Strategi IFG & Jamkrindo Ubah Budaya Jadi Peluang UMKM

IFG dan Jamkrindo mendorong UMKM lewat pelestarian budaya di Ruang Resonansi 2026. Wakil Jaksa Agung menyampaikan tiga pesan.

Arthur Gideon
Oleh Arthur Gideon - Reporter
Strategi IFG & Jamkrindo Ubah Budaya Jadi Peluang UMKM
Strategi IFG & Jamkrindo Ubah Budaya Jadi Peluang UMKM

Indonesia Financial Group (IFG) bersama PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau Jamkrindo memperkuat kolaborasi mendorong UMKM dan pelaku ekonomi kreatif dengan memanfaatkan kekayaan budaya sebagai sumber inspirasi dan peluang usaha. Sinergi ini diarahkan untuk memperluas akses pembiayaan, meningkatkan literasi keuangan, dan memperkuat ekosistem agar UMKM dapat tumbuh dan naik kelas.

Inisiatif tersebut diusung melalui Ruang Resonansi IFG Group 2026 bertema "Menghidupkan Budaya untuk Melahirkan Karya", yang memadukan nilai budaya dengan kreativitas dan pemberdayaan ekonomi. Wakil Jaksa Agung Asep N. Mulyana menjelaskan kegiatan ini menjadi wadah yang mempertemukan warisan budaya, generasi muda, seniman, komunitas, UMKM, hingga dunia usaha.

"Saya mengapresiasi ruang bagi UMKM dalam kegiatan ini. Di balik sebuah produk terdapat kerja dan pengetahuan keluarga serta komunitas. Ketika masyarakat mengenal pembuatnya dan menghargai kualitasnya, pelestarian budaya ikut memberi manfaat ekonomi," ujar Asep dalam keterangan tertulis, Minggu (27/9/2026).

Asep menyampaikan tiga pesan bagi generasi muda. Pertama, mengenali akar budaya sebagai sumber identitas dan inspirasi. Kedua, menempatkan kebebasan berkarya seiring tanggung jawab dengan menghargai karya dan pelaku budaya. Ketiga, memperkuat kolaborasi antara seniman, komunitas, UMKM, dunia usaha, dan generasi muda.

Ia juga mengajak IFG Group, Jamkrindo, serta para mitra membuka akses yang lebih luas agar masyarakat dapat mengenal bangunan bersejarah sekaligus memberi kesempatan bagi talenta dan pelaku UMKM lokal.

Penguatan Ekosistem dan Literasi Keuangan UMKM

Dukungan untuk kegiatan ini disampaikan Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM M. Riza Damanik. Ia menilai agenda tersebut sejalan dengan upaya pendampingan dan pemberdayaan agar pelaku UMKM mampu meningkatkan kapasitas dan daya saing.

Kepala Divisi Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 5 OJK Arieck Priyatna menambahkan, Ruang Resonansi turut memperkuat literasi keuangan bagi pelaku UMKM. Pemahaman pengelolaan keuangan dan akses pembiayaan dinilai krusial agar pelaku usaha dapat mengambil keputusan finansial secara tepat dan menjaga keberlanjutan bisnis.

Direktur SDM dan Hukum IFG Rizal Ariansyah menekankan peran penting budaya dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif, sebagai sumber inspirasi yang melahirkan karya dan membuka peluang usaha.

"Budaya bukan hanya warisan yang perlu kita jaga, tetapi juga sumber inspirasi yang dapat melahirkan kreativitas dan membuka peluang ekonomi. Karena itu, melalui Ruang Resonansi, IFG ingin menghadirkan ruang kolaborasi yang mempertemukan nilai budaya, kreativitas, dan pemberdayaan UMKM sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," ujar Rizal.

Ia menambahkan, dukungan terhadap UMKM tidak berhenti pada pembiayaan semata. Penguatan ekosistem juga diperlukan agar pelaku usaha dapat bertumbuh secara berkelanjutan.

Peran Jamkrindo dalam Penjaminan UMKM

"Ketika budaya mampu diterjemahkan menjadi karya dan produk bernilai ekonomi, maka kita tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga menciptakan peluang bagi masyarakat untuk tumbuh. Di sinilah pentingnya sinergi antar-entitas dalam ekosistem IFG," ujarnya.

Direktur Utama Jamkrindo Abdul Bari menilai budaya dan UMKM memiliki keterkaitan erat. Kerajinan, kuliner, seni, musik, serta produk kreatif lokal banyak berkembang melalui aktivitas pelaku UMKM.

"Budaya dapat menjadi sumber inspirasi, kreativitas, dan pertumbuhan bagi UMKM. Karena itu, pelestarian budaya dan pengembangan UMKM seharusnya berjalan bersama," ujar Abdul Bari.

Menurutnya, Jamkrindo mengambil peran melalui bisnis penjaminan untuk memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, termasuk pelaku usaha di sektor ekonomi kreatif, seni, dan budaya.

"Sebagai perusahaan penjaminan, kami berkomitmen untuk membantu memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, termasuk pelaku usaha di sektor ekonomi kreatif, seni, dan budaya. Penjaminan membuka kesempatan agar UMKM dapat tumbuh, naik kelas, dan memberikan dampak yang lebih luas," kata Abdul Bari.

Rekomendasi