Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan bahwa hujan dengan intensitas sangat deras dalam 24 jam terakhir telah menyebabkan banjir di sejumlah wilayah di Jakarta dan Jawa Barat. Peristiwa ini berdampak signifikan pada Kabupaten Cirebon, Kota Bekasi, dan DKI Jakarta, merendam ratusan rumah dan membuat ribuan warga terdampak.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa sembilan desa yang tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Cirebon direndam banjir usai hujan deras. Data yang diterima Pusdalops BNPB menunjukkan 312 rumah warga terendam dengan tinggi muka air berkisar antara 20 hingga 70 centimeter.
Setidaknya 1.273 orang atau 425 Kepala Keluarga (KK) terdampak dalam peristiwa tersebut di Cirebon. Tim petugas gabungan di Kabupaten Cirebon, Kota Bekasi, dan Jakarta, telah berada di lokasi bencana untuk membantu proses evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak banjir.
Advertisement
Advertisement
Banjir yang melanda Kabupaten Cirebon disebabkan oleh curah hujan ekstrem yang terjadi dalam satu hari terakhir. Sembilan desa di empat kecamatan mengalami genangan air yang cukup tinggi, mengganggu aktivitas warga dan merusak fasilitas umum.
Tinggi muka air bervariasi antara 20 hingga 70 centimeter, membuat akses jalan terhambat dan memaksa sebagian warga untuk mengungsi. Petugas gabungan terus berupaya melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Upaya penanganan darurat, termasuk penyediaan logistik dan kebutuhan pokok, sedang diintensifkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon bersama instansi terkait. Fokus utama adalah memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar para korban terpenuhi.
Advertisement
Advertisement
Dalam periode yang sama, hujan berintensitas sangat deras juga memicu banjir di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat. BNPB mencatat sedikitnya delapan kecamatan terendam banjir dengan ketinggian air lebih dari 80 centimeter.
Kecamatan yang terdampak meliputi Pondok Gede, Rawalumbu, Jatiasih, Bekasi Utara, Bekasi Barat, Bekasi Timur, dan Bekasi Selatan. Kondisi ini menyebabkan terganggunya mobilitas warga serta kerusakan infrastruktur di berbagai lokasi.
Sebanyak 80 orang di Kota Bekasi dilaporkan mengungsi, memanfaatkan bangunan Mushala Jamiatul Khair di Kampung Lebak, Teluk Pucung, sebagai tempat penampungan sementara. Data mengenai jumlah rumah terdampak masih dalam proses pendataan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Advertisement
Advertisement
Di Jakarta, lebih dari 446 Kepala Keluarga (KK) menjadi korban banjir dengan ketinggian air mencapai 150 centimeter. Kondisi ini diperparah oleh luapan Sungai Ciliwung dan Sungai Pesanggrahan yang tidak mampu menampung volume air hujan.
Rentetan peristiwa banjir ini selaras dengan laporan peringatan potensi cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Peringatan tersebut berlaku aktif setidaknya hingga dua hari ke depan, atau Minggu (1/2), mengindikasikan bahwa kondisi cuaca buruk masih akan berlanjut.
BMKG secara rutin mengeluarkan informasi prakiraan cuaca guna membantu masyarakat dan pemerintah daerah dalam mengambil langkah antisipasi. Data ini menjadi dasar penting bagi BNPB dan instansi terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
Advertisement
Advertisement
Menyikapi situasi ini, Abdul Muhari mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan dan angin kencang. Curah hujan yang tinggi berpotensi menyebabkan bencana hidrometeorologi lainnya seperti tanah longsor dan angin puting beliung.
BNPB secara khusus meminta pemerintah daerah (pemda) agar meningkatkan kesiapsiagaan selama periode puncak musim hujan ini. Koordinasi antarlembaga dan persiapan logistik serta personel menjadi krusial untuk respons cepat terhadap potensi bencana.
Edukasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah mitigasi bencana juga perlu terus digalakkan. Dengan kewaspadaan dan kesiapsiagaan yang optimal, diharapkan dampak buruk akibat bencana dapat diminimalisir secara efektif.
Advertisement
Sumber: AntaraNews