Banjir melanda empat kecamatan di Kabupaten Serang, Banten, akibat intensitas hujan tinggi dan luapan sungai yang terjadi sejak Jumat (6/3) hingga Sabtu. Peristiwa ini menyebabkan ratusan kepala keluarga (KK) terdampak dan sejumlah fasilitas umum terendam air. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang telah bergerak cepat untuk memantau dan mendata dampak bencana ini di lapangan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, mengungkapkan bahwa wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Jawilan, Cinangka, Tunjungteja, dan Pamarayan. Selain banjir, cuaca ekstrem yang sama juga memicu terjadinya angin kencang dan pergerakan tanah di beberapa lokasi. Kondisi ini menuntut kewaspadaan tinggi dari masyarakat dan pihak berwenang.
Data sementara menunjukkan, sebanyak 160 KK atau 489 jiwa terdampak langsung oleh banjir ini. Tak hanya itu, 152 unit rumah warga serta satu sarana pendidikan, yakni Pondok Pesantren Rohudotul Muttaqin, turut terendam air. BPBD Kabupaten Serang terus melakukan pembaruan data untuk memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan yang diperlukan.
Advertisement
Advertisement
Dampak dan Sebaran Banjir di Serang
Genangan air akibat banjir di Kabupaten Serang Banten memiliki variasi ketinggian di setiap lokasi yang terdampak. Di Desa Pasirbuyut, Kecamatan Jawilan, akses jalan terendam air setinggi 50 hingga 60 sentimeter, mengganggu mobilitas warga. Sementara itu, di Desa Rancasanggal, Kecamatan Cinangka, air telah masuk ke dalam rumah penduduk dengan ketinggian antara 5 hingga 10 sentimeter, memaksa warga untuk beradaptasi dengan kondisi tersebut.
Kondisi serupa juga terpantau di Desa Pamarayan dan Desa Kemuning, di mana genangan air di akses jalan berkisar antara 20 hingga 45 sentimeter. Meskipun demikian, hingga saat ini, sebagian besar warga memilih untuk tetap bertahan di rumah masing-masing, meskipun dengan segala keterbatasan yang ada. BPBD terus memantau situasi ini untuk mengantisipasi kemungkinan evakuasi jika diperlukan.
Cuaca ekstrem yang terjadi tidak hanya menimbulkan banjir, tetapi juga memicu potensi bencana lain seperti angin kencang dan pergerakan tanah. Hal ini menambah kompleksitas penanganan bencana di wilayah Kabupaten Serang. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap perubahan kondisi cuaca yang dapat memperburuk situasi.
Advertisement
Advertisement
Upaya Penanganan dan Kebutuhan Mendesak
Menyikapi bencana banjir ini, BPBD Kabupaten Serang telah mengerahkan personel ke lokasi terdampak, khususnya di Kecamatan Jawilan dan Cinangka. Tim bertugas melakukan pemantauan intensif, koordinasi dengan pihak terkait, serta pendataan mutakhir mengenai jumlah korban dan kerugian di lapangan. Langkah ini penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan respons yang efektif.
Dalam upaya penanganan lebih lanjut, BPBD telah mengidentifikasi sejumlah kebutuhan mendesak bagi warga terdampak. Kebutuhan tersebut meliputi alat penyedot air (alkon) untuk mengurangi genangan, perahu karet untuk evakuasi dan distribusi bantuan, serta makanan siap saji untuk memenuhi kebutuhan pangan. Selain itu, obat-obatan, selimut, dan perlengkapan bayi juga menjadi prioritas utama untuk membantu para korban.
BPBD menetapkan estimasi tingkat ancaman pada level sedang hingga tinggi, mengingat prakiraan BMKG yang menyebutkan potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang masih berpeluang terjadi di wilayah Serang bagian barat. Oleh karena itu, persiapan dan kesiapsiagaan menjadi kunci dalam menghadapi potensi bencana lanjutan.
Advertisement
Advertisement
Peringatan Dini dan Kewaspadaan Warga
Mengingat potensi cuaca ekstrem yang masih akan berlangsung, BPBD Kabupaten Serang mengeluarkan peringatan dini kepada seluruh masyarakat di sekitar lokasi terdampak. Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk. Kesiapsiagaan ini mencakup pemantauan tinggi muka air secara berkala dan persiapan evakuasi mandiri.
Ajat Sudrajat, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, menekankan pentingnya evakuasi mandiri apabila terjadi kenaikan tinggi muka air yang signifikan. Ini berarti setiap keluarga diharapkan memiliki rencana darurat dan mengetahui jalur evakuasi terdekat. Informasi mengenai titik-titik pengungsian dan posko bantuan juga terus disosialisasikan kepada masyarakat.
Koordinasi antara BPBD, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi krusial dalam menghadapi situasi bencana ini. Dengan adanya informasi yang akurat dan respons yang cepat, diharapkan dampak negatif dari banjir dapat diminimalisir. Edukasi mengenai mitigasi bencana juga terus digalakkan untuk membangun kesadaran kolektif dalam menghadapi ancaman bencana alam.
Advertisement
Sumber: AntaraNews