Trivia: 7.190 Wisatawan Kunjungi Puncak Waringin, Manggarai Barat Gandeng Awstar Gairahkan Pariwisata Labuan Bajo

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menggandeng Awstar untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, khususnya ke Puncak Waringin, demi menggairahkan Pariwisata Labuan Bajo. Kolaborasi ini jadi kunci utama.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Trivia: 7.190 Wisatawan Kunjungi Puncak Waringin, Manggarai Barat Gandeng Awstar Gairahkan Pariwisata Labuan Bajo
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menggandeng Awstar untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, khususnya ke Puncak Waringin, demi menggairahkan Pariwisata Labuan Bajo. Kolaborasi ini jadi kunci utama. (Merdeka.com)

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mengambil langkah strategis guna mendongkrak sektor pariwisata di wilayahnya. Kolaborasi penting telah terjalin antara Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dengan Asosiasi Angkutan Kendaraan Wisata Darat (Awstar) untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Fokus utama dari kerja sama ini adalah Puncak Waringin, sebuah destinasi menawan di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan (Disparekrafbud) Kabupaten Manggarai Barat, Stefanus Jemsifori, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan kunci utama. Pihaknya tidak dapat berjalan sendiri dalam mengembangkan sektor pariwisata di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo. Koordinasi dan kolaborasi lintas sektor menjadi sebuah kewajiban yang harus terus dilakukan oleh pemerintah daerah.

Inisiatif ini bertujuan untuk menarik lebih banyak pengunjung ke berbagai destinasi wisata yang dikelola pemerintah daerah di Labuan Bajo. Sejauh ini, kolaborasi tersebut telah menunjukkan hasil awal yang positif, dengan beberapa grup wisatawan dari Awstar telah mengunjungi Puncak Waringin. Berbagai atraksi seni budaya juga disiapkan untuk memperkuat daya tarik destinasi tersebut.

Kolaborasi Strategis untuk Puncak Waringin

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat secara aktif berkolaborasi dengan Awstar untuk meningkatkan daya tarik Puncak Waringin. "Saat ini, kami berkolaborasi dengan Asosiasi Angkutan Kendaraan Wisata Darat (Awstar) agar meningkatkan kunjungan ke Puncak Waringin Labuan Bajo," kata Stefanus Jemsifori.

Puncak Waringin, yang strategis terletak di tengah Kota Labuan Bajo, menawarkan pemandangan daratan dan perairan laut yang memukau. Destinasi ini juga dilengkapi dengan arena UMKM, menjadikannya pilihan utama bagi wisatawan yang mencari pengalaman lengkap. Fasilitas ini mendukung ekonomi lokal dan memberikan nilai tambah bagi pengalaman Pariwisata Labuan Bajo.

Data terbaru menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025, Puncak Waringin telah menerima total 7.190 kunjungan wisatawan. Rinciannya adalah 923 wisatawan asing dan 6.270 wisatawan nusantara. Angka ini menjadi bukti potensi besar Puncak Waringin dalam menarik minat para pelancong.

Untuk lebih meningkatkan kunjungan, Disparekrafbud berencana menggelar berbagai atraksi seni, budaya, dan musik. Langkah ini diharapkan dapat menjadikan Puncak Waringin sebagai bagian integral dari paket wisata yang ditawarkan oleh asosiasi wisata, sehingga semakin memperkuat Pariwisata Labuan Bajo.

Peran Penting Asosiasi Wisata dan Sekretariat Bersama

Selain berkolaborasi dengan Awstar, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat juga telah menyediakan sekretariat bersama bagi 14 asosiasi wisata di Labuan Bajo. Inisiatif ini bertujuan sebagai wadah koordinasi yang efektif serta memperkuat kemitraan dengan para pelaku wisata. Adanya sekretariat ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang lebih baik dalam pengembangan Pariwisata Labuan Bajo.

Stefanus Jemsifori menjelaskan bahwa 14 asosiasi tersebut diberi tugas untuk membentuk pengurus. Selanjutnya, akan ada Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang sedang digodok bersama mereka. "PKS yang sementara ini kami godok akan dirancang bersama mereka, karena di dalamnya memuat hak dan kewajiban pihak yang terlibat," ujarnya.

PKS ini penting untuk menguraikan peran masing-masing pihak, termasuk bantuan asosiasi dalam penarikan retribusi di destinasi wisata. Hal ini karena asosiasi memiliki akses langsung kepada para tamu atau wisatawan. Kolaborasi semacam ini sangat krusial untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas pengelolaan destinasi Pariwisata Labuan Bajo.

Disparekrafbud Kabupaten Manggarai Barat mencatat total kunjungan wisatawan dalam periode Januari hingga September 2025 mencapai 57.090 orang. Angka ini mencakup kunjungan ke berbagai Daerah Tujuan Wisata (DTW) dan spot olahraga air atau snorkeling yang dikelola oleh Disparekrafbud Manggarai Barat.

Destinasi Unggulan di Bawah Pengelolaan Disparekrafbud

Disparekrafbud Manggarai Barat mengelola beragam destinasi wisata yang menarik perhatian wisatawan. Destinasi-destinasi ini tersebar di berbagai lokasi, menawarkan pengalaman yang berbeda bagi setiap pengunjung. Keberagaman ini menjadi salah satu kekuatan utama Pariwisata Labuan Bajo.

Beberapa DTW yang berada di bawah pengelolaan Disparekrafbud Manggarai Barat meliputi Gua Batu Cermin, sebuah gua dengan formasi batuan yang unik. Ada juga Air Terjun Cunca Wulang yang menawarkan keindahan alam yang asri. Selain itu, Gua Rangko dan Ngalor Kalo juga menjadi pilihan menarik bagi para penjelajah.

Tidak hanya itu, destinasi Mberenang serta berbagai spot snorkeling di wilayah perairan Labuan Bajo juga menjadi daya tarik utama. Keindahan bawah laut Labuan Bajo telah dikenal luas dan menjadi magnet bagi para penggemar aktivitas air. Semua destinasi ini berkontribusi besar terhadap peningkatan kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi