Said Iqbal Ungkap Sikap Buruh Jika Pemerintahan Prabowo Diganggu

Said Iqbal menegaskan buruh siap bergerak jika pemerintahan Prabowo diganggu. Demonstrasi disebut sah, berbeda dari kerusuhan. Ini pernyataannya di Monas.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham- Reporter
Said Iqbal Ungkap Sikap Buruh Jika Pemerintahan Prabowo Diganggu
Presiden KSPI, Said Iqbal saat konferensi pers daring, Minggu (21/6/2026). (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Presiden Partai Buruh Said Iqbal menegaskan kaum buruh siap bergerak apabila pemerintahan Prabowo diganggu. Ia menyebut kelompok pekerja telah mengikrarkan komitmen untuk menjaga Presiden Prabowo Subianto yang terpilih secara sah dan konstitusional. Pernyataan ini disampaikan di kawasan Monas, Jakarta Pusat.

Iqbal menekankan perbedaan antara demonstrasi yang dilindungi undang-undang dengan tindakan kerusuhan. Ia menyebut buruh siap keluar dari pabrik untuk menjaga situasi bila ada percobaan membuat onar, termasuk jika ada kepentingan asing ataupun oknum tertentu.

Pada kesempatan itu, ia menegaskan posisi buruh berada di garis depan ketika menyangkut persatuan Indonesia dan upaya menggoyang kepemimpinan nasional.

"Ketika berbicara tentang persatuan Indonesia, tentang ada kelompok-kelompok tertentu, mungkin di dalam negeri maupun luar negeri asing yang ingin menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto yang terpilih sah dan konstitusional, kami berada di depan Prabowo Subianto," kata Said Iqbal di kawasan Monas Jakarta Pusat, Sabtu (7/11).

Iqbal menuturkan jaringan buruh ada di banyak kabupaten/kota dan dapat digerakkan sewaktu-waktu. Ia menyebut kekuatan itu akan digunakan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

"Kami bisa gerakkan di setiap kabupaten/kota ada pabrik-pabrik yang menjadi anggota kami. Kami bisa melawan dengan setiap saat keluar dari pabrik-pabrik untuk menjaga bilamana ada kerusuhan, bilamana ada kepentingan asing membuat kerusuhan, bilamana ada oknum-oknum ingin membuat kerusuhan," ujar dia.
"Sekali lagi, kerusuhan, bukan demonstrasi. Demonstrasi unjuk rasa boleh, sepanjang sesuai aturan undang-undang," sambung Iqbal.

Ia juga menyebut kebijakan Prabowo sejalan dengan ideologi buruh yang menolak neoliberalisme. Menurut Iqbal, keberpihakan itu antara lain tercermin dalam komitmen kenaikan upah setiap tahun, sembari menegaskan bahwa Prabowo tidak bermusuhan dengan kalangan pengusaha.

"Makanya di situlah buruh, petani, nelayan, dan kelas pekerja bersama partai buruh berdiri bersama Prabowo Subianto. Kami akan jaga Prabowo Subianto yang sudah terpilih secara sah dan konstitusional, karena kebijakannya anti-neolib, tapi Pak Prabowo tidak bermusuhan dengan pengusaha," tutur dia.

Iqbal mengingatkan agar oknum mana pun tidak mengganggu persatuan Indonesia dan tidak mencoba menjatuhkan pemerintahan Prabowo. Ia menyatakan kaum buruh memikul tanggung jawab untuk menjaga kepemimpinan Presiden Prabowo.

"Saya Said Iqbal, saya hadir di sini atas nama Presiden KSPI dan Presiden Partai Buruh, bukan karena jabatan saya di pemerintah, dan kami akan gerakkan massa aksi yang lebih besar seluruh Indonesia bilamana ada unsur asing, unsur dalam negeri yang mencoba menjatuhkan pemerintahan yang sah dan konstitusional yang akan mengganggu persatuan Indonesia. Kali ini kami tunjukkan secara terbuka. Pasti ada pro-kontra, bagi kami tidak penting, yang penting adalah persatuan Indonesia," pungkas Iqbal.
Rekomendasi