59 Rumah Warga Rusak Akibat Angin Kencang Tulungagung, BPBD Beri Bantuan Darurat

Puluhan rumah di Tulungagung rusak parah setelah diterjang angin kencang pada Sabtu sore, memicu respons cepat dari BPBD dan aparat setempat untuk penanganan darurat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
59 Rumah Warga Rusak Akibat Angin Kencang Tulungagung, BPBD Beri Bantuan Darurat
Puluhan rumah di Tulungagung rusak parah setelah diterjang angin kencang pada Sabtu sore, memicu respons cepat dari BPBD dan aparat setempat untuk penanganan darurat. (AntaraNews)

Sedikitnya 59 rumah warga di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mengalami kerusakan signifikan setelah diterjang angin kencang pada Sabtu sore. Peristiwa alam ini melanda dua kecamatan, yakni Sumbergempol dan Ngunut, menyebabkan kerugian materiil yang cukup besar bagi masyarakat setempat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, Sudarmadji, melaporkan bahwa kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 14.27 WIB. Setelah menerima laporan, petugas dari BPBD langsung bergerak cepat melakukan pendataan dan penanganan darurat di lokasi-lokasi terdampak.

Angin puting beliung ini tidak hanya merusak bangunan tempat tinggal, tetapi juga menumbangkan sejumlah pohon yang sempat menghalangi akses jalan utama. Meskipun demikian, pihak berwenang memastikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dilaporkan akibat bencana alam yang terjadi ini.

Laporan awal mengenai dampak angin kencang yang merusak diterima dari Desa Bendilwungu, Kecamatan Sumbergempol. Di desa ini, tercatat lima rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.

Salah satu rumah bahkan rusak parah akibat tertimpa pohon tumbang yang tidak mampu menahan terjangan angin yang sangat kuat. Kerusakan paling dominan terjadi pada bagian atap, dengan total 1.375 genteng dan 20 lembar asbes dilaporkan rusak dan tidak dapat digunakan lagi.

Estimasi kerugian materiil yang diderita di Desa Bendilwungu diperkirakan mencapai sekitar Rp4,1 juta. Menanggapi kondisi ini, BPBD Tulungagung segera memberikan bantuan awal berupa terpal.

Bantuan terpal ini bertujuan untuk melindungi rumah-rumah warga dari potensi hujan susulan yang dapat memperparah kerusakan. Selain itu, BPBD juga aktif berkoordinasi dengan perangkat desa dan instansi terkait untuk langkah penanganan lebih lanjut dan pemulihan.

Selain Kecamatan Sumbergempol, dampak hujan deras disertai angin kencang juga dirasakan parah di Kecamatan Ngunut, khususnya di Desa Sumberingin Kulon dan Desa Sumberingin Kidul. Di kedua desa ini, sebanyak 44 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi.

Kepala Seksi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdiyanto, menjelaskan bahwa kerusakan terparah menimpa sebuah rumah milik warga di Desa Sumberingin Kulon yang roboh total. Kerugian akibat kejadian ini diperkirakan mencapai nilai Rp15 juta.

Melihat kondisi tersebut, petugas kepolisian bersama perangkat desa dan warga setempat segera melakukan kerja bakti. Mereka bergotong royong mengevakuasi puing-puing bangunan yang berserakan dan membersihkan lingkungan sekitar yang terdampak bencana.

Upaya pembersihan ini merupakan bagian dari respons cepat untuk memulihkan kondisi pasca-bencana dan membantu warga terdampak.

Selain kerusakan pada rumah warga, angin kencang yang melanda juga menyebabkan beberapa pohon tumbang di berbagai lokasi. Pohon-pohon yang tumbang ini sempat menutup akses jalan, mengganggu mobilitas dan aktivitas warga.

Namun, petugas gabungan dari berbagai instansi dengan sigap melakukan pembersihan dan pemindahan pohon tumbang. Berkat kecepatan respons ini, akses jalan dapat kembali normal dalam waktu singkat, mencegah kemacetan dan isolasi wilayah.

BPBD Tulungagung menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka serius yang dilaporkan dalam insiden angin kencang ini. Hal ini menjadi kabar baik di tengah kerugian materiil yang dialami.

Masyarakat diimbau untuk senantiasa tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi di masa mendatang. Warga juga diminta untuk segera melaporkan jika menemukan kondisi yang membahayakan keselamatan kepada pihak berwenang terdekat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi