cm), Petogogan (12 RT, 20 cm), Pela Mampang (1 RT, 150 cm), Duren Tiga (1 RT, 50 cm), dan Cilandak Timur (2 RT, 120 cm). Salah satu RT di Kelurahan Pela Mampang bahkan terendam hingga 1,5 meter, menunjukkan tingkat keparahan genangan di area tersebut.
Ruas Jalan Utama Terendam Banjir dan Dampaknya
Selain permukiman warga, 13 ruas jalan di Jakarta juga tidak luput dari genangan air akibat banjir Jakarta. Ketinggian air di jalan-jalan ini berkisar antara 10 sentimeter hingga 120 sentimeter, mengganggu mobilitas warga dan lalu lintas.
Beberapa jalan yang terendam meliputi Jl. Srengseng Raya (Kel. Srengseng), Jl. Daan Mogot KM 13 (Kel. Rawa Buaya), Jl. Perumahan Green Garden (MCD, Kel. Kedoya Utara), Jl. Meruya Selatan (Kel. Meruya Selatan), dan Jl. Daan Mogot (Depan Victoria, Kel. Cengkareng Timur).
Daftar jalan lainnya yang terdampak adalah Jl. Daan Mogot Halte Taman Kota (Kel. Kedaung Kali Angke), Jl. Kapten Pierre Tendean (Kel. Kuningan Barat), Jl. Ciledug Raya di tiga titik (Seskoal, Kolong ITC, Pom Bensin Shell), Jl. Bintaro Permai Raya (H. Gari, Kel. Pesanggrahan), Jl. Beo (Kel. Pesanggrahan), dan Jl. Swadarma Raya (Kel. Ulujami). Kondisi ini memerlukan kewaspadaan ekstra bagi pengguna jalan.
Upaya Penanganan dan Imbauan BPBD DKI Jakarta
Untuk menanggulangi dampak banjir Jakarta, BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personelnya ke lokasi-lokokasi terdampak. Mereka bertugas memonitor kondisi genangan di setiap wilayah secara intensif.
BPBD DKI Jakarta juga berkoordinasi dengan unsur Dinas Sumber Daya Air (Dinas SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Dinas Gulkarmat). Koordinasi ini bertujuan untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik, sehingga air dapat surut lebih cepat.
Mohamad Yohan mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan yang mungkin terjadi. Dalam keadaan darurat, warga diminta untuk segera menghubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam nonstop untuk membantu penanganan kejadian darurat.
Sumber: AntaraNews