Waspada, Pesisir Utara Jakarta Berpotensi Hadapi Banjir Rob hingga 9 April 2026
BPBD DKI Jakarta mengimbau warga pesisir utara Jakarta untuk waspada terhadap potensi Banjir Rob yang diperkirakan terjadi pada 5-9 April 2026 akibat fenomena pasang maksimum air laut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini. Potensi banjir rob mengancam wilayah pesisir utara ibu kota. Fenomena ini diperkirakan berlangsung selama beberapa hari ke depan.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Maritim Tanjung Priok, banjir rob ini akan terjadi. Periode berlangsungnya adalah dari tanggal 5 hingga 9 April 2026. Puncak pasang maksimum air laut diprediksi pada malam hari.
Sejumlah wilayah pesisir seperti Kamal Muara, Pluit, Ancol, hingga Kepulauan Seribu berisiko tinggi. Masyarakat diimbau segera mengambil langkah antisipasi. Ini penting untuk mengurangi dampak yang mungkin timbul.
Potensi dan Penyebab Banjir Rob di Jakarta
BPBD DKI Jakarta, melalui akun Instagram resminya, telah mengumumkan peringatan terkait potensi banjir rob yang mengancam kawasan pesisir utara Jakarta. Peringatan ini didasarkan pada analisis BMKG Kelas I Maritim Tanjung Priok yang mengidentifikasi adanya fenomena alam tertentu.
Penyebab utama dari potensi banjir rob ini adalah kombinasi antara pasang maksimum air laut dan fase bulan purnama yang terjadi secara bersamaan. Kondisi ini secara signifikan dapat meningkatkan tinggi pasang air laut, memicu genangan di area daratan rendah.
Puncak pasang maksimum diperkirakan terjadi antara pukul 23.00 hingga 02.00 WIB setiap harinya selama periode tersebut. Wilayah yang diidentifikasi berisiko meliputi Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok, dan Kepulauan Seribu.
Imbauan dan Langkah Antisipasi Warga Hadapi Banjir Rob
Mengingat potensi dampak yang serius, BPBD DKI Jakarta mengimbau warga di daerah pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem. Masyarakat diharapkan tidak mengabaikan peringatan ini dan segera mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan.
Warga disarankan untuk menghindari aktivitas di area pesisir yang berisiko tinggi terdampak banjir rob, terutama saat air laut sedang pasang tinggi. Selain itu, penting bagi setiap rumah tangga untuk memastikan sistem drainase di lingkungan sekitar tempat tinggal berfungsi dengan baik.
Untuk mendapatkan informasi terkini dan akurat mengenai gelombang air laut, masyarakat dapat memantau laman resmi BPBD DKI Jakarta. Apabila menghadapi kondisi darurat atau membutuhkan pertolongan segera, warga dapat menghubungi Call Center Jakarta Siaga 112.
Sumber: AntaraNews