Profil Zhang Yiming, Pendiri TikTok Jadi Orang Terkaya di China

Zhang Yiming, pendiri ByteDance yang menaungi TikTok, berhasil menjadi orang terkaya di China pada 2026 dengan kekayaan mencapai USD 84 miliar. Simak perjalanan bisnis dan sumber kekayaannya.

Cinta Najwa Fauzi
Oleh Cinta Najwa Fauzi- Reporter
Profil Zhang Yiming, Pendiri TikTok Jadi Orang Terkaya di China
Zhang Yiming, Founder dan CEO Bytedance Ltd. Dok: medium.com

Zhang Yiming, pendiri perusahaan teknologi ByteDance yang menaungi TikTok, berhasil menduduki posisi orang terkaya di China pada 2026 dengan total kekayaan mencapai USD 84 miliar atau setara Rp1.519,98 triliun. Kekayaan tersebut melonjak USD 14,7 miliar dibandingkan tahun sebelumnya, seiring perkembangan bisnis ByteDance yang semakin agresif merambah industri kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Dilansir dari Forbes, Jumat (6/11) pencapaian ini sekaligus menggeser Zhong Shanshan, pendiri perusahaan air minum kemasan Nongfu Spring, yang selama lima tahun berturut-turut menempati posisi teratas. Kekayaan Zhong kini tercatat sebesar USD 60,2 miliar setelah menyusut USD 16,9 miliar akibat penurunan saham perusahaannya di tengah perlambatan pertumbuhan pendapatan.

Dikenal sebagai sosok di balik kesuksesan TikTok, Zhang membangun kekayaannya melalui ekspansi bisnis teknologi digital yang menjangkau pasar internasional. Lantas, bagaimana perjalanan karier dan sumber kekayaan Zhang Yiming hingga menjadi orang terkaya di China?

Dari Anak PNS Jadi Triliuner

Zhang Yiming lahir pada 1983 di Provinsi Fujian, China. Ia tumbuh besar di Longyan, sebuah kota di bagian tenggara Fujian, sebagai anak tunggal dari pasangan pegawai negeri. Ketertarikannya terhadap dunia teknologi membawanya menempuh pendidikan rekayasa perangkat lunak di Nankai University, Tianjin. Zhang berhasil menyelesaikan pendidikannya pada 2005.

Setelah lulus kuliah, Zhang memulai karier sebagai insinyur di Kuxun.com, sebuah situs pencarian perjalanan. Pengalaman tersebut menjadi bekal baginya untuk memahami perkembangan teknologi digital sekaligus peluang bisnis di industri internet.

Zhang mulai mencoba peruntungan sebagai pengusaha dengan mendirikan 99fang.com, sebuah situs pencarian properti pada tahun 2009. Namun, ia kemudian meninggalkan perusahaan tersebut tiga tahun berselang untuk membangun bisnis baru.

Titik balik kariernya terjadi pada 2012 ketika Zhang mendirikan ByteDance di Beijing. Perusahaan tersebut awalnya dikembangkan dari sebuah apartemen dengan empat kamar tidur. ByteDance memulai bisnisnya melalui layanan agregasi berita dengan Toutiao sebagai salah satu produk unggulan. Pertumbuhan platform tersebut terbilang pesat. Pada 2014, jumlah pengguna aktif harian Toutiao telah melampaui 13 juta orang.

Perusahaan kemudian memperluas jangkauan bisnisnya ke pasar internasional. Pada 2015, ByteDance meluncurkan TopBuzz dan mengakuisisi agregator berita internasional News Republic pada 2017. Namun, nama ByteDance semakin dikenal secara global setelah mengembangkan TikTok, platform berbagi video pendek yang kini memiliki pengguna dari berbagai negara.

Sumber Kekayaan Zhang Yiming

Sebagian besar kekayaan Zhang Yiming berasal dari kepemilikannya di ByteDance, perusahaan teknologi yang berkembang menjadi salah satu pemain besar di industri digital dunia. ByteDance dikenal sebagai perusahaan induk TikTok, platform video pendek yang berhasil meraih popularitas secara global. Keberhasilan TikTok memperluas pasar ByteDance sekaligus memperkuat nilai bisnis perusahaan.

Selain TikTok, ByteDance juga mengembangkan berbagai produk digital, termasuk Toutiao dan layanan berbasis kecerdasan buatan. Pada 2026, perusahaan tersebut semakin serius menggarap industri AI. ByteDance bahkan mengusulkan investasi hingga USD 70 miliar pada tahun ini, terutama untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan.

Salah satu produk AI yang dikembangkan ByteDance adalah Doubao, asisten kecerdasan buatan yang populer di China. Berdasarkan data penyedia layanan intelijen QuestMobile, Doubao memiliki 345 juta pengguna aktif bulanan dan menjadi aplikasi berbasis AI paling populer di China pada kuartal I 2026.

Mundur dari TikTok karena Tekanan Pemerintah

Meski berhasil membangun perusahaan teknologi berskala global, perjalanan Zhang Yiming tidak selalu berjalan mulus. ByteDance sempat menghadapi tekanan regulasi dari pemerintah China maupun Amerika Serikat. Dilansir dari Fortune, Zhang mengundurkan diri dari jabatan CEO ByteDance pada Mei 2021. Beberapa bulan kemudian, ia juga melepas posisi ketua perusahaan atau chairman.

Pengunduran dirinya terjadi ketika pemerintah China tengah memperketat pengawasan terhadap perusahaan teknologi besar. Keputusan tersebut juga dilaporkan berkaitan dengan tekanan pemerintah terhadap perusahaan teknologi, termasuk ByteDance.

Pada April 2021, ByteDance bersama 33 perusahaan teknologi lainnya mendapat peringatan dari regulator antimonopoli China terkait praktik persaingan usaha. Sebelumnya, perusahaan juga pernah diperintahkan menutup salah satu aplikasinya karena dinilai memuat konten vulgar dan tidak pantas.

Di sisi lain, ByteDance menghadapi persoalan geopolitik di Amerika Serikat. Pada 2020, pemerintah AS sempat mengancam melarang operasional TikTok apabila ByteDance tidak menjual bisnis aplikasi tersebut kepada perusahaan Amerika.

Situasi semakin rumit setelah pemerintah China menerbitkan aturan yang mewajibkan persetujuan regulator sebelum ByteDance dapat menjual TikTok. Tekanan dari kedua negara tersebut menciptakan ketidakpastian bagi bisnis perusahaan, termasuk terhadap rencana penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). Meski tidak lagi memimpin perusahaan secara langsung, Zhang tetap menjadi salah satu tokoh penting di balik perkembangan ByteDance.

Perkembangan Bisnis TikTok dan ByteDance pada 2026

Memasuki 2026, ByteDance kembali menghadapi perubahan besar dalam bisnis internasionalnya, khususnya di Amerika Serikat. Perusahaan tersebut menyerahkan kendali atas bisnis TikTok di AS kepada konsorsium yang sebagian besar terdiri dari investor Amerika, termasuk Oracle dan Silver Lake Management. Kesepakatan tersebut memungkinkan TikTok tetap beroperasi di pasar Amerika Serikat.

Sementara itu, di China, ByteDance semakin memperkuat posisinya dalam industri kecerdasan buatan melalui pengembangan Doubao dan investasi infrastruktur AI. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa sumber pertumbuhan ByteDance tidak lagi hanya bergantung pada popularitas TikTok. Perusahaan kini juga berupaya memperluas bisnisnya ke sektor teknologi masa depan.

Rekomendasi