Singapura Lelang 53 Jam Mewah Sitaan Kasus Pencucian Uang, Cek Harganya di Sini

Sebanyak 53 jam tangan mewah hasil sitaan kasus pencucian uang di Singapura akan dilelang secara daring mulai 9 November 2026. Harga pembukaannya dipatok lebih rendah dari estimasi nilai barang, termasuk jam tangan Hermes bertabur lebih dari 700 berlian.

Febika Indriyani
Oleh Febika Indriyani- Reporter
Singapura Lelang 53 Jam Mewah Sitaan Kasus Pencucian Uang, Cek Harganya di Sini
<p>Ilustrasi jam Rolex (Foto: Unsplash/Yash Parashar)</p>

Sebanyak 53 jam tangan mewah yang disita dalam kasus pencucian uang senilai S$3 miliar atau sekitar Rp38 triliun di Singapura akan dilelang kepada publik. Koleksi tersebut mencakup sejumlah merek ternama, mulai dari Patek Philippe, Rolex, Hublot, Van Cleef & Arpels hingga Hermes.

Dikutip dari The Business Times, Minggu (8/11), lelang pertama koleksi jam tangan tersebut akan berlangsung secara daring pada 9-29 November 2026. Penjualan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah Singapura untuk melepas berbagai aset mewah yang disita dari jaringan pencucian uang internasional pada 2023.

Salah satu barang yang menarik perhatian adalah Patek Philippe Nautilus Perpetual Calendar 5740/1G berbahan emas putih. Jam tangan ini memiliki estimasi nilai S$185.000 hingga S$250.000, tetapi harga pembukaannya hanya S$125.000.

Selain itu, terdapat Hermes Medor Joaillerie, jam tangan berbentuk gelang berbahan emas putih yang dihiasi lebih dari 700 berlian. Barang tersebut diperkirakan bernilai S$50.000 hingga S$65.000, dengan harga pembukaan lelang sebesar S$25.000.

Koleksi lainnya termasuk Rolex Submariner Hulk yang dikenal dengan ciri khas pelat jam berwarna hijau. Jam tangan yang sudah tidak diproduksi tersebut memiliki estimasi harga S$15.000 hingga S$20.000, sementara penawaran awal dibuka pada S$12.000.

Berasal dari Kasus Pencucian Uang Rp38 Triliun

Puluhan jam tangan mewah tersebut merupakan bagian dari aset yang disita dalam penggerebekan polisi Singapura pada 15 Agustus 2023. Saat itu, lebih dari 400 petugas dikerahkan untuk menggeledah sejumlah properti yang terkait dengan jaringan pencucian uang internasional.

Kasus tersebut melibatkan hasil kejahatan dari luar negeri, termasuk aktivitas perjudian ilegal. Dalam proses penyelidikan, sebanyak 10 warga negara asing akhirnya dinyatakan bersalah dan dideportasi.

Otoritas Singapura menyita atau membekukan aset dengan nilai lebih dari S$3 miliar. Aset tersebut meliputi properti, kendaraan, perhiasan, jam tangan mewah hingga tas desainer.

Pada Juli 2025, Kepolisian Singapura menunjuk Deloitte Singapore untuk mengelola dan merealisasikan penjualan aset non-tunai yang telah disita. Lebih dari 80 properti dan 1.000 barang mewah akan dijual secara bertahap, dengan hasil penjualannya masuk ke Consolidated Fund atau kas pemerintah Singapura.

Rumah lelang lokal Hotlotz dipercaya menangani 15 lelang daring barang mewah selama periode September 2026 hingga Mei 2027.

Harga Pembukaan Lebih Murah dari Nilai Taksiran

Salah satu hal yang menarik dalam lelang ini adalah harga pembukaan yang sengaja ditetapkan jauh di bawah estimasi nilai barang.

Pendiri sekaligus CEO Hotlotz, Matthew Elton, menjelaskan bahwa strategi tersebut dilakukan agar barang-barang sitaan dapat terjual. Sebab, aset yang tidak terjual justru berpotensi menambah biaya penyimpanan dan administrasi.

Penilai jam tangan Hotlotz, Ignatius Low, mengatakan harga pembukaan yang rendah diharapkan dapat menarik lebih banyak calon pembeli dan menciptakan persaingan penawaran.

Meski demikian, harga pembukaan tersebut juga menjadi harga cadangan atau reserve price. Artinya, apabila tidak ada penawar lain yang memberikan harga lebih tinggi, barang secara teori dapat dimenangkan dengan harga pembukaan tersebut.

Namun, pembeli yang berhasil memenangkan lelang tetap dikenakan biaya tambahan sebesar 20 persen yang sudah termasuk pajak barang dan jasa (GST).

Ada Jam Tangan Langka dengan Lebih dari 700 Berlian

Selain Patek Philippe dan Rolex, sejumlah koleksi langka juga menjadi daya tarik lelang kali ini.

Salah satunya Van Cleef & Arpels Pont des Amoureux Jour berbahan emas rose gold dan berlian. Jam tangan yang diperkirakan bernilai S80.000hinggaS125.000 ini menampilkan dua figur kekasih yang bergerak saling mendekat untuk bertemu di sebuah jembatan di Paris.

Ada pula Hermes Medor Joaillerie yang dihiasi lebih dari 700 berlian. Menurut Ignatius Low, jam tangan tersebut memiliki nilai yang sangat tinggi, tetapi harga pembukaannya sengaja dibuat rendah karena belum dapat dipastikan seberapa besar permintaan pasar terhadap model tersebut.

Kondisi fisik jam tangan sitaan juga telah diperiksa oleh Michael Dubs, seorang ahli pembuat jam bersertifikat Swiss Federal Master Watchmaker yang memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun.

Hasil pemeriksaan menunjukkan beberapa jam tangan memiliki goresan dan penyok pada bagian luar. Namun, sebagian besar mesin mekanis di dalamnya masih dalam kondisi sangat baik.

Meski demikian, beberapa jam tangan membutuhkan perawatan karena pelumasnya sudah mengering. Setiap barang juga dilengkapi laporan kondisi yang mencakup bagian casing, pelat jam, jarum, mesin, hingga komplikasi mekanis.

Calon pembeli disarankan memeriksa laporan tersebut sebelum mengajukan penawaran.

Lelang November ini tidak hanya mencakup jam tangan. Hotlotz juga akan melelang 103 tas Hermes Birkin dan Kelly beserta aksesori lainnya, 106 koleksi minuman beralkohol langka, serta 188 perhiasan mewah.

Sementara itu, lelang jam tangan tahap kedua yang mencakup lebih dari 80 koleksi dijadwalkan menyusul. Pihak Hotlotz menyebut koleksi pada tahap berikutnya diperkirakan memiliki barang-barang yang lebih istimewa.

Rekomendasi