22 Rumah Rusak Akibat Cuaca Ekstrem Deliserdang, Ini Data Sementara dari Pusdalops Sumut
Cuaca ekstrem Deliserdang pada 23 September 2023 mengakibatkan 22 rumah rusak dan dua KK mengungsi. Pusdalops Sumut merilis data sementara, tanpa korban jiwa, memicu pertanyaan tentang penanganan selanjutnya.
Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara melaporkan bahwa 22 unit rumah mengalami kerusakan. Peristiwa ini terjadi akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Deliserdang. Kejadian ini berlangsung pada Jumat, 23 September 2023, dan berdampak signifikan pada masyarakat.
Cuaca ekstrem tersebut berupa hujan deras yang disertai angin kencang. Kondisi ini kemudian memicu terjadinya angin puting beliung di beberapa lokasi. Insiden ini menyebabkan kerugian material yang cukup besar bagi warga setempat.
Dampak bencana ini tersebar di dua kecamatan, yaitu Patumbak dan Biru-Biru. Sebanyak dua kepala keluarga dilaporkan harus mengungsi dari rumah mereka. Laporan awal ini mencatat tidak ada korban luka maupun meninggal dunia.
Dampak Cuaca Ekstrem di Deliserdang
Laporan dari Pusdalops PB Sumut merinci tingkat kerusakan yang dialami oleh rumah-rumah warga akibat cuaca ekstrem Deliserdang. Tercatat, 16 unit rumah mengalami rusak ringan, sementara empat rumah lainnya berada dalam kategori rusak sedang. Selain itu, dua unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Selain rumah tinggal, satu fasilitas umum juga turut terdampak oleh cuaca ekstrem tersebut. Wilayah yang paling parah terkena dampak berada di Kecamatan Patumbak, meliputi Desa Patumbak, Dusun II, III, IV, dan V. Sementara di Kecamatan Biru-Biru, desa-desa seperti Sari Laba Jahe, Rumah Berat, dan Biru-Biru juga merasakan dampaknya.
Meskipun terjadi kerusakan material yang cukup besar, Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, memastikan tidak ada korban jiwa. "Korban luka-luka dan meninggal dunia berdasarkan laporan nihil," ujar Sri Wahyuni Pancasilawati, menegaskan bahwa fokus utama adalah keselamatan warga.
Upaya Penanganan dan Data Sementara
Data yang dirilis oleh Pusdalops PB Sumut terkait dampak cuaca ekstrem Deliserdang ini bersifat sementara. Sri Wahyuni Pancasilawati, yang akrab disapa Yuyun, menjelaskan bahwa pendataan masih terus dilakukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat mengenai kerugian dan kebutuhan masyarakat.
Berbagai upaya penanganan telah dilakukan oleh sejumlah pemangku kebijakan terkait. Kolaborasi antara BPBD, pemerintah daerah, dan lembaga lainnya terus berjalan untuk membantu warga yang terdampak. Bantuan logistik dan penampungan sementara menjadi prioritas bagi dua kepala keluarga yang terpaksa mengungsi.
Pemerintah daerah dan instansi terkait terus memantau perkembangan situasi pasca-cuaca ekstrem ini. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca buruk yang mungkin terjadi di masa mendatang. Koordinasi antarpihak diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan mitigasi bencana di Kabupaten Deliserdang.
Sumber: AntaraNews