Makam Mertua Djaduk Ferianto Dirusak Juru Kunci, Keluarga Buka Suara

Makam mertua Djaduk Ferianto dirusak karena persoalan uang kebersihan.

Purnomo Edi
Oleh Purnomo Edi - Reporter
Makam Mertua Djaduk Ferianto Dirusak Juru Kunci, Keluarga Buka Suara
Makam mertua Djaduk Ferianto dirusak juru kunci

Makam RM. M. Sarprijono yang berada di pemakaman umum Pakuncen, Wirobrajan, Kota Yogyakarta dirusak oleh juru kunci makam. Makam yang dirusak ini merupakan makam ayah Bernadetta Petra, istri dari almarhum Djaduk Ferianto yang merupakan seorang seniman dan juga adik Butet Kartaredjasa.

Petra menceritakan makam ayahnya yang sudah bersemayam sejak tahun 1971 itu dirusak oleh juru kunci makam dengan alasan tidak menerima uang kebersihan dari ahli waris. Kerusakan ini menyebabkan dua nisan di makam ayahnya patah dan hilang.

Petra menerangkan awal mengetahui perusakan makam ayahnya pada Selasa (11/8/2026) lalu, saat akan berziarah. Petra tak kunjung menemukan makam karena nisan sebagai penanda makam sudah rusak dan hilang.

"Mau ziarah tapi ternyata makam ayah saya sudah dirusak gitu lho. Bapak meninggalnya tahun 1971, wis lawas banget (sudah lama sekali). Waktu itu saya cari juru kunci enggak ketemu," kata Petra saat dihubungi, Rabu (12/8/2026).

Petra membeberkan sempat mencari keberadaan juru kunci lewat petugas kebersihan makam namun tak diberitahu alamat rumah dan nomor kontak juru kunci. Petra pun kemudian memilih melaporkan perusakan makam ini ke Polsek Wirobrajan.

Usai melaporkan perusakan ini, petugas Polsek Wirobrajan berhasil menemukan keberadaan juru kunci makam. Kemudian ditemani petugas Polsek Wirobrajan, Petra pun mendatangi rumah juru kunci tersebut.

"Saya ketemu juru kuncinya, ibu-ibu. Terus dia bilang begini, 'Niki nek mboten kulo ngetenke jenengan rak mboten madosi kulo toh (kalau tidak saya beginikan, kamu kan tidak mencari sayakan)?" tutur Petra.

Dari percakapan itu, Petra menerangkan jika juru kunci makam merasa tersinggung karena tidak pernah diberi uang kebersihan. Petra menyebut jika sedang berziarah dirinya tak pernah bertemu dengan juru kunci makam dan hanya bertemu petugas kebersihan yang biasanya dia beri uang kebersihan saat bertemu.

 

Makam mertua Djaduk Ferianto dirusak juru kunci
Makam mertua Djaduk Ferianto dirusak juru kunci

"Saya kalau ke sana (makam) pagi. Gak ada orang ya kan. Tapi saya selalu pakai bunga, orang biar tahu kalau ada yang niliki (menengok) makam. Gitu lho. Ternyata ini juru kunci tidak berkenan. Ada yang nyekar (ziarah) tapi tidak ninggali apa-apa. Masalahnya itu," ungkap Petra.

Petra menuturkan permasalahan itu kemudian dimediasi oleh Kapolsek Wirobrajan. Kemudian ada titik temu dari masalah itu yaitu Petra membayar Rp 500 ribu untuk 'utang' jasa bersih-bersih ke juru kunci makam. Selain itu Petra menawarkan uang Rp 100 ribu tiap bulan sebagai pengganti jasa bersih-bersih.

"Kesepakatannya kalau kemarin-kemarin dianggap saya tidak membayar, okelah itu saya anggap utang saya. Tak saur (bayar) lah, saya bayar. Saya minta dikembalikan lagi kondisi makam bapak saya, terus daripada di kemudian hari juga enggak ketemu lagi," urai Petra.

"Saya menawarkan bagaimana kalau saya langganan per bulan. Beliau keberatan karena dihitung per hari sebulan 30 hari. 100 dibagi 30 hari itu jadi seharinya hanya berapa gitu kan. Oke, nanti saya tanya-tanya dulu ke peraturannya bagaimana," lanjut Petra.

Sementara itu Kapolsek Wirobrajan Kompol Arif Darmawan menerangkan bahwa makam ayah Petra ini merupakan makam tua yang pengelolaannya dikelola warga setempat. Makam itu berada di luar tanah milik Pemkot Yogyakarta.

Total ada 27 makam yang dikelola turun temurun oleh juru kunci berinisial S. Menurut pengakuan S, lanjut Arif, dikelola oleh simbahnya lalu diteruskan oleh orang tua S sebelum kemudian dikelola oleh S.

"Turun-temurun itu dari simbahnya, orang tuanya terus ke dia. Saya juga nggak bisa menyimpulkan itu karena itu sudah kebiasaan dan seperti itu yang terjadi di makam situ. Katanya yang lain-lain itu ya ke situ ya ngaruhke sama itu (juru kunci). Untuk ninggali, untuk kebersihan. Seikhlasnya gitu," tutur Arif.

Rekomendasi