Banjir Jakarta: 115 RT dan 16 Ruas Jalan Tergenang Akibat Hujan Deras
Hujan deras yang melanda Jakarta menyebabkan banjir Jakarta merendam 115 Rukun Tetangga (RT) dan 16 ruas jalan. BPBD DKI Jakarta terus melakukan penanganan dan mengimbau warga untuk waspada.
Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu (7/3) hingga Minggu (8/3) menyebabkan sejumlah wilayah ibu kota terendam banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa hingga Minggu pukul 15.00 WIB, sebanyak 115 Rukun Tetangga (RT) dan 16 ruas jalan terdampak genangan air. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 20 sentimeter hingga mencapai 1,8 meter di beberapa lokasi.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan di setiap wilayah. Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan. Upaya ini bertujuan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi para penyintas banjir.
Data terkini menunjukkan bahwa genangan banjir tersebar di beberapa wilayah administrasi, termasuk Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur. Kondisi ini memaksa sejumlah warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. BPBD DKI Jakarta menargetkan genangan dapat surut dalam waktu cepat, sembari terus mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan lebih lanjut.
Sejumlah Wilayah Jakarta Terdampak Banjir
Banjir yang melanda Jakarta pada Minggu sore tercatat merendam 115 RT dan 16 ruas jalan di berbagai wilayah. Di Jakarta Barat, terdapat 33 RT yang terdampak, meliputi Kelurahan Kedaung Kali Angke dengan ketinggian 70 cm di 4 RT, Kelurahan Rawa Buaya dengan 9 RT terendam 60 hingga 120 cm, serta Kelurahan Jelembar Baru dengan 1 RT setinggi 40 cm. Selain itu, Kelurahan Kebon Jeruk (1 RT, 20 cm), Kelurahan Kedoya Selatan (4 RT, 70 cm), Kelurahan Kedoya Utara (4 RT, 20 cm), Kelurahan Sukabumi Selatan (2 RT, 100 cm), Kelurahan Joglo (1 RT, 65 cm), Kelurahan Kembangan Selatan (5 RT, 50-70 cm), dan Kelurahan Kembangan Utara (2 RT, 65 cm) juga mengalami genangan.
Sementara itu, Jakarta Selatan menjadi wilayah dengan jumlah RT terdampak terbanyak, yakni 51 RT. Kelurahan Petogogan mencatat 39 RT terendam dengan ketinggian 70 cm. Kelurahan Kuningan Barat memiliki 9 RT yang ketinggian airnya bervariasi antara 60 hingga 180 cm. Kelurahan Pela Mampang (1 RT, 45 cm) dan Kelurahan Duren Tiga (2 RT, 60 cm) turut terdampak banjir. Di Jakarta Timur, genangan air melanda 31 RT, termasuk Kelurahan Pondok Bambu (1 RT, 70 cm), Kelurahan Cipinang Melayu (12 RT, 30-50 cm), Kelurahan Halim Perdana Kusuma (15 RT, 30-90 cm), dan Kelurahan Kebon Pala (3 RT, 20 cm).
Selain RT, 16 ruas jalan juga tergenang dengan ketinggian air antara 10 cm hingga 40 cm. Jalan-jalan tersebut tersebar di beberapa kelurahan seperti Jalan Srengseng Raya (Srengseng), Jalan Daan Mogot KM 13 (Rawa Buaya), Jalan Perumahan Green Garden (Kedoya Utara), Jalan Meruya Selatan (Meruya Selatan), dan Jalan Daan Mogot depan Victoria (Cengkareng Timur). Jalan Daan Mogot Halte Taman Kota (Kedaung Kali Angke), Jalan Kapten Pierre Tendean (Kuningan Barat), Jalan Bintaro Permai Raya (Pesanggrahan), Jalan Beo (Pesanggrahan), Jalan Swadarma Raya (Ulujami), Jalan Puri Kembangan (Kedoya Selatan), Jalan Kramat Raya (Tugu Utara), Jalan Rawa Indah (Pegangsaan Dua), Jalan Karet Pasar Baru Barat I (Karet Tengsin), Jalan Petamburan II (Petamburan), dan Jalan Bendungan Hilir (Bendungan Hilir) juga tidak luput dari genangan.
Upaya Penanganan dan Evakuasi Korban Banjir
BPBD DKI Jakarta tidak tinggal diam dalam menghadapi dampak banjir ini. Berbagai upaya penanggulangan telah dilakukan di lokasi-lokasi terdampak. Personel BPBD DKI Jakarta dikerahkan untuk memonitor kondisi genangan secara langsung di setiap wilayah. Selain itu, koordinasi intensif dilakukan dengan Dinas SDA, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat untuk mempercepat proses penyedotan genangan air. Langkah ini penting untuk memastikan tali-tali air berfungsi optimal dan genangan dapat surut secepatnya.
Akibat banjir, tercatat ada warga yang harus mengungsi. Sebanyak 46 Kepala Keluarga (KK) atau 72 jiwa dari Kelurahan Pejaten Barat, Jakarta Selatan, mengungsi di Mushola Al Inayah RT 13/RW 08. Sementara itu, 12 KK atau 50 jiwa dari Kelurahan Kuningan Barat mencari perlindungan di Masjid Baitussalam. BPBD DKI Jakarta juga telah menyiapkan kebutuhan dasar bagi para penyintas di lokasi pengungsian untuk memastikan kenyamanan dan keamanan mereka selama masa darurat.
Imbauan Kewaspadaan untuk Warga Jakarta
Mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi menimbulkan genangan, BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan waspada. Warga diminta untuk memantau informasi terkini mengenai perkembangan banjir dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan. Kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Dalam situasi darurat, masyarakat diimbau untuk segera menghubungi nomor telepon 112. Layanan darurat ini beroperasi selama 24 jam non-stop dan gratis. Dengan menghubungi 112, warga dapat melaporkan kejadian banjir atau meminta bantuan darurat, sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. BPBD DKI Jakarta berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik dalam upaya penanggulangan bencana di ibu kota.
Sumber: AntaraNews