Banjir Rob Jakarta Landa 23 RT dan Dua Ruas Jalan, BPBD DKI Siaga Penuh
BPBD DKI Jakarta melaporkan 23 RT dan dua ruas jalan di Jakarta Utara serta Kepulauan Seribu terdampak Banjir Rob Jakarta pada Sabtu siang. Petugas siaga penuh!
Sebanyak 23 Rukun Tetangga (RT) dan dua ruas jalan di wilayah Jakarta Utara serta Kabupaten Kepulauan Seribu terendam banjir rob pada Sabtu siang, 6 Desember. Peristiwa ini terjadi akibat fenomena pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan fase bulan purnama dan perigee. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah merinci lokasi terdampak dan mengerahkan petugas untuk penanganan.
Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengonfirmasi data tersebut kepada awak media di Jakarta. Genangan air bervariasi antara 10 hingga 60 sentimeter di berbagai titik. Kondisi ini telah menyebabkan gangguan aktivitas warga di beberapa permukiman dan ruas jalan utama.
Peringatan dini banjir pesisir atau rob sebelumnya telah dikeluarkan oleh BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok. Peringatan ini berlaku dari tanggal 1 hingga 10 Desember 2025. BPBD DKI Jakarta kini fokus pada penanganan cepat dan memastikan keselamatan masyarakat yang terdampak.
Dampak Banjir Rob di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
Data terbaru dari BPBD DKI Jakarta menunjukkan bahwa Banjir Rob Jakarta telah meluas ke berbagai titik vital. Di Jakarta Utara, enam RT terendam, meliputi tiga RT di Kelurahan Pluit dengan ketinggian air 25-60 cm dan tiga RT di Kelurahan Marunda dengan ketinggian 25-35 cm. Kondisi ini memerlukan respons cepat dari pihak berwenang.
Selain permukiman, dua ruas jalan utama juga tidak luput dari genangan air. Jalan RE Martadinata di depan Jakarta International Stadium (JIS) dan Jalan Lodan Raya di Kelurahan Ancol tergenang setinggi 20-25 cm. Petugas Dinas Sumber Daya Air dan Dinas Bina Marga sedang berupaya menangani genangan ini.
Sementara itu, Kabupaten Kepulauan Seribu mengalami dampak yang lebih signifikan dengan 17 RT tergenang. Kelurahan Pulau Tidung, Pulau Harapan, Pulau Panggang, Pulau Pari, dan Pulau Kelapa menjadi wilayah yang terdampak. Ketinggian air di sana bervariasi mulai dari 10 cm hingga 30 cm, menunjukkan kerentanan wilayah pesisir terhadap fenomena ini.
Mohamad Yohan menegaskan bahwa semua lokasi yang terdampak Banjir Rob Jakarta sedang dalam penanganan intensif. Koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk memastikan genangan dapat surut dalam waktu singkat. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Penyebab dan Peringatan Dini Banjir Rob
Fenomena Banjir Rob Jakarta kali ini telah diprediksi sebelumnya oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok mengeluarkan peringatan dini banjir pesisir yang berlaku dari 1 hingga 10 Desember 2025. Peringatan ini dikeluarkan sebagai respons terhadap potensi peningkatan ketinggian pasang air laut maksimum.
Peningkatan pasang air laut ini diakibatkan oleh kombinasi fenomena alam yang terjadi secara bersamaan. Yaitu pasang maksimum air laut, fase bulan purnama, dan perigee atau yang dikenal sebagai supermoon. Ketiga faktor ini secara sinergis meningkatkan potensi terjadinya banjir rob di wilayah pesisir utara Jakarta.
Dampak dari kondisi ini juga terlihat pada peningkatan tinggi muka air di Pintu Air Pasar Ikan, yang mencapai status Bahaya atau Siaga 1 pada Sabtu pagi pukul 09.00 WIB. Status siaga ini menunjukkan tingkat kewaspadaan yang tinggi terhadap potensi genangan yang lebih luas. Situasi ini memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak terkait.
Sebelumnya pada Sabtu pagi, BPBD DKI Jakarta juga telah mencatat 16 RT dan satu ruas jalan di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu tergenang banjir rob. Peningkatan jumlah RT terdampak pada siang hari menunjukkan dinamika situasi yang memerlukan pemantauan berkelanjutan. Upaya mitigasi dan penanganan terus ditingkatkan.
Respons dan Imbauan BPBD DKI Jakarta
Merespons situasi Banjir Rob Jakarta yang meluas, BPBD DKI Jakarta segera mengerahkan personel ke lapangan. Petugas ditugaskan untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah terdampak secara real-time. Langkah ini penting untuk memastikan informasi akurat dan respons yang cepat.
BPBD juga berkoordinasi erat dengan berbagai dinas terkait, termasuk Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan. Kolaborasi ini bertujuan untuk melakukan penyedotan genangan air dan memastikan fungsi tali-tali air berjalan optimal. Lurah dan camat setempat juga turut dilibatkan dalam upaya penanganan ini.
Mohamad Yohan menyatakan komitmen BPBD DKI Jakarta untuk menargetkan genangan agar surut dalam waktu cepat. Selain itu, BPBD juga menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas jika diperlukan. Kesiapsiagaan ini menjadi kunci dalam menghadapi dampak bencana alam.
Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan lebih lanjut. Dalam keadaan darurat, BPBD mengingatkan warga untuk tidak ragu menghubungi nomor telepon 112. Layanan darurat ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop untuk membantu warga yang membutuhkan.
Sumber: AntaraNews