Aksi jual masif saham teknologi di Amerika Serikat mengubah komposisi daftar Orang Terkaya dunia versi Forbes. Warren Buffett melompat ke peringkat kedelapan, sementara salah satu pendiri Oracle, Larry Ellison, terlempar dari 10 besar.
Dikutip dari VnExpress, Sabtu (7/11/2026), data real-time Forbes mencatat kekayaan bersih Ellison menyusut US$ 11 miliar menjadi US$ 153,3 miliar. Penurunan ini membuatnya turun ke posisi ke-11, melepas peringkat kedelapan yang sempat ditempati pada awal November.
Di saat yang sama, kekayaan Warren Buffett juga terkoreksi US$ 2,4 miliar menjadi US$ 162,2 miliar. Namun karena penurunan hartanya relatif lebih kecil dibanding para miliarder teknologi, peringkat Buffett justru terangkat dari posisi ke-10 menjadi kedelapan.
Advertisement
Guncangan Teknologi di Kalangan Orang Terkaya: US$130 Miliar Lenyap
Guncangan di bursa saham AS membuat para bos teknologi kehilangan lebih dari US$ 130 miliar hanya dalam satu hari perdagangan. Kerugian terbesar dialami CEO Dell Technologies, Michael Dell, yang kekayaannya terpangkas sekitar US$ 22 miliar setelah saham produsen server tersebut terkoreksi dua digit.
CEO Nvidia, Jensen Huang, turut kehilangan sekitar US$ 15,8 miliar seiring saham semikonduktor melemah lebih dari 9 persen.
Sementara itu, saham Tesla merosot 11,5 persen ke level terendah sejak Agustus, yang memangkas nilai kekayaan CEO Elon Musk hingga US$ 79,4 miliar. Kendati demikian, Musk tetap mempertahankan statusnya sebagai orang terkaya nomor satu di dunia.
Aksi lepas saham terutama menghantam emiten yang berkaitan dengan infrastruktur dan kecerdasan buatan (AI) akibat kecemasan investor terhadap prospek jangka pendek sektor tersebut.
Advertisement
Portofolio Berkshire dan Posisi Buffett
Berbeda dari jajaran 10 besar yang sebagian besar berasal dari sektor teknologi, kekayaan Warren Buffett bersumber dari konglomerasi investasi Berkshire Hathaway.
Pada September 2026, Buffett mengundurkan diri dari posisi Ketua Berkshire Hathaway setelah lebih dari enam dekade memimpin. Kepemimpinan non-eksekutif dilanjutkan oleh putra sulungnya, Howard Buffett, sementara Warren Buffett tetap menjadi anggota dewan dan menjabat sebagai Ketua Emeritus.
Sepanjang kariernya, Buffett dikenal konservatif dan berhati-hati terhadap saham teknologi. Meski belakangan Berkshire sempat mengoleksi saham IBM, Apple, hingga Alphabet, strategi investasi bernilai (value investing) yang diterapkannya terbukti lebih tahan banting menghadapi gejolak bursa.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1542814/original/053555900_1490082341-2017021-Daftar-Orang-Terkaya-Dunia-Tahun-2017-Versi-Forbes-AP-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9392502/original/077282500_1794063909-20131227Kebakaran-Gambir-271213-foc-1__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9392503/original/092435600_1794064081-WhatsApp_Image_2026-11-07_at_19.27.21.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3609090/original/074413400_1634813435-20211021-Ekspor-Batu-Bara-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9392315/original/006538800_1794035668-13.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9392301/original/032305500_1794034920-ALL_SPEAKERS___BOD.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3033320/original/056331500_1580109526-20200127-Ekspresi-Peserta-Tes-CPNS-2.jpg)