Mengenal Zheng Shuliang, Wanita Terkaya di China Berharta Rp428,63 Triliun

Intip Profil Zheng Shuliang, miliarder perempuan asal China berusia 80 tahun dengan kekayaan USD 23,7 miliar.

Cinta Najwa Fauzi
Oleh Cinta Najwa Fauzi- Reporter
Mengenal Zheng Shuliang, Wanita Terkaya di China Berharta Rp428,63 Triliun
Zheng Shuliang, wanita terkaya versi Forbes, diambil dari website BaiduWiki (6/11/2026).

Nama Zheng Shuliang masuk dalam jajaran miliarder perempuan paling tajir di dunia. Perempuan berusia 80 tahun asal China ini memiliki kekayaan mencapai USD 23,7 miliar atau sekitar Rp428,63 triliun. Kekayaan tersebut berasal dari bisnis aluminium melalui China Hongqiao Group, salah satu produsen aluminium terbesar di China yang didirikan mendiang suaminya, Zhang Shiping.

Berdasarkan daftar Forbes, Zheng Shuliang dikenal sebagai salah satu wanita terkaya di China. Ia juga pernah menduduki posisi Wakil Ketua China Hongqiao Group sebelum mengundurkan diri pada Mei 2026 karena faktor usia.

Punya Harta Rp428,63 Triliun

Zheng Shuliang merupakan miliarder perempuan asal China yang lahir pada tahun 1946. Kini berusia 80 tahun, ia berstatus janda setelah suaminya, Zhang Shiping, meninggal dunia pada 2019. Dari pernikahannya dengan Zhang Shiping, Zheng dikaruniai tiga orang anak, yakni Zhang Bo, Zhang Hongxia, dan Zhang Yanhong. Keluarga ini dikenal sebagai salah satu keluarga bisnis besar di China dengan kerajaan usaha di sektor aluminium dan tekstil.

Kekayaan Zheng diperkirakan mencapai USD 23,7 miliar berdasarkan data Forbes Real-Time Billionaires. Jumlah tersebut setara dengan sekitar Rp428,63 triliun.

Perjalanan Karier Zheng Shuliang di Industri Aluminium

Perjalanan bisnis Zheng tidak terlepas dari China Hongqiao Group, perusahaan produsen aluminium yang didirikan oleh mendiang suaminya, Zhang Shiping. Zheng mulai bergabung dengan grup usaha tersebut pada Juli 2009. Sebelum menduduki posisi penting di perusahaan, ia pernah bekerja di Weiqiao Entrepreneurship Group dengan menempati sejumlah jabatan, termasuk di bagian pengukuran dan pengadaan bahan baku.

Pada Januari 2011, Zheng diangkat menjadi Wakil Ketua sekaligus Direktur Eksekutif Shandong Hongqiao. Ia kemudian menjadi salah satu tokoh penting dalam perusahaan yang berkembang menjadi produsen aluminium berskala besar di China. Namun, pada Mei 2026, Zheng memutuskan mengundurkan diri dari jabatan Wakil Ketua China Hongqiao Group. Keputusan tersebut diambil dengan alasan usia yang sudah lanjut.

Bisnis Keluarga Diteruskan Anak-anaknya

Setelah Zhang Shiping meninggal dunia pada 2019, bisnis keluarga dilanjutkan oleh generasi berikutnya. Putra Zheng, Zhang Bo, kini menjabat sebagai Chairman sekaligus CEO China Hongqiao Group yang tercatat di Bursa Efek Hong Kong.

Sementara itu, putrinya, Zhang Hongxia, memimpin perusahaan tekstil Weiqiao Textile sebagai chairman. Perusahaan tersebut kemudian resmi menjadi perusahaan tertutup setelah keluar dari Bursa Efek Hong Kong pada 2024. Selain terlibat dalam bisnis keluarga, Zheng juga aktif dalam kegiatan sosial. Sejak September 2020, ia tercatat menjabat sebagai Ketua Binzhou Shiping Public Welfare Foundation.

Perjalanan Zheng Shuliang memperlihatkan bagaimana bisnis keluarga yang dirintis bersama mendiang suaminya berkembang menjadi salah satu kerajaan bisnis besar di China. Meski telah mengundurkan diri dari jabatan perusahaan, namanya tetap masuk dalam jajaran miliarder perempuan dunia berkat kekayaan yang berkaitan dengan industri aluminium.

Rekomendasi