Momen Unik Presiden Prabowo, Ikut Tarik Jaring saat Panen Raya Udang di Kebumen
Seorang penambak kemudian melempar jaring ke tambak untuk mengambil udang. Tangkapan pun mulai terlihat dan Prabowo bertepuk tangan menyambut proses panen.
Ada momen menarik saat Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya udang di kawasan tambak modern Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Desa Tegalretno, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5). Dalam kesempatan itu, Prabowo turut mencoba menarik jaring panen bersama para nelayan budidaya tambak udang.
Saat tiba di lokasi tambak, Prabowo menyempatkan berbincang dengan para nelayan tambak mengenai budidaya udang yang tengah dikembangkan di kawasan tersebut. Suasana berlangsung hangat ketika para penambak memperlihatkan proses panen di hadapan Presiden.
Seorang penambak kemudian melempar jaring ke tambak untuk mengambil udang. Tangkapan pun mulai terlihat dan Prabowo bertepuk tangan menyambut proses panen tersebut.
Tidak lama, sejumlah penambak mulai menarik jaring tambak berisi hasil panen udang tersebut. Prabowo kemudian tampak ikut membantu menarik jaring bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta para penambak.
Dengan penuh semangat, Prabowo menarik jaring hingga udang panen berhasil diangkat ke permukaan. Dia tampak antusias melihat udang-udang berukuran besar dengan volume melimpah. Prabowo lalu mengangkat hasil panen udang bersama para penambak.
BUBK Kebumen diresmikan pada 9 Maret 2023 dan melaksanakan panen perdana pada 26 Juni 2023. Hingga saat ini, BUBK Kebumen menjalankan siklus budidaya ke delapan dengan 139 kolam produksi yang beroperasi optimal.
Saksikan Panen Raya
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyaksikan Panen Raya Udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5). Prabowo mengatakan proyek yang berlangsung selama 3 tahun ini memiliki hasil panen yang tinggi dan menjanjikan.
"Hari ini saya hadir menyaksikan panen raya udang ya. Di proyek ini sudah dua tahun ya? Tiga tahun dan panennya sekarang sudah hasilnya sudah tingkat tertinggi, tingkat dunia. Jadi sangat menjanjikan," kata Prabowo saat memberikan sambutan sebagaimana disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu.
Dia menerima laporan bahwa 1 hektare tambak di kawasan tersebut dapat menghasilkan 40 ton udang, dengan harga paling rendah Rp70.000 per kilogramnya. Dengan begitu, tambak di Kebumen ini mampu menghasilkan Rp70 juta per ton.
"Tadi saya diberi laporan, satu hektar bisa menghasilkan 40 ton. Luar biasa, 40 ton ya. Berarti dan harganya sangat bagus, harganya Rp70.000 per kilo, Rp70.000 per kilo (paling rendah). Berarti per ton Rp70 juta ya? Rp70 juta. Jadi ini sangat bagus, sangat produktif," jelasnya.
Serap 650 Tenaga Kerja
Di sisi lain, Prabowo menyampaikan kehadiran tambak budidaya udang ini menyerap 650 tenaga kerja untuk masyarakat setempat. Dia menuturkan pemerintah juga membangun proyek tambak udang di daerah lain yang luasnya lebih besar dibandingkan di Kebumen.
"Kita sedang bangun di Waingapu (NTT) 2.000 hektare. Kalau di sini (Kebumen) 65 hektar, di Waingapu 2.000 hektare. Dan kita juga akan bangun, sedang dibangun di Gorontalo 200 hektare. Dan kita sedang bangun di Jawa Barat, di Pantura 14.000 hektare," tutur Prabowo.
Adapun di Gorontalo dan Jawa Barat tambak yang dibangun khusus untuk budidaya perikanan. Prabowo menegaskan pemerintahnya akan fokus membangun proyek yang hasilnya produktif dan memberikan keuntungan besar untuk masyarakat.
"Di daerah-daerah seluruh, kita mulai sekarang menambah, kita akan bangun proyek-proyek produktif yang menghasilkan protein dan untuk rakyat kita dan juga untuk jual ke luar negeri supaya kita bisa dapat devisa ya," pungkas Prabowo.