BMKG Ungkap Penyebab dan Dampak Angin Kencang Malang Raya
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan fenomena Angin Kencang Malang Raya yang dipicu monsun Asia hingga siklon tropis, berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.
Angin kencang melanda wilayah Malang Raya, Jawa Timur, pada Sabtu (24/1), menyebabkan sejumlah insiden pohon tumbang dan gangguan lalu lintas. Fenomena ini dipicu oleh beberapa kondisi atmosfer yang kompleks, seperti aktifnya angin monsun Asia hingga gangguan atmosfer.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur mengidentifikasi aktifnya angin monsun Asia, pola konvergensi, serta gangguan atmosfer sebagai penyebab utama. Kondisi ini berpotensi menimbulkan hujan deras disertai petir dan angin kencang.
Selain itu, kehadiran siklon tropis Luana yang sebelumnya merupakan bibit siklon 91S di Nusa Tenggara Timur (NTT) turut berkontribusi pada peningkatan kecepatan angin di Jawa Timur. Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Pemicu Utama Angin Kencang di Malang
BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur, melalui Forecaster Nur Faris, menjelaskan bahwa angin kencang di Malang merupakan akibat dari aktifnya angin monsun Asia. Pola pertemuan angin atau konvergensi juga menjadi faktor pemicu utama fenomena ini.
Gangguan atmosfer equatorial rossby turut berperan dalam kondisi cuaca ekstrem yang terjadi. Diprakirakan adanya gangguan gelombang madden julian oscillation (MJO) yang akan melintasi wilayah Jawa Timur juga berkontribusi pada fenomena angin kencang tersebut.
Suhu muka laut di perairan Selat Madura yang masih cukup signifikan dan kondisi atmosfer yang labil mendukung pertumbuhan awan konvektif. Hal ini berpotensi menimbulkan hujan berintensitas sedang hingga deras, disertai petir dan angin kencang yang melanda wilayah tersebut.
Keberadaan tropical cyclone Luana, yang sebelumnya terpantau sebagai bibit siklon 91S di wilayah NTT, juga mampu mengakibatkan peningkatan kecepatan angin di wilayah Jawa Timur secara signifikan.
Potensi Bencana Hidrometeorologi di Malang Raya
Rilis dari BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo mengindikasikan potensi cuaca ekstrem di beberapa daerah di Jawa Timur. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai bencana hidrometeorologi yang perlu diwaspadai oleh masyarakat.
Jenis bencana yang diwaspadai meliputi angin kencang, banjir, puting beliung, tanah longsor, dan hujan es. Potensi cuaca ekstrem ini diperkirakan akan berlangsung dalam rentang waktu 21 hingga 30 Januari 2025.
Khusus untuk wilayah Malang Raya, yang mencakup Kota Batu, Kota Malang, dan Kabupaten Malang, tercatat memiliki potensi tinggi terdampak bencana hidrometeorologi. Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG dan meningkatkan kesiapsiagaan.
Dampak Angin Kencang: Pohon Tumbang di Berbagai Lokasi
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang mencatat beberapa insiden pohon tumbang akibat angin kencang yang terjadi pada hari yang sama. Angin kencang mulai terasa sekitar pukul 01.00 WIB, menimbulkan dampak di sejumlah titik.
Pohon tumbang dilaporkan terjadi di empat lokasi di Kota Malang, yaitu Jalan Veteran, Jalan Jakarta, Jalan Langsep, dan di Janti. Kepala BPBD Kota Malang, Prayitno, menyebutkan bahwa dampak paling parah terjadi di Jalan Jakarta.
Sementara itu, di wilayah Kabupaten Malang, insiden serupa juga terjadi akibat angin kencang. Angin kencang di Kecamatan Bululawang, tepatnya di Jalan Raya Desa Kuwolo, menyebabkan pohon tumbang yang menimpa satu unit mobil yang sedang melintas.
Beruntung, kejadian pohon tumbang di Bululawang tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Namun, insiden pohon tumbang ini mengakibatkan terganggunya arus lalu lintas menuju wilayah Wajak, Kabupaten Malang, sehingga memerlukan penanganan lebih lanjut.
Sumber: AntaraNews