Eks Marinir AS Robert Gilman Dibebaskan, Trump Ungkap Alasan Putin Melepasnya

Setelah empat tahun ditahan di Voronezh, Rusia, Robert Gilman dipulangkan. Trump menyebut Putin menyetujui pembebasan itu atas dasar kemanusiaan.

Septian Deny
Oleh Septian Deny - Reporter
Eks Marinir AS Robert Gilman Dibebaskan, Trump Ungkap Alasan Putin Melepasnya
Mantan anggota Korps Marinir Amerika Serikat (AS), Robert Gilman dan saudara perempuannya, Lexie Hudson, di Lilburn, Georgia, pada tahun 2019. (Dok. Gilman family via AP)

Setelah empat tahun ditahan di Rusia, mantan anggota Korps Marinir Amerika Serikat (AS) Robert Gilman dibebaskan dan dijadwalkan tiba di AS pada Selasa malam waktu setempat. Presiden AS Donald Trump menyampaikan kabar itu melalui Truth Social dan menyebut Gilman diperkirakan mendarat di Pangkalan Angkatan Udara Andrews, dekat Washington DC. Informasi ini dikutip dari Al Jazeera, Rabu (12/8/2026).

Gilman ditahan sejak 2022 setelah dituduh terlibat insiden dengan seorang polisi. Menurut Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin menyetujui pembebasan Gilman "atas dasar kemanusiaan". Ia juga menegaskan tidak ada tahanan yang dibebaskan AS sebagai pertukaran atas kepulangan Gilman.

Selama penahanan, Gilman ditempatkan di sebuah penjara di Voronezh, sekitar 550 kilometer selatan Moskow. Kondisi kesehatannya secara pasti sebelumnya belum diketahui.

Kepulangan dan Kondisi Kesehatan

Seorang pejabat AS yang sempat berbicara dengan Gilman menyatakan mantan marinir itu sudah bisa berjalan dan berbicara.

"Secara keseluruhan, dia tampaknya dalam kondisi cukup baik," kata pejabat tersebut.

Sejumlah dokter akan memantau dan memeriksa kondisi Gilman selama penerbangan menuju AS. Trump menyebut ibunya, Nina, berada dalam pesawat yang sama dalam perjalanan pulang.

Setelah mendarat, Gilman akan diterbangkan ke sebuah pusat rehabilitasi di San Antonio, Texas, untuk mendapatkan perawatan medis.

Upaya Negosiasi dan Pihak yang Terlibat

Trump mengatakan sejumlah pejabat pemerintahannya terlibat dalam upaya mengamankan pembebasan Gilman. Mereka antara lain utusan untuk negosiasi sandera, Adam Boehler; penasihat Steve Witkoff dan Sebastian Gorka; serta menantunya, Jared Kushner.

Pemerintah AS sebelumnya telah mendesak Moskow membebaskan Gilman agar ia dapat menjalani perawatan medis di tanah air.

Pemerintah AS baru-baru ini juga menetapkan Gilman sebagai tahanan yang ditahan secara tidak sah.

Latar Penahanan di Rusia

Gilman pernah bertugas di Korps Marinir AS dari Agustus 2019 hingga Agustus 2020. Menurut kelompok advokasi yang mewakili keluarganya, ia sedang bepergian dengan kereta ketika ditangkap di Voronezh pada Januari 2022.

Media pemerintah Rusia melaporkan Gilman ditahan karena diduga menendang seorang polisi dalam keadaan mabuk.

Tuduhan tersebut dibantah ayahnya, Vladimir Gilman, seorang imigran asal Rusia yang tinggal di Massachusetts. Dalam tulisan opini di Boston Globe pada Oktober 2024, ia menyebut Robert jatuh sakit ketika insiden terjadi dan secara tidak sengaja menendang polisi.

Menurutnya, polisi tersebut tidak mengalami cedera, mencabut tuntutan, dan tidak memberikan bukti dalam persidangan Gilman. Gilman awalnya dijatuhi hukuman empat setengah tahun penjara, namun masa hukumannya kemudian beberapa kali diperpanjang setelah ia didakwa melakukan dugaan penyerangan selama berada di penjara.

Pernyataan Ed Markey Soal Kondisi di Penjara

Senator AS Ed Markey, yang selama ini bekerja sama dengan keluarga Gilman untuk mengupayakan pembebasannya, menilai pembebasan tersebut sudah "sangat terlambat".

Dalam sebuah pernyataan, Markey menyebut Gilman berada dalam kondisi "mendekati kematian" setelah mengalami pneumonia parah dan memasuki kondisi katatonik. Dalam kondisi itu, Gilman disebut "tidak responsif dan tidak mampu berinteraksi maupun makan".

Ia juga mengatakan Gilman mengalami "penyiksaan fisik, pemberian obat secara paksa, dan provokasi oleh otoritas Rusia" selama menjalani penahanan.

Gilman merupakan salah satu dari sedikitnya 10 warga negara AS yang diketahui masih dipenjara di Rusia.

Rekomendasi