Kenapa Ban SUV Mudah Retak Saat Kemarau? Ternyata Ini Penyebabnya
Pengemudi SUV harus lebih memperhatikan kondisi ban, terutama ketika menghadapi cuaca panas yang ekstrem selama musim kemarau.
Pertumbuhan mobil SUV di Indonesia terus menunjukkan tren yang positif, seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan kendaraan yang nyaman, fleksibel, dan tangguh untuk berbagai kondisi jalan. Meskipun popularitas SUV terus meningkat, pemilik kendaraan jenis ini perlu lebih memperhatikan kondisi ban, terutama saat menghadapi cuaca panas ekstrem di musim kemarau.
Suhu jalan yang meningkat dapat memengaruhi tekanan angin di dalam ban, yang sering kali diabaikan oleh pemilik kendaraan. Hal ini berpotensi menyebabkan keausan yang tidak merata hingga risiko pecah ban, terutama ketika kendaraan digunakan untuk perjalanan jarak jauh atau melaju pada kecepatan tinggi.
Menurut data teknis dari industri ban, tekanan udara dalam ban dapat meningkat sekitar 1 PSI setiap kenaikan suhu 5–6 derajat Celsius. Pada SUV yang memiliki bobot lebih berat dibandingkan mobil penumpang biasa, beban kerja ban menjadi semakin berat, terutama ketika melintasi permukaan aspal yang panas.
Apriyanto Yuwono, National Sales Manager Passenger Car Radial PT Hankook Tire Sales Indonesia (HTSI), menjelaskan bahwa peningkatan suhu pada ban adalah kondisi normal saat kendaraan digunakan. Namun, jika suhu dan tekanan angin meningkat secara berlebihan, risiko kerusakan ban juga akan meningkat.
"Peningkatan suhu pada ban saat berkendara, terutama di musim kemarau, adalah kondisi yang normal. Namun, jika suhu dan tekanan angin di dalam ban meningkat secara berlebihan, kondisi tersebut dapat mengurangi daya cengkeram hingga meningkatkan risiko pecah ban. Oleh karena itu, penting bagi pengguna SUV untuk memeriksa tekanan angin secara berkala, terutama saat kondisi ban masih dingin agar pengendara tidak mengisi tekanan angin secara berlebihan," ujar Apriyanto.
Selain suhu yang tinggi, kondisi jalan yang rusak juga menjadi faktor yang memperbesar potensi kerusakan ban SUV. Hal ini semakin relevan setelah adanya kerusakan jalan di beberapa titik Tol Jagorawi pada awal Mei lalu. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyoroti bahwa faktor internal ban, seperti tekanan angin yang tidak ideal, menjadi salah satu penyebab yang meningkatkan risiko kecelakaan di jalan tol.
Ban yang sudah aus, retak, atau memiliki tekanan angin yang tidak sesuai akan lebih rentan mengalami blowout ketika menghantam permukaan jalan yang rusak dalam kecepatan tinggi. Oleh karena itu, pemilik SUV disarankan untuk rutin melakukan pengecekan kondisi ban sebelum berkendara.
Tips Memilih Ban SUV
Agar kendaraan tetap berfungsi secara optimal dan mengurangi risiko keausan serta pecah ban, terdapat beberapa aspek penting yang harus diperhatikan saat memilih ban untuk SUV.
1. Pilih Desain Tapak dengan Distribusi Tekanan Merata Desain tapak ban yang memiliki profil kotak atau disebut juga square profile dapat mendistribusikan beban kendaraan secara merata ke seluruh permukaan ban. Teknologi ini berfungsi untuk meningkatkan stabilitas kendaraan dan mencegah keausan yang tidak merata yang disebabkan oleh tekanan berlebih di titik tertentu. Dengan distribusi tekanan yang baik, hal ini juga membantu mengurangi akumulasi panas saat kendaraan digunakan di jalan dengan suhu tinggi.
2. Perhatikan Kekuatan Struktur Tapak Selain desain tapak, kekakuan pola tapak atau high stiffness pattern juga merupakan faktor penting yang harus diperhatikan. Struktur tapak yang kuat dapat menjaga bentuk permukaan ban tetap stabil saat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi atau saat membawa beban berat. Ini sangat krusial bagi pengguna SUV yang sering melakukan perjalanan jauh atau membawa muatan penuh.
3. Sesuaikan dengan Karakter Penggunaan Kendaraan Pemilihan ban juga sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan sehari-hari. Untuk penggunaan di jalan aspal perkotaan, ban yang menawarkan kenyamanan, stabilitas, dan tingkat kebisingan yang rendah merupakan pilihan yang ideal. Di sisi lain, bagi mereka yang sering melintasi medan berat atau membawa beban berat, diperlukan ban yang memiliki daya tahan struktur dan kemampuan traksi yang lebih baik untuk menjaga keamanan berkendara.
Ban dengan Teknologi Terbaru
Seiring dengan meningkatnya permintaan akan kendaraan SUV, produsen ban mulai mengembangkan teknologi yang khusus ditujukan untuk menghadapi kondisi jalan dan cuaca yang ekstrem.
Desain tapak ban modern kini difokuskan untuk menjaga distribusi tekanan agar tetap seimbang, mengurangi panas berlebih, dan mempertahankan traksi yang optimal. Teknologi seperti square profile dan high stiffness pattern dihadirkan sebagai solusi untuk meningkatkan stabilitas dan mengurangi risiko blowout.
"Pengguna SUV perlu memahami bahwa ban bukan hanya komponen pelengkap, tetapi bagian penting dari sistem keselamatan kendaraan. Teknologi distribusi tekanan dan struktur tapak yang kuat membantu mengurangi risiko blowout sekaligus meningkatkan efisiensi jangka panjang," ungkap Apriyanto.
Dalam segmen pasar SUV, Hankook meluncurkan lini ban Dynapro yang terdiri dari varian HPX dan HT. Kedua produk ini dirancang untuk mendukung efisiensi jangka panjang dengan umur pakai yang lebih lama serta performa yang tetap konsisten dalam berbagai kondisi jalan.