BPBD Cianjur Data Dampak Gempa Magnitudo 3.5, Warga Masih Trauma Gempa Cianjur Sebelumnya
Gempa magnitudo 3.5 mengguncang Cianjur, memicu kepanikan warga yang masih trauma. BPBD Cianjur segera melakukan pendataan dampak dan mengimbau warga tetap siaga.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3.5 mengguncang wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Sabtu, 6 Juni. Pusat gempa tercatat berada di 11 kilometer barat daya Cianjur dengan kedalaman 7 kilometer. Guncangan Gempa Cianjur ini dirasakan cukup kencang oleh masyarakat di sejumlah kecamatan, memicu kepanikan dan membuat warga berhamburan keluar rumah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur segera bergerak cepat melakukan pendataan dampak ke berbagai wilayah terdampak. Petugas BPBD telah disebar untuk memverifikasi kondisi lapangan dan memastikan keselamatan warga setelah kejadian gempa.
Meskipun dirasakan kuat, laporan awal dari BPBD menunjukkan tidak ada kerusakan signifikan pada bangunan atau rumah warga. Namun, masyarakat di beberapa kecamatan seperti Cianjur, Cugenang, dan Cilaku, memilih bertahan di luar untuk beberapa waktu karena masih trauma dengan kejadian gempa besar yang melanda Cianjur beberapa tahun lalu.
Dampak dan Respons Cepat BPBD Cianjur
Gempa magnitudo 3.5 yang berpusat di 11 kilometer barat daya Cianjur pada Sabtu, 6 Juni, dirasakan di berbagai wilayah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa ini memiliki kedalaman 7 kilometer. Guncangan Gempa Cianjur dirasakan dengan intensitas II-III MMI di Kecamatan Cianjur, Cibeber, Cilaku, Warungkondang, Cugenang, dan Campaka. Sementara itu, Kota Sukabumi juga merasakan guncangan dengan intensitas II MMI, menunjukkan bahwa dampak getaran cukup meluas.
Sekretaris BPBD Cianjur, Asep Sudrajat, menyatakan bahwa timnya telah menyebar petugas ke sejumlah titik guna melakukan pendataan komprehensif. Laporan sementara yang diterima menunjukkan bahwa gempa dangkal tersebut tidak menyebabkan kerusakan serius pada rumah atau bangunan. Meskipun demikian, sebagian besar warga memilih untuk tetap berada di luar rumah sebagai bentuk kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.
Menyikapi situasi ini, BPBD Cianjur mengimbau masyarakat agar tidak panik namun tetap siaga dan waspada. Warga diminta untuk segera mencari tempat aman atau keluar rumah saat merasakan gempa. Penting juga untuk memastikan situasi benar-benar aman dan tidak ada gempa susulan sebelum kembali masuk ke dalam rumah guna menghindari hal yang tidak diinginkan dan menjaga keselamatan diri.
Trauma Gempa dan Kesiapsiagaan Warga
Guncangan gempa yang cukup kencang pada Sabtu, 6 Juni, memicu reaksi cepat dari masyarakat Cianjur. Banyak warga berhamburan keluar rumah, menunjukkan tingkat kewaspadaan yang tinggi. Respons ini tidak terlepas dari pengalaman pahit gempa magnitudo 5.6 yang melanda Cianjur pada tahun 2022, yang menyebabkan ribuan rumah rusak dan meninggalkan trauma mendalam bagi penduduk setempat.
Hadi Cahyadi, seorang warga Desa Nagrak-Cianjur, menceritakan pengalamannya merasakan gempa tersebut. "Cukup kencang dirasakan selama beberapa detik, sehingga kami berhamburan keluar rumah," ujarnya. Trauma gempa beberapa tahun lalu masih membekas kuat di ingatan warga, membuat mereka lebih berhati-hati dan responsif terhadap setiap getaran gempa yang terjadi.
Kesiapsiagaan warga terlihat dari keputusan mereka untuk bertahan cukup lama di luar rumah, bahkan hingga pukul 20:00 WIB, guna memastikan tidak ada gempa susulan. Sikap proaktif ini menjadi bukti bahwa pengalaman masa lalu telah membentuk kesadaran kolektif masyarakat Cianjur dalam menghadapi potensi bencana alam. Mereka belajar dari kejadian sebelumnya untuk selalu mengutamakan keselamatan diri dan keluarga.
Sumber: AntaraNews