Cek Harga Emas Perhiasan Awal Oktober 2026

Daftar harga emas perhiasan awal Oktober 2026 dari Raja Emas Indonesia dan Lakuemas sudah tersedia. Ada juga 6 cara cek emas asli. Simak detailnya.

Arthur Gideon
Oleh Arthur Gideon - Reporter
Cek Harga Emas Perhiasan Awal Oktober 2026
<p>PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) adalah produsen dan penyedia perhiasan emas yang sudah berdiri lebih dari 35 tahun di Indonesia. (Dok HRTA)</p>

Memasuki awal Oktober 2026, harga emas perhiasan menjadi sorotan karena pembaruan daftar dari dua platform besar. Pada Kamis, 1 Oktober 2026, Raja Emas Indonesia dan Lakuemas merilis harga per gram untuk berbagai kadar, memberikan referensi bagi investor dan pembeli.

Raja Emas Indonesia, penyedia layanan jual beli emas dan logam mulia, mempermudah transaksi dengan menerima penjualan emas dalam beragam kondisi, termasuk tanpa surat. Untuk kategori K24*, harga beli per gram tercatat mencapai Rp 2.180.000.

Adapun Lakuemas, platform jual beli dan investasi emas digital dengan layanan terintegrasi online dan offline (O2O), juga memperbarui harga jual emas perhiasan untuk beberapa kadar pada tanggal yang sama.

Update Harga Emas Perhiasan di Raja Emas dan Lakuemas

Raja Emas Indonesia menawarkan harga beli yang berbeda sesuai kadar. Untuk layanan kadar yang dilayani, K24 (99,5%) dibanderol Rp 2.080.000 per gram, K23 Rp 1.980.000 per gram, K6 Rp 520.000 per gram, dan harga terendah untuk K5 berada di Rp 435.000 per gram.

Lakuemas menetapkan harga jual perhiasan emas 24K (99%) di Rp 2.158.000 per gram. Untuk kadar lainnya, 23K Rp 1.955.000 per gram, 22K Rp 1.871.000 per gram, 21K Rp 1.789.000 per gram, 10K Rp 843.000 per gram, dan 9K Rp 756.000 per gram.

Perlu dicatat, harga dapat berubah sewaktu-waktu sehingga pembeli dan investor disarankan memantau pembaruan resmi secara berkala.

6 Metode Mengecek Keaslian Emas

Bagi investor maupun pembeli perhiasan, memastikan keaslian emas adalah langkah penting sebelum transaksi. Berikut beberapa metode yang umum digunakan.

  1. Uji Gigit

    Emas murni relatif lunak sehingga dapat meninggalkan bekas gigitan kecil saat diberi tekanan. Meski demikian, metode ini tidak disarankan karena berisiko merusak perhiasan dan beberapa logam lain juga bersifat lunak.

  2. Uji Magnet

    Emas bersifat non-magnetik. Jika perhiasan tertarik magnet, besar kemungkinan bukan emas murni atau mengandung campuran logam lain dalam jumlah signifikan.

  3. Uji Keramik atau Piring

    Menggosokkan emas pada permukaan keramik atau piring tanpa glasir dapat membantu identifikasi. Emas asli biasanya meninggalkan goresan kuning keemasan, sedangkan logam lain cenderung meninggalkan goresan hitam atau tidak berwarna.

  4. Periksa Cap atau Stempel Kadar

    Perhiasan emas umumnya memiliki penanda kadar seperti 24K, 750 untuk 18K, atau 916 untuk 22K. Stempel ini berukuran kecil dan detail, sehingga perlu diperiksa dengan teliti.

  5. Uji Kepadatan

    Kepadatan emas 24K berada di sekitar 19,3 g/ml. Nilai kepadatan yang jauh di bawah angka ini dapat mengindikasikan adanya campuran logam lain.

  6. Uji Asam Nitrat

    Pemeriksaan menggunakan asam nitrat lazim dilakukan oleh profesional. Reaksi yang terjadi berbeda-beda tergantung tingkat kemurnian emas, sehingga sebaiknya dilakukan oleh ahli.

Untuk kenyamanan dan keamanan, belilah emas dari toko atau platform tepercaya. Jika masih ragu, mintalah bantuan profesional untuk pengujian lebih lanjut.

Rekomendasi