Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melaporkan satu rumah warga mengalami kerusakan pascagempa bumi magnitudo 4,2. Gempa tersebut berpusat di Kabupaten Sukabumi, namun getarannya terasa cukup kuat di wilayah Cianjur pada Minggu dini hari.
Kerusakan yang tercatat meliputi bagian dinding rumah yang terkelupas dan retak-retak, memaksa pemilik serta tiga anggota keluarganya untuk mengungsi sementara waktu. Lokasi rumah yang terdampak berada di Desa Sindanglaya, Kecamatan Pacet, Cianjur.
Petugas dan relawan BPBD Cianjur segera melakukan penanganan cepat di lokasi kejadian, dibantu oleh aparat desa dan warga sekitar. Upaya ini bertujuan memastikan rumah yang rusak dapat segera diperbaiki dan kembali layak huni bagi pemiliknya.
Advertisement
Advertisement
Gempa bumi magnitudo 4,2 yang mengguncang wilayah Sukabumi pada Minggu dini hari, 15 Maret 2026, telah menimbulkan dampak kerusakan di Kabupaten Cianjur. Sekretaris BPBD Cianjur, Asep Sudrajat, mengonfirmasi bahwa satu unit rumah di Kecamatan Pacet mengalami kerusakan signifikan. Dinding rumah tersebut dilaporkan terkelupas dan retak-retak, sehingga tidak aman untuk dihuni.
Akibat kerusakan tersebut, pemilik rumah beserta tiga anggota keluarganya terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. BPBD Cianjur bersama aparat desa dan relawan langsung bergerak cepat untuk memberikan bantuan dan melakukan penanganan awal. Mereka memastikan bahwa keluarga yang terdampak mendapatkan tempat pengungsian sementara yang layak.
Asep Sudrajat menambahkan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan bantuan perbaikan rumah kepada pihak terkait. Hal ini dilakukan agar pemilik dapat melakukan perbaikan maksimal, mengingat kondisi dinding rumah yang retak cukup besar dan menimbulkan kekhawatiran. Pendataan dampak gempa masih terus dilakukan oleh petugas dan relawan di sejumlah wilayah perbatasan Cianjur-Sukabumi yang merasakan getaran gempa.
Advertisement
Advertisement
Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Tangerang mengonfirmasi bahwa gempa bumi magnitudo 4,2 yang terjadi berlokasi di Tenggara Kota Sukabumi. Kepala BMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto, menjelaskan bahwa gempa ini diakibatkan oleh aktivitas sesar Cimandiri.
Gempa pertama tercatat pada pukul 00.36 WIB dengan kekuatan magnitudo 4,2. Episenter gempa terletak pada koordinat 6.97 LS dan 106.98 BT, tepatnya di darat pada jarak 8 kilometer Tenggara Kota Sukabumi, dengan kedalaman 5 kilometer. Gempa ini dikategorikan sebagai gempa bumi dangkal.
Setelah gempa utama, BMKG mencatat adanya gempa susulan dengan magnitudo 2,2 pada pukul 03.42 WIB, dengan episenter yang hampir serupa. Hartanto menegaskan bahwa analisis menunjukkan kedua gempa tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar Cimandiri.
Advertisement
Getaran gempa pertama dirasakan oleh masyarakat di berbagai wilayah, termasuk Kota Sukabumi, Pelabuhan Ratu, Cianjur, Puncak, Bogor, Kabupaten Bandung Barat, Cimahi, hingga Lembang. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mencari informasi resmi dari sumber terpercaya.
Sumber: AntaraNews