Hujan Guyur Jakarta, Pintu Air Pasar Ikan Siaga 2
Kondisi ini menandakan meningkatnya risiko genangan, khususnya di wilayah pesisir utara Jakarta.
Hujan mengguyur Jakarta sore ini. Sejumlah pintu air di DKI Jakarta pun mengalami kenaikan tinggi muka air (TMA) pada Kamis (30/4/2026) malam.
Berdasarkan data pantauan BPBD DKI Jakarta pukul 18.55 WIB, Pasar Ikan–Laut menjadi titik dengan status tertinggi, yakni 204 sentimeter atau Siaga II.
Kondisi ini menandakan meningkatnya risiko genangan, khususnya di wilayah pesisir utara Jakarta.
Kenaikan drastis juga terjadi di Pos Krukut Hulu. Dalam satu jam, TMA melonjak dari 70 cm pada pukul 17.00 WIB menjadi 240 cm pada pukul 18.00 WIB.
Lonjakan ini menempatkan wilayah tersebut pada status Siaga III, yang berarti perlu kewaspadaan terhadap potensi luapan air di sekitar aliran sungai.
Kondisi Pintu Air Utama
Di pintu air utama, Manggarai Banjir Kanal Barat (BKB) mencatat TMA sebesar 580 cm. Meski turun tipis dari 590 cm satu jam sebelumnya, level ini masih tergolong tinggi. Sementara itu, Pintu Air Karet mengalami peningkatan cukup signifikan dari 40 cm menjadi 150 cm dalam satu jam terakhir.
Untuk wilayah hulu, kondisi masih terpantau relatif aman. Bendung Katulampa berada di angka 40 cm, sedangkan Pos Depok tercatat 140 cm. Hal ini menunjukkan debit air kiriman dari hulu belum dalam kondisi ekstrem.
Beberapa titik lainnya terpantau stabil, di antaranya Pos Pesanggrahan 50 cm, Pos Cipinang Hulu 100 cm, Pos Sunter Hulu 300 cm, dan Pulo Gadung 300 cm. Sementara Pos Angke Hulu berada di angka -155 cm, yang menunjukkan kondisi aliran air relatif aman.
BPBD Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem
Sebelumnya, BPBD DKI Jakarta telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada periode 29 April hingga 3 Mei 2026.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyebut informasi tersebut mengacu pada prakiraan dari BMKG, termasuk untuk wilayah Kepulauan Seribu.
"Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem. Kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko bencana, khususnya banjir dan genangan," kata Isnawa kepada wartawan di Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Imbauan Kesiapsiagaan Masyarakat
BPBD mengajak masyarakat untuk terus memantau perkembangan kondisi melalui kanal resmi, seperti laman pemantauan tinggi muka air dan informasi banjir Jakarta.
"Selain itu, masyarakat di wilayah Jakarta juga disarankan untuk dapat menyiapkan perlengkapan darurat seperti payung atau jas hujan serta tas siaga bencana," ucap Isnawa.
Warga juga diminta segera menghubungi layanan darurat Jakarta Siaga 112 jika membutuhkan bantuan. Layanan ini tersedia 24 jam dan dapat diakses secara gratis.