Kolaborasi PENTAS Parapuar Labuan Bajo Gaet Ribuan Pengunjung
Ajang Kolaborasi PENTAS Parapuar Labuan Bajo sukses menarik 1.044 pengunjung, memperkuat daya tarik wisata darat dan ekonomi kreatif di Labuan Bajo.
PENTAS x Weekend at Parapuar 2026, sebuah kolaborasi strategis antara Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) dan Kemenekraf, sukses menarik perhatian ribuan pengunjung. Acara ini berlangsung pada Sabtu, 6 Juni 2026, di kawasan Parapuar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Lebih dari seribu pengunjung hadir untuk menikmati perpaduan seni, budaya, musik, serta keindahan panorama matahari terbenam yang memukau.
Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat daya tarik wisata darat di Labuan Bajo melalui penyelenggaraan acara berkualitas. Diharapkan Labuan Bajo semakin dikenal sebagai destinasi yang kaya akan pengalaman otentik.
Kolaborasi ini juga bertujuan memberikan manfaat ekonomi signifikan bagi masyarakat setempat dan pelaku ekonomi kreatif. Ajang PENTAS x Weekend at Parapuar merupakan contoh nyata bagaimana sinergi antara berbagai pihak dapat menciptakan pengalaman wisata berkualitas tinggi sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.
Memperkuat Daya Tarik Wisata Darat Labuan Bajo
Kegiatan PENTAS x Weekend at Parapuar dirancang sebagai sarana untuk memperkuat ekosistem kegiatan pariwisata di Labuan Bajo. Kolaborasi antara BPOLBF dan Kemenekraf ini menjadi langkah strategis dalam memberdayakan masyarakat serta pelaku ekonomi kreatif lokal. Andhy MT Marpaung menyatakan, "PENTAS x Weekend at Parapuar menjadi contoh bagaimana kolaborasi dapat menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat."
Program PENTAS, atau Pagelaran Event di Destinasi Prioritas, adalah inisiatif Kemenekraf yang memberikan ruang bagi para seniman, budayawan, dan pelaku ekonomi kreatif untuk menampilkan karya terbaiknya kepada masyarakat luas dan wisatawan. Konsep acara kali ini mengusung pengalaman menikmati senja di Parapuar sembari menyaksikan pertunjukan budaya dan musik yang memukau.
Kepala Bidang Promosi dan Kemitraan Pelaksanaan Event Daerah Kemenekraf, Eni Komiarti, menambahkan bahwa kolaborasi ini lahir dari visi bersama untuk memperkuat industri event dan ekonomi kreatif di daerah. "Kolaborasi PENTAS dan Weekend at Parapuar merupakan wujud komitmen bersama untuk memberikan ruang apresiasi sekaligus dukungan bagi para pelaku event pariwisata, seni, budaya, dan ekonomi kreatif di Labuan Bajo," ujarnya.
Harmoni Seni dan Budaya di Parapuar
Suasana sore di kawasan perbukitan Parapuar semakin semarak dengan beragam penampilan seni dan budaya. Penyanyi asal Maluku, Justy Aldrin, menjadi bintang tamu utama yang menghibur para pengunjung.
Tidak hanya itu, Tari Rangkuk Alu oleh Sanggar I Production turut memukau, diikuti Tari Caci yang dibawakan TK Pembina Labuan Bajo. Alunan musik suling dari Embun juga mengiringi momen matahari terbenam, menciptakan pengalaman yang tak terlupakan bagi setiap yang hadir.
Perpaduan antara keindahan alam dan kekayaan budaya lokal ini menjadi daya tarik utama acara. Andhy berharap Parapuar dapat berkembang menjadi ruang publik yang hidup dan dinamis, tempat wisatawan menikmati keindahan alam Labuan Bajo sekaligus berinteraksi langsung dengan seni, budaya, dan kreativitas masyarakat setempat. Ini merupakan bagian dari upaya mendorong pariwisata berkelanjutan dan inklusif di Labuan Bajo Flores.
Dampak Positif bagi UMKM dan Wisatawan
Kegiatan berkualitas seperti PENTAS x Weekend at Parapuar tidak hanya mempromosikan destinasi wisata, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya dan seni pertunjukan lokal. Lebih dari itu, acara ini memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terlibat.
Salah satu UMKM kuliner, Kuliner Sekangku, melaporkan peningkatan penjualan yang drastis berkat tingginya jumlah pengunjung.
Pelaku UMKM berharap ajang berbasis budaya semacam ini dapat lebih sering diselenggarakan dengan melibatkan UMKM lokal secara aktif agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Ini menunjukkan potensi besar event pariwisata dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.
Apresiasi juga datang dari wisatawan mancanegara. Bailey, seorang wisatawan asal Kanada, mengaku sangat terkesan dengan pengalaman menikmati senja, musik, dan budaya lokal di Parapuar. "Jika kalian ingin menikmati salah satu sisi terindah dari Manggarai Barat, inilah tempat terbaik untuk menyaksikan matahari terbenam, ditemani musik yang luar biasa dan budaya yang begitu kaya," ungkap Bailey.
Sumber: AntaraNews