Spons cuci piring merupakan salah satu pahlawan tanpa tanda jasa yang bekerja keras setiap hari di dapur. Namun, tahukah bahwa kebiasaan membiarkannya basah setelah digunakan bisa mengundang petaka? Menerapkan cara mengeringkan spons cuci piring yang benar adalah langkah awal untuk menjaga higienitas seluruh peralatan makan keluarga di rumah.
Banyak orang sering kali hanya meletakkan spons begitu saja di pinggiran wastafel setelah selesai mencuci wajan atau piring. Tanpa disadari, kondisi spons yang terus-menerus lembap dan hangat tersebut dapat menciptakan lingkungan atau ekosistem bagi miliaran bakteri jahat untuk berkembang biak dengan pesat.
Masalah spons berbau apak atau berlendir sebenarnya bisa dicegah dengan sangat mudah jika tahu triknya. Tidak perlu peralatan mahal, hanya membutuhkan sedikit perubahan kebiasaan dan memanfaatkan barang-barang sederhana di sekitar dapur. Simak cara lengkapnya berikut ini, dirangkum Merdeka.com pada Jumat (6/11/2026).
Advertisement
1. Peras Spons dengan Teknik yang Tepat
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492368/original/007810900_1770171821-Gemini_Generated_Image_vbe4glvbe4glvbe4.png)
Langkah paling dasar namun sering dilakukan dengan keliru adalah cara memeras air dari dalam spons. Kebanyakan orang memiliki kebiasaan memelintir spons sekuat tenaga dengan harapan airnya akan keluar semua secara maksimal dalam waktu singkat.
Padahal, kebiasaan memelintir atau memutar spons secara ekstrem justru akan merusak struktur pori-pori dan serat busa di dalamnya. Saat seratnya rusak dan robek, kemampuan spons untuk membuang air perlahan akan menurun, membuatnya lebih mudah menyimpan genangan air tersembunyi di bagian tengah.
Cara paling efektif dan aman adalah dengan menekan spons kuat-kuat di antara kedua telapak tangan atau menekannya rata ke dasar wastafel. Tekanan datar ini akan memeras air keluar tanpa merusak elastisitas materialnya, sehingga spons bisa kembali ke bentuk semula dan lebih cepat mengering oleh udara luar.
Advertisement
2. Manfaatkan Rak Spons Berongga untuk Sirkulasi Udara
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337555/original/046054400_1788249876-5.jpg)
Kesalahan fatal yang kerap terjadi adalah meletakkan spons basah langsung menempel pada permukaan meja dapur atau di atas piring kecil. Permukaan yang tertutup rapat di bagian bawah spons akan mengunci sisa air, membuatnya tidak bisa menguap dan akhirnya menimbulkan bau busuk yang menyengat.
Solusi terbaiknya adalah dengan membeli rak spons berbahan kawat stainless steel atau wadah silikon yang memiliki banyak lubang di bagian bawahnya. Desain berongga ini memastikan sirkulasi udara dapat berembus bebas mengenai seluruh permukaan spons, dari atas hingga bagian dasarnya.
Menurut Cornell Cooperative Extension, spons cuci piring sebaiknya diperas setelah digunakan dan disimpan di tempat kering. Hindari membiarkan spons basah di permukaan meja atau tempat tertutup karena kondisi lembap dapat mendukung pertumbuhan bakteri.
Advertisement
3. Gunakan Trik Penjepit Kertas (Binder Clip)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9391513/original/003838600_1793937498-7b2aeed0-4718-42f9-aca1-2354cde5cea1.jpg)
Jika belum sempat membeli rak khusus spons, ada satu lifehack jenius yang bisa langsung Anda praktikkan menggunakan barang alat tulis kantor, yang diperlukan hanya membutuhkan sebuah penjepit kertas berwarna hitam (binder clip) berukuran sedang atau besar yang biasanya ada di laci meja kerja.
Jepitkan alat tersebut pada salah satu ujung spons cuci piring yang sudah diperas airnya, lalu dirikan spons tersebut secara vertikal menyerupai sebuah tenda kecil. Posisi berdiri tegak ini akan memanipulasi gaya gravitasi, memaksa sisa-sisa air turun ke bagian paling bawah dan menetes keluar.
Berkat posisi vertikal ini, hampir seluruh luas permukaan spons akan terpapar langsung oleh udara terbuka ruangan. Selain sangat unik dan murah, trik menjepit ini terbukti mempercepat proses pengeringan spons secara signifikan dibandingkan hanya meletakkannya dalam posisi tertidur.
Advertisement
4. Keringkan dan Sterilkan Menggunakan Microwave
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9391514/original/008393500_1793937498-79369bdd-d960-4ae2-9d5d-5d3af4627aca.jpg)
Mesin microwave ternyata tidak hanya berguna untuk menghangatkan makanan sisa semalam, tetapi juga bisa menjadi alat pengering sekaligus disinfektan spons yang sangat canggih. Proses pemanasan singkat ini mampu menguapkan sisa air di dalam pori-pori spons dalam sekejap.
Mengutip dari United States Department of Agriculture (USDA), "Memasukkan spons yang masih dalam keadaan lembap ke dalam microwave selama satu menit dengan suhu tinggi terbukti secara ilmiah mampu membunuh hingga 99,9 persen bakteri dan kuman patogen yang bersarang di dalamnya."
Namun, perlu sangat diperhatikan bahwa trik ini hanya berlaku untuk spons busa atau selulosa biasa. Jangan pernah sekali-kali memasukkan spons yang mengandung elemen kawat logam atau sabut baja stainless ke dalam microwave, karena dapat memicu percikan api dan kebakaran di dapur Anda.
Advertisement
5. Jemur Langsung di Bawah Sinar Matahari
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492375/original/040658700_1770171823-Gemini_Generated_Image_i9b3rni9b3rni9b3.png)
Terkadang, solusi terbaik justru datang dari alam tanpa membutuhkan energi listrik sama sekali. Sinar matahari pagi hingga siang hari merupakan agen pengering alami yang sangat kuat dan membawa manfaat ekstra berupa pancaran sinar ultraviolet (UV).
Anda bisa menyiapkan piring kecil atau mengaitkan spons menggunakan jepitan jemuran di dekat jendela dapur yang terkena paparan sinar matahari langsung. Sinar UV dari matahari secara alami akan merusak DNA bakteri dan lumut penyebab bau, membuat spons kembali netral dan higienis.
Proses penjemuran alami ini sangat direkomendasikan untuk dilakukan setidaknya seminggu dua kali pada saat cuaca sedang cerah. Hembusan angin dari jendela yang terbuka berpadu dengan kehangatan matahari akan membuat spons cuci piring Anda kering kerontang dan bebas dari rasa licin berlendir.
Advertisement
6. Bersihkan Sisa Lemak dan Tahu Kapan Harus Membuangnya
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499198/original/094911300_1770779186-Spons_Cuci_Piring.jpg)
Spons yang sudah terlalu jenuh dengan sisa minyak, kuah rendang, atau lemak mentega tidak akan pernah bisa kering dengan cepat, sehebat apa pun Anda memerasnya. Lemak yang menyumbat pori-pori busa akan mengikat air dan menciptakan lapisan kedap udara yang menjijikkan.
Pastikan untuk selalu membilas spons menggunakan air hangat atau air panas dan sedikit sabun pencuci piring yang bersih setiap kali selesai digunakan. Peluruhan lemak dari serat spons akan mengembalikan porositasnya, sehingga air bisa mengalir keluar dengan lancar saat Anda memerasnya.
Meski sudah menerapkan semua trik pengeringan di atas, jangan lupa bahwa spons memiliki usia pakai yang terbatas. Demi kesehatan pencernaan keluarga, buang dan gantilah spons cuci piring dengan yang baru setiap dua hingga empat minggu sekali, atau segera setelah bentuknya kempes dan hancur.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Perawatan Spons Cuci Piring
1. Berapa lama usia pakai ideal untuk sebuah spons cuci piring?
Meski tampak masih bagus, ahli kesehatan menyarankan untuk mengganti spons cuci piring setiap dua hingga empat minggu sekali guna mencegah penumpukan bakteri patogen yang sulit dibersihkan.
2. Apakah merendam spons dalam air sabun terus-menerus itu baik?
Sangat tidak dianjurkan. Merendam spons dalam genangan air sabun justru memicu perkembangbiakan bakteri karena kondisi tersebut menciptakan lingkungan yang lembap dan kotor seiring berjalannya waktu.
3. Mengapa spons cuci piring saya cepat sekali berbau busuk atau apak?
Bau apak tersebut merupakan gas yang dihasilkan oleh jutaan bakteri yang berkembang biak di dalam serat spons akibat dibiarkan dalam kondisi basah dan kotor oleh sisa-sisa makanan.
4. Bolehkah mencuci spons kotor di dalam mesin pencuci piring (dishwasher)?
Boleh. Memasukkan spons ke dalam mesin pencuci piring pada siklus pencucian bersuhu tinggi yang ditambahkan dengan mode pengeringan panas sangat efektif untuk membersihkan dan mensterilkan serat busanya.
5. Apa perbedaan antara spons selulosa dan spons sintetis dalam hal pengeringan?
Spons selulosa terbuat dari serat kayu alami sehingga lebih ramah lingkungan dan mampu menyerap air lebih banyak, namun cenderung lebih lambat kering dibandingkan spons sintetis berbahan plastik atau poliuretan.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492356/original/075353900_1770171234-e52b65bd-db70-4db7-baea-b3aecb3a2445.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9391500/original/056279200_1793937291-Ceropegia_Sandersonii.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9391549/original/007757000_1793939676-Gemini_Generated_Image_rv57cprv57cprv57.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9391490/original/068361900_1793936327-2cb0d18a-7eb5-498c-ab86-24ecea7882bf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293624/original/022604400_1783739868-4c009fd0-94eb-48c9-8025-aca0abef48c5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9391064/original/047837100_1793871170-Dusty_Space_Beneath_the_Bed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9390707/original/088105400_1793854878-Gemini_Generated_Image_cosuspcosuspcosu.jpg)