Bunga melati dikenal karena bunganya yang cantik dan aromanya yang harum, sehingga banyak orang ingin menanamnya di pekarangan maupun dalam pot. Salah satu upaya untuk memperbanyak tanaman ini adalah dengan menerapkan cara menanam bunga melati tanpa akar, yaitu menggunakan potongan batang yang nantinya akan tumbuh menjadi tanaman baru.
Cara tersebut lebih tepatnya dikenal dengan sebutan stek batang, yakni teknik menumbuhkan tanaman baru dari bagian batang induknya. Menurut Plant Resources of South-East Asia (PROSEA), perbanyakan melati umumnya dilakukan melalui stek batang karena tanaman hias ini jarang menghasilkan buah dan biji.
Teknik ini cukup mudah dilakukan di rumah, asalkan batang yang dipilih dalam kondisi baik dan media tanamnya sesuai. Meski begitu, potongan batang tidak bisa langsung diperlakukan seperti tanaman yang sudah berakar karena masih membutuhkan waktu dan perawatan untuk membentuk akar baru.
Advertisement
1. Pilih Batang Melati yang Sehat untuk Dijadikan Stek
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380819/original/067063100_1760434364-sssssw.jpg)
Langkah pertama dalam cara menanam bunga melati tanpa akar adalah memilih batang dari tanaman induk yang sehat. Batang yang baik biasanya terlihat segar, tidak layu, bebas dari bercak penyakit, dan tidak menunjukkan tanda serangan hama.
Jika memungkinkan, pilih batang yang sudah cukup tua atau mulai berkayu, bukan tunas yang masih sangat lunak. Khusus melati putih (Jasminum sambac), PROSEA menyebutkan bahwa stek batang berkayu dengan sekitar 5–6 mata tunas dapat digunakan untuk perbanyakan tanaman.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih batang:
- Pilih tanaman induk yang tumbuh subur dan rajin berbunga.
- Gunakan batang yang kokoh, tetapi tidak terlalu tua atau kering.
- Hindari batang yang memiliki daun menguning, bercak, atau bagian membusuk.
- Ambil beberapa potongan batang sekaligus sebagai cadangan jika ada stek yang gagal tumbuh.
Potong batang menggunakan gunting tanaman atau pisau yang bersih dan tajam. Alat yang bersih membantu mengurangi risiko luka potongan terkontaminasi kotoran atau penyakit tanaman.
Advertisement
2. Potong Batang dan Buang Sebagian Daunnya
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484684/original/012197700_1769481503-Siapkan_Bibit_Unggul_dengan_Stek_Batang.jpg)
Setelah mendapatkan batang yang sesuai, potong menjadi beberapa bagian untuk dijadikan bibit. Panjang potongan dapat disesuaikan dengan kondisi batang, tetapi usahakan setiap potongan memiliki beberapa mata tunas atau titik tempat daun tumbuh.
Sebagai panduan umum untuk stek batang, Royal Horticultural Society (RHS) menyarankan panjang potongan sekitar 10–15 cm pada metode stek setengah berkayu. Bagian pangkal dipotong tepat di bawah titik tumbuh daun karena akar baru dapat muncul dari area tersebut.
Selanjutnya, buang daun yang berada di bagian bawah batang agar tidak ikut tertanam di media. Sisakan beberapa helai daun di bagian atas untuk membantu proses pertumbuhan, tetapi kurangi jumlahnya jika daunnya terlalu banyak dan lebar.
Jangan lupa membuang bunga atau bakal bunga yang masih menempel. Dengan begitu, energi batang dapat lebih difokuskan untuk membentuk akar baru daripada mempertahankan bunga.
Advertisement
3. Siapkan Media Tanam yang Gembur dan Tidak Becek
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9357781/original/037658800_1790306028-Gemini_Generated_Image_iksjhniksjhniksj.jpg)
Media tanam menjadi salah satu faktor penting karena batang melati belum memiliki akar untuk menyerap air dan nutrisi secara optimal. Karena itu, gunakan media yang mampu menjaga kelembapan sekaligus mengalirkan kelebihan air agar pangkal batang tidak mudah membusuk.
Untuk stek melati, pasir kasar dapat menjadi pilihan media perakaran. PROSEA menyebutkan bahwa stek berkayu melati putih dapat diperbanyak menggunakan pasir sebagai media tumbuh, sedangkan Indian Council of Agricultural Research (ICAR) juga menjelaskan bahwa pasir kasar dapat membantu proses pembentukan akar pada stek melati.
Sebelum digunakan, pastikan media tanam bersih dan wadah memiliki lubang drainase. Jika menggunakan pot, isi dengan media secukupnya agar batang bisa ditancapkan dengan kokoh dan kelebihan air dapat keluar.
Basahi media terlebih dahulu hingga lembap, bukan sampai tergenang. Kondisi yang terlalu basah dapat membuat pangkal stek kekurangan udara dan meningkatkan risiko pembusukan.
Advertisement
4. Tanam Potongan Batang Melati ke dalam Media Tanam
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5471243/original/044133800_1768281435-Pilih_Bibit_Unggul_dari_Stek_Batang.jpg)
Setelah medianya siap, buat lubang kecil menggunakan kayu atau pensil agar pangkal batang tidak rusak ketika dimasukkan. Tancapkan bagian bawah stek ke dalam media, lalu tekan perlahan di sekelilingnya supaya batang berdiri stabil.
Pastikan bagian batang yang tertanam memiliki titik tumbuh atau mata tunas, sedangkan daun yang tersisa tetap berada di atas permukaan media. Jangan menanam batang terlalu dalam karena bagian yang tertimbun berlebihan lebih berisiko mengalami pembusukan.
ICAR menjelaskan bahwa perbanyakan melati dapat dilakukan melalui stek maupun cangkok. Dalam panduannya, penggunaan hormon perangsang akar sepertiIndole-3-Butyric Acid (IBA) juga disebut dapat membantu meningkatkan keberhasilan pembentukan akar pada stek.
Untuk penanaman rumahan, hormon perangsang akar dapat digunakan sesuai petunjuk pada kemasan, tetapi bukan keharusan. Stek tetap bisa dicoba tanpa hormon selama batang, media, dan kondisi perawatannya mendukung.
Advertisement
5. Letakkan Stek di Tempat Teduh dan Jaga Kelembapannya
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9391792/original/037116500_1793952373-Gemini_Generated_Image_qu4n02qu4n02qu4n.jpg)
Batang yang belum berakar lebih mudah kehilangan air karena belum mampu menyerap kelembapan dari media secara optimal. Oleh sebab itu, letakkan pot di tempat terang yang teduh dan terlindung dari sinar matahari langsung.
Media perlu dijaga tetap lembap, tetapi jangan disiram berlebihan. Periksa kondisinya secara berkala dan tambahkan air secukupnya ketika bagian permukaan mulai mengering.
RHS menyarankan stek ditempatkan di area hangat dengan cahaya terang tidak langsung. Panduan tersebut juga menyebutkan bahwa pot dapat ditutup menggunakan kantong plastik bening untuk membantu menjaga kelembapan, selama kelebihan air tetap dikendalikan.
Jika menggunakan penutup plastik, perhatikan beberapa hal berikut:
- Beri sedikit ruang atau lubang agar udara tetap bisa bersirkulasi.
- Buka penutup secara berkala untuk mengurangi embun berlebihan.
- Hindari meletakkan pot di bawah terik matahari karena suhu di dalam penutup dapat meningkat.
- Segera buang daun atau batang yang mulai membusuk.
Advertisement
6. Periksa Tanda-Tanda Stek Melati Mulai Berakar
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9391793/original/050780700_1793952373-Gemini_Generated_Image_ybzfmtybzfmtybzf.jpg)
Stek melati membutuhkan waktu untuk membentuk akar baru, sehingga jangan terburu-buru memindahkannya ke pot lain. Selama proses tersebut, perhatikan kondisi batang dan daun untuk memastikan bibit tetap sehat.
Salah satu tanda awal keberhasilan adalah munculnya tunas atau daun baru. Namun, pertumbuhan tunas saja belum selalu memastikan akar sudah terbentuk karena batang masih mungkin menggunakan cadangan makanan yang tersimpan di dalamnya.
Untuk memeriksanya, kamu bisa mengamati apakah batang tetap kokoh dan tidak menunjukkan tanda pembusukan. Hindari mencabut atau menarik stek berulang kali karena tindakan tersebut dapat mengganggu akar muda yang sedang tumbuh.
Menurut University of Illinois Extension, stek dapat dipindahkan ke pot masing-masing ketika akarnya sudah mencapai sekitar 2,5 cm. Panduan ini merupakan acuan umum perbanyakan tanaman melalui stek, sehingga waktu pembentukan akar pada melati bisa berbeda bergantung pada jenis dan kondisi pertumbuhannya.
Advertisement
7. Pindahkan Bibit ke Pot Setelah Akarnya Cukup Kuat
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9367663/original/055179800_1791360158-35a270c4-0fa7-4409-9657-6cbf6e6ba31b.jpg)
Jika stek sudah memiliki akar yang cukup kuat, bibit dapat dipindahkan ke pot yang lebih besar atau area tanam di pekarangan. Lakukan pemindahan dengan hati-hati agar akar muda tidak patah atau terlepas dari batang.
Gunakan media tanam yang gembur dan memiliki drainase baik. Untuk tanaman melati, PROSEA menyebutkan bahwa tanah lempung berpasir yang ringan, kaya bahan organik, dan memiliki aliran air baik termasuk media yang sesuai untuk pertumbuhannya.
Setelah dipindahkan, letakkan tanaman di tempat yang terlindung terlebih dahulu. Siram secukupnya untuk membantu media menyesuaikan diri dengan akar, kemudian secara bertahap kenalkan tanaman pada cahaya matahari yang lebih banyak sesuai kebutuhan jenis melati.
Jangan langsung memberikan pupuk dalam jumlah banyak ketika bibit baru dipindahkan. Utamakan pemulihan akar dan pertumbuhan daun terlebih dahulu sebelum memberikan pemupukan rutin sesuai kebutuhan tanaman.
Pertanyaan Seputar Cara Menanam Bunga Melati Tanpa Akar
1. Berapa lama stek batang bunga melati mulai mengeluarkan akar?
Waktu pembentukan akar bisa berbeda-beda, tergantung jenis melati, kondisi batang, media tanam, dan lingkungan tempat stek diletakkan. Namun, sebagai gambaran, buku panduan Cultivation of Commercial Flower Crops menyebutkan bahwa stek melati umumnya membutuhkan waktu sekitar 6–10 minggu untuk membentuk akar.
Jika setelah beberapa minggu batang masih terlihat segar dan tidak membusuk, kamu bisa melanjutkan perawatannya. Jangan buru-buru membuang stek hanya karena belum terlihat tunas baru.
2. Kapan waktu terbaik untuk menanam stek bunga melati?
Menurut PROSEA (Plant Resources of South-East Asia), perbanyakan melati secara vegetatif paling baik dilakukan pada musim hujan. Sebab, pertumbuhan vegetatif tanaman cenderung lebih aktif dan produksi bunga biasanya lebih rendah.
Di Indonesia, kamu bisa memanfaatkan periode musim hujan, tetapi tetap perhatikan kondisi media tanam. Pastikan air tidak menggenang karena stek tetap membutuhkan media yang lembap sekaligus memiliki drainase baik.
3. Apakah batang bunga melati bisa ditanam di air sampai tumbuh akar?
Bisa pada jenis melati tertentu, tetapi keberhasilannya tidak selalu sama untuk semua spesies. University of Vermont Extension menjelaskan bahwa tanaman merambat seperti melati Jasminum polyanthum dapat diperbanyak menggunakan stek yang direndam dalam air.
Caranya, masukkan bagian bawah batang ke dalam wadah berisi air bersih dan pastikan tidak ada daun yang terendam. Letakkan di tempat dengan cahaya terang tidak langsung, lalu ganti air jika mulai keruh.
Setelah akar tumbuh sekitar 5–7,5 cm, stek dapat dipindahkan ke pot berisi media tanam. Perlu diingat, panduan ini berlaku untuk jenis melati yang disebutkan, sehingga belum tentu memberikan hasil serupa pada semua jenis melati.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380819/original/067063100_1760434364-sssssw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9391628/original/042129900_1793944561-aac113e5-2a9b-49c0-b68e-5afa4c312fcd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309864/original/024127800_1785291941-5.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492356/original/075353900_1770171234-e52b65bd-db70-4db7-baea-b3aecb3a2445.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9391500/original/056279200_1793937291-Ceropegia_Sandersonii.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9391549/original/007757000_1793939676-Gemini_Generated_Image_rv57cprv57cprv57.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9391490/original/068361900_1793936327-2cb0d18a-7eb5-498c-ab86-24ecea7882bf.jpg)