Banjir Jakarta Utara: Empat RT dan Belasan Ruas Jalan Terendam Akibat Hujan Deras

Hujan deras sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi menyebabkan Banjir Jakarta Utara, merendam empat RT dan 18 ruas jalan dengan ketinggian air bervariasi, memicu upaya penanganan dari BPBD DKI Jakarta.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Banjir Jakarta Utara: Empat RT dan Belasan Ruas Jalan Terendam Akibat Hujan Deras
Hujan deras sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi menyebabkan Banjir Jakarta Utara, merendam empat RT dan 18 ruas jalan dengan ketinggian air bervariasi, memicu upaya penanganan dari BPBD DKI Jakarta. (AntaraNews)

Jakarta Utara dilanda banjir pada Minggu siang, 18 Januari, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi. Fenomena ini menyebabkan empat rukun tetangga (RT) dan 18 ruas jalan utama terendam air. Ketinggian genangan bervariasi di berbagai lokasi terdampak, menciptakan gangguan signifikan bagi aktivitas warga.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengonfirmasi kondisi ini pada Minggu pukul 11.00 WIB. Ia menjelaskan bahwa curah hujan yang tinggi menjadi pemicu utama terjadinya genangan air di sejumlah titik vital.

Banjir Jakarta Utara ini memerlukan respons cepat dari pihak berwenang untuk meminimalisir dampak lebih lanjut. BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memonitor situasi dan berkoordinasi dengan dinas terkait guna mempercepat penyedotan genangan air.

Banjir Jakarta Utara tidak hanya menggenangi ruas jalan, tetapi juga merendam sejumlah permukiman warga. Tercatat, satu RT di Kelurahan Ancol terendam dengan ketinggian air mencapai 25 sentimeter (cm).

Selain itu, dua RT di Kelurahan Pademangan Barat juga terdampak banjir dengan ketinggian air sekitar 30 cm. Kondisi serupa juga terjadi di Kelurahan Kapuk Muara, di mana satu RT terendam hingga 30 cm.

Mohamad Yohan dari BPBD DKI Jakarta menegaskan, “Banjir ini dipicu curah hujan yang tinggi.” Ketinggian air terparah tercatat di Jalan Kampung Sepatan, Kelurahan Rorotan Cilincing, mencapai 100 cm.

Titik lain dengan genangan tinggi adalah Jalan Karang Bolong Raya, Ancol, yang mencapai 70 cm. Kondisi ini menunjukkan sebaran dampak banjir yang cukup luas di wilayah Jakarta Utara.

Sebanyak 18 ruas jalan di Jakarta Utara juga tidak luput dari genangan air, menghambat mobilitas warga dan arus lalu lintas. Di Kecamatan Cilincing, beberapa jalan yang terendam meliputi Jalan Cakung Cilincing (20 cm), Jalan Kalibaru Barat (30 cm), Jalan Raya Cilincing Kalibaru (20 cm), dan Jalan Babel TNI Rorotan (40 cm).

Kecamatan Kelapa Gading turut mengalami dampak banjir Jakarta Utara di beberapa titik strategis. Jalan Boulevard Barat Depan Lotte Mart terendam 15 cm, Jalan Boulevard Barat My Bank 20 cm, dan Jalan Boulevard Utara 15 cm.

Selanjutnya, di Kecamatan Tanjung Priok, Jalan Gaya Motor Raya di depan Kodim 0502 Jakarta Utara, Kelurahan Sungai Bambu, terendam banjir setinggi 50 cm. Kondisi ini menambah daftar panjang ruas jalan yang terganggu akibat curah hujan ekstrem.

Kecamatan Penjaringan juga menghadapi genangan serius, seperti di Jalan Jembatan Tiga Raya (60 cm), Jalan Pluit Selatan Raya depan Kantor Kecamatan Penjaringan (25 cm), Jalan Pluit Raya depan Hotel JP Penjaringan (45 cm), Jalan Tanah Merah Penjaringan (30 cm), Jalan Muara Baru depan Apartemen Pluit Sea View (50 cm), dan pintu Pelabuhan Nizam Zachman (50 cm). Di Kecamatan Koja, Jalan Kramat Jaya depan Jakarta Islamic Center (10 cm) dan Jalan Mangga Kelurahan Tugu (10 cm) juga terendam.

Menanggapi situasi Banjir Jakarta Utara, BPBD DKI Jakarta segera mengambil langkah-langkah mitigasi dan penanganan. Personel telah dikerahkan untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah terdampak.

Koordinasi intensif dilakukan dengan berbagai unsur dinas terkait, termasuk Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat. Upaya ini bertujuan untuk memastikan penyedotan genangan berjalan efektif dan tali-tali air berfungsi dengan baik.

Selain itu, BPBD DKI Jakarta juga bekerja sama dengan para lurah dan camat setempat untuk memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik. Mereka juga menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas yang mungkin terdampak.

Mohamad Yohan menyatakan, “Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat.” Prioritas utama adalah mempercepat surutnya air dan memulihkan kondisi normal di area yang terendam.

  • Kecamatan Cilincing:
    • Jalan Cakung Cilincing: 20 cm
    • Jalan Kalibaru Barat: 30 cm
    • Jalan Raya Cilincing Kalibaru: 20 cm
    • Jalan Babel TNI Rorotan: 40 cm
  • Jalan Boulevard Barat Depan Lotte Mart: 15 cm
  • Jalan Boulevard Barat My Bank: 20 cm
  • Jalan Boulevard Utara: 15 cm
  • Jalan Gaya Motor Raya depan Kodim 0502 Jakarta Utara Kelurahan Sungai Bambu: 50 cm
  • Jalan Jembatan Tiga Raya: 60 cm
  • Jalan Pluit Selatan Raya depan Kantor Kecamatan Penjaringan: 25 cm
  • Jalan Pluit Raya depan Hotel JP Penjaringan: 45 cm
  • Jalan Tanah Merah Penjaringan: 30 cm
  • Jalan Muara Baru depan Apartemen Pluit Sea View: 50 cm
  • Pintu Pelabuhan Nizam Zachman: 50 cm
  • Jalan Kramat Jaya depan Jakarta Islamic Center: 10 cm
  • Jalan Mangga Kelurahan Tugu: 10 cm

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi