Diguyur Hujan Sehari Penuh, Banjir Kabupaten Bekasi Kepung 16 Kecamatan
Hujan deras selama sehari penuh memicu terjadinya banjir Kabupaten Bekasi yang melumpuhkan aktivitas warga di 16 kecamatan dan 40 desa, dengan ribuan kepala keluarga terdampak.
Kabupaten Bekasi dilanda banjir hebat setelah diguyur hujan deras selama sehari penuh sejak Sabtu (17/1) kemarin. Bencana ini menyebabkan air sungai meluap ke permukiman warga, merendam setidaknya 16 kecamatan dan 40 desa di wilayah tersebut. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat total 4.622 kepala keluarga (KK) terdampak langsung oleh banjir ini.
Intensitas hujan yang sangat tinggi dan durasi yang cukup lama menjadi pemicu utama meluapnya sejumlah sungai besar seperti Kali Gabus, Sungai Cibeet, Sungai Citarum, Kali Sadang, dan Kali Ciherang. Kondisi ini diperparah oleh buruknya sistem drainase di beberapa area. Ketinggian muka air bervariasi, mulai dari 20 sentimeter hingga mencapai 200 sentimeter di titik-titik terparah.
Banjir yang meluas ini telah menyebabkan lumpuhnya aktivitas warga serta terputusnya akses jalan di banyak lokasi terdampak. Tim gabungan dari BPBD, Palang Merah Indonesia (PMI), dan Brimob telah dikerahkan untuk melakukan evakuasi warga dan mendistribusikan bantuan. Prioritas utama penanganan adalah keselamatan warga, terutama di wilayah dengan ketinggian air ekstrem.
Dampak Luas Banjir di Berbagai Wilayah Kabupaten Bekasi
Banjir Kabupaten Bekasi menyebar luas, merendam berbagai wilayah dengan tingkat keparahan yang berbeda. Di Kecamatan Babelan, Desa Buni Bakti menjadi salah satu area terdampak parah, di mana luapan Kali Rawa Gabus dan saluran irigasi DT8 menggenangi enam dusun. Lebih dari 1.000 KK di desa ini terdampak dengan ketinggian air mencapai 30-40 sentimeter, memaksa sebagian warga mengungsi secara mandiri ke tempat yang lebih aman.
Kecamatan Cabangbungin juga mencatat jumlah terdampak yang signifikan, dengan luapan Kali Ciherang menggenangi Kampung Cabang Dua pada RT 07 hingga 18. BPBD melaporkan sedikitnya 1.213 KK di wilayah ini terdampak, dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter. Sementara itu, ketinggian air ekstrem hingga 200 sentimeter terjadi di Desa Karang Raharja, Kecamatan Cikarang Utara, yang mengharuskan tim gabungan melakukan evakuasi menggunakan perahu karet.
Beberapa kawasan perumahan padat penduduk di Tambun Utara dan Tambun Selatan, seperti Papan Mas, Graha Prima, Setia Mekar Jatimulya, dan Pusaka Rakyat, juga terendam banjir dengan ketinggian air 60-110 sentimeter. Di Cikarang Barat, kawasan Telaga Asih, termasuk Komplek Depsos, Rawa Citra, Babakan, dan Kampung Bedeng, mengalami banjir 25-50 sentimeter, menyebabkan aktivitas warga lumpuh dan akses jalan terputus. Kelurahan Wanasari, mencakup Perum Kartika, Villa Mutiara Jaya, Regency 2, Citra Villa, hingga kawasan Tridaya dan Trias, juga masih tergenang, dengan proses pendataan dampak yang terus berlangsung.
Penyebab dan Upaya Penanganan Banjir di Kabupaten Bekasi
Penyebab utama banjir Kabupaten Bekasi adalah intensitas hujan yang sangat tinggi dan berlangsung lama, yang terjadi secara merata di wilayah hulu dan hilir. Kondisi ini diperparah oleh buruknya sistem drainase serta meluapnya sejumlah sungai besar dan anak sungai di wilayah tersebut. Kali Gabus, Sungai Cibeet, Sungai Citarum, Kali Sadang, dan Kali Ciherang adalah beberapa aliran sungai yang dilaporkan meluap.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, memastikan bahwa seluruh unsur terkait, termasuk kecamatan, desa, TNI-Polri, PMI, serta relawan kebencanaan, terus disiagakan. Petugas secara aktif memantau debit air, melakukan pendataan korban terdampak, dan mendistribusikan bantuan logistik ke wilayah yang membutuhkan. Fokus utama penanganan adalah keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat yang terdampak.
Evakuasi menjadi prioritas utama di wilayah dengan ketinggian air di atas satu meter, dengan pengerahan personel dan peralatan seperti perahu serta kendaraan operasional. Meskipun sebagian warga memilih mengungsi secara mandiri, BPBD tetap melakukan evakuasi di lokasi berisiko tinggi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Kerugian Sektor Pertanian dan Imbauan Kewaspadaan
Selain merendam permukiman, banjir Kabupaten Bekasi juga berdampak signifikan terhadap sektor pertanian. Di Kecamatan Pasir Tanjung, luapan Kali Cibeet merendam sekitar 45 hektare lahan padi, 7,2 hektare kolam ikan, serta 1,5 hektare tanaman lain. Kerugian ini menambah daftar dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh bencana tersebut.
Beberapa warga terpaksa mengungsi, baik ke rumah kerabat maupun ke lokasi pengungsian darurat yang disediakan. Contohnya, di Jati Baru, Kecamatan Cikarang Timur, 10 KK mengungsi akibat luapan Kali Sadang yang merendam permukiman hingga 80 sentimeter. BPBD terus mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan banjir, untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan.
Masyarakat diminta untuk segera melaporkan jika terjadi peningkatan debit air dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Cuaca yang masih dinamis menuntut kesiapsiagaan tinggi dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk meminimalkan risiko dan dampak lebih lanjut dari bencana banjir.
Sumber: AntaraNews