Tiga Orang Kaya Asia Kehilangan Harta Rp144 Triliun

Tiga miliarder Asia dari Jepang, China, dan Vietnam masuk 5 besar penurunan kekayaan. Masayoshi Son memimpin daftar. Ini data Forbes dan VnExpress.

Cahya Alena Fauza
Oleh Cahya Alena Fauza- Reporter
Tiga Orang Kaya Asia Kehilangan Harta Rp144 Triliun
<p>Ilustrasi orang sukses, kaya, jutawan, miliader. (Foto: Freepik)</p>

Tiga miliarder asal Jepang, China, dan Vietnam masuk dalam lima besar penurunan kekayaan terbesar pada Selasa pagi, 20 Oktober 2026. Orang terkaya kedua di Jepang, Masayoshi Son, memimpin daftar dengan penyusutan kekayaan terbesar hari itu, berdasarkan pemantauan real-time Forbes.

Kekayaan Masayoshi Son berkurang US$ 4,2 miliar atau sekitar Rp 75,5 triliun (asumsi kurs Rp 17.981 per dolar AS), setara penurunan 6,9% ke US$ 56,2 miliar (Rp 1.010 triliun). Posisi globalnya tercatat di peringkat ke-34.

Penurunan terjadi seiring saham SoftBank Group, perusahaan investasi yang ia pimpin, terkoreksi 5,24% pada Selasa pagi dan melemah hampir 15% dalam lima sesi terakhir. SoftBank memiliki eksposur pada Apple, Qualcomm, dan OpenAI, sementara saham-saham terkait AI melemah bulan ini di tengah kekhawatiran utang yang meningkat. Melansir VnExpress, Kamis (22/10/2026), pergerakan tersebut turut menekan valuasi Son.

Dari China, taipan baterai Robin Zeng mencatat kemerosotan kekayaan terbesar kedua di dunia dengan kehilangan US$ 2,4 miliar (Rp 43,1 triliun). Kekayaannya turun 5,3% menjadi US$ 43,3 miliar (Rp 778,5 triliun) dan menempati peringkat ke-47 secara global. Zeng adalah ketua dan CEO Contemporary Amperex Technology (CATL), produsen baterai terbesar di dunia. Saham perusahaannya turun 2,6% pada Selasa dan terkoreksi 31% secara tahunan. Menurut Bloomberg, harga saham di Hong Kong kini 35% lebih tinggi dibanding bursa daratan China, turun dari premi rekor sekitar 60% pada Juni.

Nama Asia Tenggara Ikut Masuk Daftar

Orang terkaya di Asia Tenggara, Pham Nhat Vuong, menempati posisi kelima penurunan kekayaan terbesar dengan pengikisan sebesar US$ 1,4 miliar (Rp 25,1 triliun).

Kekayaan bersihnya melemah 4% ke US$ 32,4 miliar (Rp 582,5 triliun) seiring saham Vingroup menyentuh level terendah dalam dua bulan pada Senin.

Sejak mencapai rekor tertinggi pada awal September, saham Vingroup berada dalam tren turun di tengah ekspansi perusahaan ke produksi mobil listrik dan investasi pada proyek infrastruktur besar.

Secara akumulatif, kekayaan tiga miliarder Asia tersebut turun sekitar Rp 143,70 triliun.

Di sisi lain, penurunan kekayaan besar lain terjadi pada taipan mode Prancis Bernard Arnault yang melemah US$ 1,9 miliar (Rp 34,1 triliun) menjadi US$ 119 miliar (Rp 2.139 triliun).

Adapun kekayaan bersih taipan pialang saham AS, Thomas Peterffy, turun ke US$ 94,8 miliar (Rp 1.704 triliun).

Rekomendasi