Pasar Kakiyah Makkah Jadi Primadona Jamaah Haji Indonesia Berburu Oleh-oleh Murah
Jamaah haji Indonesia mulai memadati Pasar Kakiyah Makkah, dijuluki 'Tanah Abang-nya Makkah', untuk berburu cendera mata khas haji dengan harga terjangkau sebelum kembali ke tanah air.
Setelah menunaikan rangkaian ibadah puncak haji yang penuh kekhusyukan, jamaah haji Indonesia kini mulai memanfaatkan waktu luang mereka di Makkah. Banyak di antara mereka memilih untuk berburu cendera mata khas di Pasar Kakiyah, sebuah destinasi belanja populer yang menawarkan berbagai pilihan oleh-oleh. Pasar ini menjadi tujuan utama sebelum para jamaah kembali ke tanah air dengan membawa kenangan dan buah tangan bagi keluarga.
Pasar Kakiyah, yang terletak di Jalan Ibrahim al-Khalil, berjarak sekitar delapan kilometer dari Masjidil Haram, telah lama dikenal sebagai pusat perbelanjaan grosir. Lokasinya yang strategis dan reputasinya sebagai pasar dengan harga terjangkau menjadikannya julukan "Tanah Abang-nya Makkah" di kalangan jamaah. Reputasi ini menarik banyak jamaah untuk datang dan mencari barang-barang unik.
Salah satu jamaah haji asal Surabaya, Jawa Timur, Suparman, mengungkapkan bahwa ia sengaja datang ke Pasar Kakiyah bersama rombongannya. Ia berencana membeli berbagai oleh-oleh untuk keluarga di Indonesia, mulai dari pakaian hingga makanan khas. Pengalaman berbelanja ini menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan ibadah haji yang telah mereka jalani.
Pesona Pasar Kakiyah: 'Tanah Abang-nya Makkah'
Pasar Sûq al-Ka’kiyah lil Jumlah, atau lebih dikenal sebagai Pasar Kakiyah, memang memiliki daya tarik tersendiri bagi para jamaah haji. Dengan lebih dari 200 ruko yang berjejer rapi, pasar ini menawarkan beragam jenis barang yang bisa dipilih. Julukan "Tanah Abang-nya Makkah" bukan tanpa alasan, mengingat keramaian dan variasi produk yang mirip dengan pasar grosir terkenal di Jakarta.
Suparman, jamaah haji dari Surabaya, berbagi pengalamannya saat berbelanja di Pasar Kakiyah Makkah. Ia mengaku membeli gamis untuk ibu-ibu dan anak-anak, gantungan kunci, tasbih, serta cokelat sebagai oleh-oleh. Informasi mengenai lokasi pasar murah ini ia dapatkan dari rekannya sesama jamaah di Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), yang menunjukkan betapa kuatnya rekomendasi dari mulut ke mulut di kalangan jamaah.
Meskipun sudah berbelanja cukup banyak, Suparman mengakui bahwa daftar belanjaannya masih panjang, menandakan betapa banyaknya pilihan menarik yang tersedia di Pasar Kakiyah. "Menurut saya murah," ujarnya, menggarisbawahi persepsi umum jamaah terhadap harga yang ditawarkan di pasar ini.
Surga Belanja Murah untuk Jamaah Haji
Pasar Kakiyah memang dikenal sebagai surga belanja bagi jamaah haji yang mencari barang dengan harga ramah di kantong. Berbagai cendera mata khas haji tersedia lengkap di sini, mulai dari abaya, gamis, kurma, peci, serban, sajadah, tasbih, teko Arab, parfum, hingga miniatur Ka'bah. Pilihan yang melimpah ini memungkinkan jamaah untuk menemukan oleh-oleh yang sesuai dengan selera dan anggaran mereka.
Harga barang di Pasar Kakiyah sangat bervariasi, dimulai dari dua riyal Saudi (SAR) hingga 100 SAR. Kisaran harga ini membuat pasar ini dapat diakses oleh semua kalangan jamaah, tanpa memandang besaran anggaran yang dimiliki. Sebagai contoh, boneka unta yang sering menjadi incaran dijual dengan harga sekitar 10 hingga 30 SAR, jauh lebih murah dibandingkan toko-toko di sekitar hotel jamaah.
Menariknya, meskipun berlokasi di Makkah, tidak semua barang yang dijual di Pasar Kakiyah berasal dari Arab Saudi. Sebagian besar produk justru didatangkan dari luar negeri, seperti China dan Bangladesh. Hal ini menunjukkan bahwa Pasar Kakiyah berfungsi sebagai pusat distribusi yang mengumpulkan barang-barang dari berbagai sumber untuk memenuhi kebutuhan para jamaah haji internasional. Pasar tiga lantai itu telah lama dikenal oleh jamaah haji sebagai pusat belanja yang ramah di kantong.
Sumber: AntaraNews