Banjir Bangkok Meluas dan Ganggu Ekonomi, 52.000 Rumah Tangga Terdampak

Banjir Bangkok memicu status bencana dan menghambat distribusi. Ribuan warga mengungsi, puluhan ribu rumah terdampak. Pemerintah imbau tak panik beli.

Immanuel Christian
Oleh Immanuel Christian - Reporter
Banjir Bangkok Meluas dan Ganggu Ekonomi, 52.000 Rumah Tangga Terdampak
Sejumlah pria mendorong sepeda motor sambil menerobos genangan banjir akibat hujan deras di Bangkok, Thailand, Sabtu (26/9/2026). (Dok. AP Photo/Sakchai Lalit)

Banjir yang melanda Bangkok, Thailand, setelah hujan deras berhari-hari merendam rumah, jalan, dan kawasan perdagangan, membuat aktivitas ekonomi tersendat. Pemerintah menetapkan status bencana untuk seluruh wilayah ibu kota guna mempercepat penanganan.

Badan Administrasi Metropolitan Bangkok (BMA) melaporkan hampir 4.900 warga telah dievakuasi ke tempat pengungsian, sementara sekitar 52.000 rumah tangga terdampak. Informasi situasi terkini ini dilansir dari The Guardian, Minggu (27/9/2026).

Badan cuaca Thailand mencatat curah hujan di sejumlah wilayah Bangkok melampaui 330 mm sepanjang Kamis hingga Minggu, menekan mobilitas warga dan distribusi barang.

“Rumah kami terendam selama sekitar 30 jam. Kali ini ketinggian air lebih tinggi dibandingkan banjir 2011,” kata pekerja kantoran Kosin Nilset dilansir dari The Guardian, Minggu (27/9/2026).

Gangguan juga terlihat pada perdagangan ritel. Sejumlah toko serba ada kehabisan stok ketika warga membeli kebutuhan pokok dalam jumlah besar. Kantor Perdana Menteri Thailand meminta masyarakat tidak melakukan pembelian secara panik dan memperingatkan bahwa menaikkan harga secara tidak wajar merupakan tindak pidana.

Banjir turut meningkatkan potensi kerugian rumah tangga karena peralatan elektronik terendam. Thidarat Silsuwan (56) mengatakan sebagian peralatan rumah tangganya tidak bisa diselamatkan.

“Saya mencoba mengangkat semuanya, tetapi saya menyerah pada peralatan listrik besar seperti kulkas dan mesin cuci. Saya kira semuanya rusak,” kata Thidarat.

Dampak Banjir di Transportasi, Sekolah, dan Drainase

Dari sisi aktivitas ekonomi perkotaan, BMA menyebut sejumlah ruas jalan masih terendam sehingga otoritas meminta warga menunda perjalanan yang tidak mendesak. Ratusan sekolah di Bangkok juga dijadwalkan tutup pada Senin karena kondisi banjir.

Pemerintah kota mempercepat proses drainase mengingat permukaan air di jaringan kanal masih tinggi pada Minggu pagi. Hujan masih diperkirakan turun di Bangkok dan provinsi sekitar pada Minggu, namun intensitasnya diproyeksikan berkurang mulai Senin.

Rangkaian gangguan ini menegaskan risiko ekonomi saat cuaca ekstrem menghambat mobilitas, perdagangan, operasional usaha, serta merusak aset rumah tangga. Para ilmuwan memperingatkan frekuensi dan intensitas cuaca ekstrem berpotensi meningkat seiring kenaikan suhu global akibat emisi bahan bakar fosil.

Rekomendasi