Basarnas Terjunkan Penyelam, Pencarian Anak Hilang di Sungai Way Pisang Terus Berlanjut
Tim SAR gabungan, termasuk penyelam Basarnas, masih terus melakukan pencarian anak hilang bernama Kenji (5) di Sungai Way Pisang, Lampung Selatan, setelah diduga terseret arus.
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung mengerahkan tim penyelam untuk mencari Kenji (5), seorang anak yang dilaporkan hilang di Sungai Way Pisang, Lampung Selatan. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (6/6) dan diduga korban terseret arus sungai saat bermain di tepian. Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur tim gabungan dan fokus pada penyisiran area sungai.
Korban, warga Desa Palas Aji, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, terakhir terlihat bermain di pinggir sungai sebelum debit air tiba-tiba naik. Keluarga korban segera melaporkan kejadian ini kepada pihak berwenang. Pencarian intensif telah dilakukan sejak laporan diterima, melibatkan berbagai metode untuk menemukan Kenji.
Koordinator Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, menyatakan bahwa proses pencarian masih berlangsung hingga Minggu sore. Tim gabungan berupaya keras menemukan korban dengan mempertimbangkan kondisi cuaca. Keselamatan personel di lapangan juga menjadi prioritas utama dalam operasi ini.
Upaya Pencarian Intensif Tim SAR Gabungan
Tim SAR gabungan terus berupaya maksimal dalam operasi pencarian Kenji di Sungai Way Pisang. Personel Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), TNI, Polri, serta aparatur desa dan warga setempat bersinergi. Mereka menggunakan berbagai peralatan pendukung untuk menyisir area yang diduga menjadi lokasi hilangnya korban. Pencarian anak hilang ini menjadi fokus utama seluruh tim yang terlibat, menunjukkan komitmen kuat dalam misi kemanusiaan.
Penyisiran dilakukan dengan perahu karet di sepanjang aliran sungai, mencakup titik-titik yang diperkirakan menjadi jalur hanyutnya korban. Selain itu, tim penyelam juga diterjunkan untuk melakukan pencarian di bawah permukaan air. Tim penyelam beroperasi di area yang memiliki kedalaman bervariasi, menghadapi tantangan arus dan visibilitas yang terbatas. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap kemungkinan area telah diperiksa secara menyeluruh, termasuk dasar sungai.
Rezie Kuswara menjelaskan bahwa pemantauan juga dilakukan di sejumlah titik strategis di sepanjang sungai. Tujuannya adalah mengidentifikasi lokasi potensial di mana korban mungkin terbawa arus dan tersangkut. Koordinasi yang kuat antar instansi menjadi kunci keberhasilan operasi ini, memastikan setiap langkah terencana dengan baik. Seluruh tim bekerja tanpa henti, memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk menemukan Kenji.
Kronologi Kejadian dan Pentingnya Kewaspadaan Sungai
Peristiwa tragis ini bermula pada Sabtu siang, sekitar pukul 13.30 WIB, saat Kenji bermain di pinggir Sungai Way Pisang. Sungai ini dikenal memiliki karakteristik yang berubah-ubah, terutama saat musim hujan. Sekitar pukul 15.00 WIB, debit air sungai tiba-tiba meningkat drastis, menyebabkan arus menjadi sangat deras. Peningkatan debit air yang mendadak ini diduga menyeret Kenji hingga hilang dari pandangan. Kejadian ini mengejutkan warga sekitar dan keluarga korban.
Keluarga korban yang mengetahui kejadian tersebut segera melapor ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lampung Selatan untuk penanganan awal. Laporan ini kemudian diteruskan ke Kantor SAR Lampung untuk meminta bantuan pencarian dan pertolongan. Respons cepat dari berbagai pihak menunjukkan kepedulian terhadap keselamatan warga dan kesigapan dalam menghadapi situasi darurat. Proses pelaporan yang terkoordinasi membantu mempercepat respons tim di lapangan.
Tim SAR mengimbau masyarakat sekitar sungai untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di area tersebut. Terutama pada musim hujan, debit air sungai dapat meningkat secara tiba-tiba dan arusnya menjadi sangat deras. Kewaspadaan tinggi sangat diperlukan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa mendatang. Kesadaran akan bahaya sungai sangat penting bagi keselamatan bersama, terutama bagi anak-anak yang rentan.
Sumber: AntaraNews