Angin Puting Beliung Tulungagung Terjang 15 Rumah di Kedungwaru, BPBD Lakukan Pendataan Kerusakan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung mencatat 15 rumah rusak akibat Angin Puting Beliung Tulungagung di Desa Ketanon, Kedungwaru. BPBD segera turun tangan untuk pendataan dan bantuan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Angin Puting Beliung Tulungagung Terjang 15 Rumah di Kedungwaru, BPBD Lakukan Pendataan Kerusakan
Angin puting beliung Tulungagung merusak belasan rumah di Desa Ketanon. BPBD Tulungagung segera turun tangan melakukan pendataan awal dan menyiapkan bantuan bagi warga terdampak. (AntaraNews)

Angin puting beliung melanda Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pada Rabu sore. Peristiwa ini mengakibatkan setidaknya 15 rumah warga mengalami kerusakan ringan pada bagian atap. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung langsung bergerak cepat menanggapi laporan kejadian tersebut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung, Teguh Abianto, mengonfirmasi dampak kerusakan tersebut. Tim BPBD segera mendatangi lokasi untuk melakukan pendataan awal dan asesmen. Langkah ini penting untuk memastikan skala kerusakan dan kebutuhan mendesak warga terdampak.

Mayoritas kerusakan yang terjadi berupa genteng berjatuhan dan asbes yang rusak. Meskipun demikian, sebagian besar rumah dipastikan masih dapat ditempati oleh pemiliknya. BPBD terus mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem di wilayah tersebut.

Setelah menerima laporan kejadian, BPBD Tulungagung segera mengirimkan tim ke lokasi terdampak di Desa Ketanon. Petugas langsung melakukan pendataan dan asesmen awal untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan. Respons cepat ini bertujuan untuk memberikan bantuan secepat mungkin kepada warga yang membutuhkan.

Teguh Abianto, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung, menjelaskan bahwa hasil sementara menunjukkan 15 rumah terdampak. Ia menambahkan, "Hasil sementara ada 15 rumah terdampak. Mayoritas kerusakan terjadi pada bagian atap, seperti genteng berjatuhan dan asbes rusak."

Meskipun jumlah rumah yang terdampak cukup banyak, Teguh memastikan bahwa kerusakan yang terjadi tergolong ringan. Oleh karena itu, sebagian besar rumah masih dapat ditempati oleh penghuninya. Kondisi ini membantu mencegah terjadinya pengungsian massal di wilayah tersebut.

Salah seorang warga Desa Ketanon, Siti Solekah (59), menceritakan kronologi kejadian angin puting beliung. Menurutnya, angin kencang datang sekitar pukul 14.30 WIB dari arah barat dan membentuk pusaran sebelum merusak atap sejumlah rumah.

Siti Solekah menambahkan, "Anginnya berputar dan berlangsung sekitar lima menit. Setelah itu baru turun hujan deras." Proses pendataan dan asesmen oleh BPBD masih berlangsung dan akan dilanjutkan pada Kamis pagi. Teguh Abianto menyebutkan bahwa data rumah terdampak bisa saja bertambah setelah asesmen lanjutan.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD telah menyiapkan bantuan darurat berupa terpal dan kebutuhan pokok bagi warga terdampak. Selain itu, Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi akan menghitung rinci kerusakan untuk pengusulan bantuan material perbaikan. Ini menunjukkan komitmen BPBD dalam membantu pemulihan pasca-bencana.

BPBD juga mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan. Peningkatan intensitas hujan dan angin kencang merupakan ancaman yang perlu diwaspadai. Kewaspadaan ini penting untuk meminimalkan risiko dan dampak yang lebih besar.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi