Angin Kencang Malang Terjang Poncokusumo, Puluhan Rumah dan Fasum Rusak Ringan
Puluhan rumah dan fasilitas umum di Poncokusumo, Malang, rusak ringan akibat diterjang angin kencang. BPBD Kabupaten Malang mencatat dampak dari peristiwa angin kencang Malang ini dan mengimbau warga waspada.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat sebanyak 38 rumah warga di Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengalami kerusakan ringan pada bagian atap. Kerusakan ini terjadi setelah wilayah tersebut diterpa angin kencang pada Selasa, 3 Maret 2026.
Kejadian angin kencang ini berlangsung saat wilayah Poncokusumo diguyur hujan berintensitas deras, memicu kerusakan pada properti warga. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menyampaikan bahwa jumlah rumah rusak tersebut merupakan hasil asesmen petugas di lapangan pada Rabu, 4 Maret 2026.
Selain rumah warga, dua fasilitas umum, yakni satu bangunan sekolah dasar dan sebuah musala, juga mengalami kerusakan dengan skala serupa. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa bencana hidrometeorologi ini, namun kerugian material masih dalam proses pendataan oleh petugas BPBD.
Detail Kerusakan dan Lokasi Terdampak Angin Kencang Malang
Kerusakan ringan akibat angin kencang di Desa Ngadireso, Poncokusumo, tersebar di lima wilayah rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW). Rinciannya, delapan rumah di RT 01/RW 01, satu rumah di RT 05/RW 02, enam rumah di RT 06/RW 02, tiga rumah di RT 07/RW 02, enam rumah di RT 09/RW 02, dan 14 rumah di RT 10/RW 02 mengalami kerusakan.
Dua fasilitas umum yang turut terdampak adalah Mushola RT10/RW02 dan SDN Ngadireso 2 RT02/RW01, keduanya mengalami kerusakan pada bagian atap. Sadono Irawan menjelaskan bahwa saat ini pembenahan atap sebagian besar dilakukan secara mandiri oleh warga terdampak.
Kebutuhan mendesak bagi warga yang terdampak angin kencang ini meliputi perbaikan atap rumah dan paket sembako. BPBD Kabupaten Malang terus melakukan pendataan untuk menghitung perkiraan nilai kerugian yang ditimbulkan pascakejadian.
Pemicu dan Potensi Bencana Lanjutan di Malang
Kejadian angin kencang ini dipicu oleh hujan deras yang terjadi di wilayah Poncokusumo pada Selasa sore, 3 Maret 2026, disertai embusan angin yang kuat. Berdasarkan data sebaran daerah bencana dari BPBD Kabupaten Malang, Kecamatan Poncokusumo memang termasuk dalam wilayah yang rawan terjadinya angin kencang maupun puting beliung.
Selain Poncokusumo, beberapa kecamatan lain di Kabupaten Malang juga masuk kategori rawan angin kencang. Kecamatan-kecamatan tersebut meliputi Karangploso, Dau, Singosari, Lawang, dan Pakis.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem. Wilayah Kabupaten Malang diprediksi rawan dilanda cuaca ekstrem pada rentang 1 hingga 10 Maret 2026.
Jenis cuaca ekstrem yang diwaspadai mencakup hujan dengan intensitas sedang hingga deras, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, dan hujan es.
Imbauan dan Kesiapsiagaan Warga Hadapi Angin Kencang
Menyikapi potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi, BPBD Kabupaten Malang mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Kesiapsiagaan secara mandiri sangat ditekankan dalam beberapa hari ke depan.
Masyarakat diharapkan untuk memantau informasi cuaca terbaru dari sumber resmi dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan. Hal ini termasuk memeriksa kondisi atap rumah dan memangkas pohon yang berpotensi tumbang.
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa angin kencang di Poncokusumo ini, kesiapsiagaan kolektif penting untuk meminimalkan dampak bencana di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews