Apresiasi Kanwil Kemenhaj Sulsel untuk UMKM Bursa Sajadah: Dorong Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah
Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan memberikan apresiasi tinggi kepada UMKM Bursa Sajadah yang turut mendukung ekosistem ekonomi haji dan umrah di Indonesia, memudahkan jemaah memperoleh oleh-oleh tanpa repot.
Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Provinsi Sulawesi Selatan memberikan apresiasi kepada UMKM Bursa Sajadah. Apresiasi ini diberikan atas kontribusi Bursa Sajadah dalam mendukung ekosistem ekonomi haji dan umrah di Indonesia. Kehadiran gerai ini diharapkan dapat mempermudah jemaah haji dan umrah dalam mendapatkan oleh-oleh khas Tanah Suci.
Kepala Kanwil Kemenhaj Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, menyatakan bahwa inisiatif ini sejalan dengan program Tri Sukses Haji. Salah satu pilar program tersebut adalah sukses ekosistem ekonomi haji dan umrah. Dengan demikian, perputaran ekonomi dari jemaah haji dapat kembali ke tanah air.
Pembukaan gerai Bursa Sajadah di Makassar ini berlangsung pada Jumat, 18 April. Kehadiran UMKM ini menjadi solusi praktis bagi jemaah. Mereka tidak perlu lagi repot membawa banyak barang dari Arab Saudi karena keterbatasan bagasi.
UMKM Bursa Sajadah Permudah Jemaah Haji dan Umrah
Ikbal Ismail menyoroti pentingnya Bursa Sajadah dalam menyediakan beragam oleh-oleh khas Timur Tengah. Produk seperti air zam-zam, kurma, dan pernak-pernik lainnya kini mudah diakses di Indonesia. Hal ini mengurangi beban jemaah haji untuk berbelanja di Mekkah atau Madinah.
Kualitas produk yang ditawarkan UMKM Bursa Sajadah diklaim serupa dengan yang ada di Tanah Suci. Namun, harganya lebih terjangkau bagi jemaah. Ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memastikan kelancaran operasional ibadah haji dan umrah.
Anggaran dana haji tahun 2026 yang disiapkan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mencapai Rp20 triliun. Alokasi ini termasuk untuk pengangkutan barang jemaah. Namun, keterbatasan kapasitas bagasi seringkali menjadi kendala, sehingga kehadiran UMKM Bursa Sajadah menjadi solusi efektif.
Membangun Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah yang Berkelanjutan
Muhammad Aras, mitra pemilik cabang Bursa Sajadah Makassar, menjelaskan bahwa produk yang dijual berasal langsung dari pabriknya. Sebagian diimpor dari Arab, sementara sebagian besar pernak-pernik sebenarnya diproduksi di Indonesia. Barang-barang ini kemudian diekspor ke Arab Saudi untuk dipasarkan.
Inisiatif ini tidak hanya memudahkan jemaah, tetapi juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru di tanah air. Muhammad Aras menargetkan usaha padat karya. Jemaah dari Sulawesi Selatan dan daerah lain di Pulau Sulawesi merupakan mayoritas.
Pemerintah Indonesia juga memiliki program pengembangan ekonomi haji dan umrah yang lebih luas. Salah satunya adalah program Kampung Haji dan rencana pembangunan hotel di Arab Saudi setelah membeli lahan seluas 45 hektare. UMKM lokal terus didorong untuk mengekspor produk unggulan mereka, seperti bumbu coto khas Makassar yang sudah diakomodir.
Dengan adanya opsi pemesanan online dan pengantaran langsung, jemaah tidak perlu lagi khawatir kelebihan bagasi. Batas maksimal bagasi 32 kilogram seringkali menjadi tantangan. UMKM Bursa Sajadah menawarkan kepraktisan dan efisiensi bagi jemaah haji dan umrah.
Sumber: AntaraNews