Minat Beli Perhiasan di Dunia Sentuh Titik Terendah Sejak 2000

Perhiasan emas global tertekan di Q3 2026 akibat harga tinggi. WGC mencatat volume turun 17% meski nilainya naik tipis. Ini datanya.

Arthur Gideon
Oleh Arthur Gideon- Reporter
Minat Beli Perhiasan di Dunia Sentuh Titik Terendah Sejak 2000
<p>Seorang pelanggan mencoba gelang emas selama festival Hindu 'Akshaya Tritiya', hari keberuntungan dalam kalender Hindu untuk membeli barang-barang berharga, di ruang pamer perhiasan di Chennai, India, Selasa (3/5/2022). Membeli emas adalah kegiatan yang populer di Akshaya Tritiya, karena ini adalah simbol utama kekayaan dan kemakmuran. (Arun SANKAR / AFP)</p>

Permintaan perhiasan emas global pada kuartal III 2026 merosot ke level terlemah untuk periode kuartal III dalam catatan World Gold Council (WGC), seiring harga emas yang masih mahal menahan belanja konsumen.

Menurut laporan WGC, Minggu (8/11/2026), konsumsi perhiasan emas dunia pada Juli-September 2026 mencapai 312,9 ton, turun 17 persen dibandingkan kuartal III 2025 yang berjumlah 376,4 ton.

Di sisi lain, nilai permintaan justru naik 2 persen secara tahunan menjadi US$ 43 miliar. Selisih antara penurunan volume dan kenaikan nilai tersebut menggambarkan dampak kenaikan harga: dengan harga lebih tinggi, konsumen mengeluarkan uang lebih besar meski jumlah emas yang dibeli lebih sedikit.

China–India Melemah, Permintaan Perhiasan Emas ASEAN Termasuk Indonesia Tertekan

WGC menjelaskan, harga emas yang tinggi menjadi faktor utama yang membatasi permintaan perhiasan pada kuartal III 2026. Konsumen di berbagai pasar cenderung memilih perhiasan dengan bobot lebih ringan atau kadar emas lebih rendah agar tetap terjangkau.

Pelemahan permintaan terjadi luas di berbagai kawasan. China dan India menjadi dua negara yang menyumbang bagian besar terhadap penurunan volume konsumsi perhiasan emas global.

Di ASEAN, permintaan perhiasan juga masih lemah. WGC mencatat konsumen Indonesia tetap berhati-hati di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Situasi serupa terlihat di Malaysia.

WGC memperkirakan volume permintaan perhiasan emas masih akan menghadapi tekanan selama harga emas bertahan tinggi. Keterjangkauan harga menjadi tantangan bagi konsumen, sehingga pembelian perhiasan kemungkinan tetap menyesuaikan kemampuan belanja.

Harga emas yang tinggi tidak hanya memengaruhi keputusan investor, tetapi juga mengubah pola konsumsi masyarakat terhadap produk perhiasan.

Rekomendasi