Taman Kehati UIII Depok Berpotensi Jadi Destinasi Ekowisata Unggulan
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok menilai Taman Kehati UIII memiliki potensi besar menjadi kawasan ekowisata, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan mendukung pelestarian lingkungan.
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Jawa Barat, menyatakan bahwa Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan ekowisata. Pengembangan ini diharapkan tidak hanya melestarikan lingkungan, tetapi juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat secara signifikan. Pernyataan ini disampaikan oleh Pelaksana tugas (Plt) Kepala DLHK Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, pada Sabtu ini di Depok.
Reni Siti Nuraeni menambahkan, kerja sama antara Kementerian Lingkungan Hidup dan UIII dalam pembentukan Taman Kehati merupakan keuntungan besar bagi Kota Depok. Kolaborasi ini dipandang mampu menggerakkan perekonomian lokal dan memberikan dampak positif yang luas. Jika UIII ditetapkan sebagai kawasan Taman Kehati, Depok akan memiliki aset penting untuk pelestarian lingkungan, konservasi keanekaragaman hayati, serta pengembangan ruang terbuka hijau.
Menurut Reni, UIII memiliki berbagai komponen pendukung yang menjadikannya sangat layak untuk dijadikan Taman Kehati. Salah satu kriteria utama yang terpenuhi adalah luas lahan minimal tiga hektare, sebuah syarat mutlak untuk pembangunan Taman Kehati. Selain itu, kawasan UIII juga memiliki sungai yang telah dikelola bersama dan area Setu yang berfungsi vital sebagai daerah resapan air, menambah kelengkapan ekosistem yang ada.
Potensi Ekowisata dan Peningkatan Ekonomi Lokal
Pengembangan Taman Kehati UIII sebagai kawasan ekowisata diharapkan membawa dampak positif ganda bagi Kota Depok. Selain menjadi pusat konservasi keanekaragaman hayati, kawasan ini juga diproyeksikan mampu menarik wisatawan yang peduli lingkungan. Kedatangan pengunjung akan memicu aktivitas ekonomi di sekitar kampus, mulai dari sektor kuliner, kerajinan tangan, hingga jasa pariwisata, sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat lokal.
Keberadaan Taman Kehati ini secara langsung mendukung pelestarian lingkungan dan konservasi keanekaragaman hayati di Depok. Dengan adanya kawasan hijau yang terkelola, ekosistem lokal akan lebih terjaga, memberikan habitat bagi flora dan fauna. Selain itu, Taman Kehati juga berfungsi sebagai pengembangan ruang terbuka hijau yang penting bagi kualitas udara dan kenyamanan lingkungan kota.
Reni Siti Nuraeni menggarisbawahi bahwa UIII telah memenuhi kriteria esensial untuk Taman Kehati, termasuk luas lahan yang memadai. Lebih lanjut, keberadaan sungai yang terkelola dengan baik dan kawasan Setu sebagai daerah resapan air menjadi nilai tambah. Komponen-komponen ini menjadikan UIII lokasi ideal untuk sebuah Taman Kehati yang komprehensif dan berkelanjutan.
Konsep dan Pengembangan Taman Kehati UIII
Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Jamhari Makruf, menjelaskan bahwa konsep Taman Keanekaragaman Hayati sudah menjadi bagian dari rencana pembangunan UIII sejak awal. Beberapa lahan telah dialokasikan khusus untuk Taman Kehati, yang disebut sebagai "Nature Sanctuary". Konsep ini dirancang untuk menciptakan hutan alam yang nyaman dan teduh, tempat orang dapat menikmati suasana alami.
Pengembangan kawasan kampus UIII memang sudah didesain dengan mempertimbangkan lingkungan yang asri. Jamhari Makruf mengungkapkan, ada area khusus untuk berbagai jenis tanaman. Ini mencakup area untuk buah-buahan, tanaman keras khas Indonesia, serta berbagai jenis bunga. Di sepanjang jalan, pengunjung dapat menemukan pohon rambai, tabebuya, matoa, dan mahoni, yang menambah kekayaan vegetasi.
Taman Kehati ini direncanakan seluas sekitar 5 hektare, ditanami dengan beragam jenis tanaman. Tujuan utamanya adalah sebagai pusat edukasi bagi pelajar dan masyarakat umum untuk mempelajari keanekaragaman hayati Indonesia. Dengan demikian, Taman Kehati UIII tidak hanya berfungsi sebagai area konservasi, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran interaktif tentang kekayaan alam.
Dukungan dan Keunikan Lingkungan UIII
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menyatakan dukungannya atas Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) yang berada di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). Kementerian Lingkungan Hidup akan membantu memberikan pohon-pohon untuk ditanam, kemudian ada orang yang merawatnya.
Pihak Kementerian Lingkungan Hidup juga berharap UIII dapat menjadi "green campus" dengan parameter yang jelas. Hal ini sejalan dengan visi UIII untuk menciptakan lingkungan yang asri dan mendukung keberlanjutan ekologi. Keterlibatan pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup menjadi dorongan kuat bagi pengembangan Taman Kehati ini.
Salah satu keunikan yang menambah daya tarik kawasan UIII adalah keberadaan rusa liar. Hingga saat ini, sekitar 8-10 ekor rusa liar masih berkeliaran di area kampus. Kehadiran satwa liar ini semakin memperkuat identitas UIII sebagai kawasan yang selaras dengan alam, menjadikannya contoh ideal perpaduan antara pusat pendidikan dan konservasi lingkungan.
Sumber: AntaraNews